Jurnal Pengabdian Masyarakat dari Universitas AMIKOM Yogyakarta SWAGATI Raih Akreditasi SINTA 4

30 April 2026 | Berita Utama

Yogyakarta – SWAGATI: Journal of Community Service dari Universitas AMIKOM Yogyakarta berhasil memperoleh Akreditasi Nasional Jurnal Ilmiah Peringkat 4 atau SINTA 4 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 156/C/C3/KPT/2026 yang ditetapkan pada 7 April 2026. Capaian ini diraih melalui proses penilaian jurnal ilmiah nasional yang dilakukan secara resmi oleh kementerian melalui sistem akreditasi jurnal, sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas tata kelola, proses editorial, dan konsistensi publikasi SWAGATI.

Editor in Chief SWAGATI: Journal of Community Service, Akhmad Dahlan, M.Kom., menjelaskan bahwa jurnal tersebut menjadi wadah publikasi ilmiah bagi dosen, akademisi, peneliti, dan pelaku kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, SWAGATI berfokus pada publikasi hasil kegiatan pengabdian masyarakat dari berbagai rumpun ilmu, bukan hanya bidang teknologi informasi.

“SWAGATI itu jurnal untuk mempublikasikan kegiatan pengabdian masyarakat. Jadi dosen-dosen ataupun para pelaku kegiatan pengabdian masyarakat yang membutuhkan publikasi karya dapat mengirimkannya ke SWAGATI,” jelas Akhmad Dahlan.

Dalam hasil akreditasi tersebut, SWAGATI memperoleh peringkat SINTA 4 dengan masa berlaku mulai dari Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 sampai Volume 5 Nomor 2 Tahun 2027. Akhmad Dahlan menyampaikan bahwa capaian ini menjadi penting karena SWAGATI berhasil memperoleh peringkat SINTA 4 pada kesempatan pertama pengajuan akreditasi.

“Dari penilaian Kementerian, SWAGATI mendapatkan peringkat SINTA 4. Berlaku mulai dari edisi pertama tahun 2023 sampai 2027,” ungkapnya.

Akhmad Dahlan menjelaskan bahwa penilaian akreditasi jurnal tidak dilakukan secara sembarangan. Kementerian memiliki mekanisme penilaian melalui sistem ARJUNA, dengan sejumlah komponen yang diperiksa, mulai dari kualitas website jurnal, tim editor, pengelolaan jurnal, artikel yang diterbitkan, hingga profil penulis. Proses penilaian juga dilakukan secara daring, termasuk dengan memberikan akses kepada asesor untuk melihat proses pengelolaan jurnal di dalam sistem.

“Penilaiannya melihat kualitas jurnal, baik dari sisi website, tim editor, pengelolaan jurnal, paper yang masuk, para penulis, dan komponen lainnya. Visitasinya dilakukan secara online karena asesor masuk ke sistem jurnal tersebut,” jelasnya.

Sebagai jurnal pengabdian masyarakat, SWAGATI terbuka untuk penulis dari berbagai perguruan tinggi dan institusi. Akhmad Dahlan menegaskan bahwa jurnal ini tidak hanya diperuntukkan bagi dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta. Menurutnya, keberagaman asal penulis justru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas jurnal.

“SWAGATI khusus untuk publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan terbuka untuk semua rumpun ilmu. Jurnal ini juga terbuka untuk semua, bukan hanya untuk dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta,” ujarnya.

Saat ini, SWAGATI terbit tiga kali dalam satu tahun. Dalam setiap terbitan, jurnal ini rata-rata memuat sekitar lima artikel, sehingga dalam satu tahun dapat menerbitkan sekitar 15 artikel. Akhmad Dahlan menyebut, jumlah artikel yang masuk sebelumnya belum terlalu banyak karena jurnal masih berada pada tahap awal akreditasi. Namun, setelah hasil akreditasi keluar, minat penulis untuk mengirimkan artikel mulai meningkat.

Ia juga menyampaikan bahwa tim editor tidak berhenti pada capaian SINTA 4. Setelah akreditasi ini diperoleh, pengelola jurnal akan terus meningkatkan kualitas tata kelola dan proses editorial. Salah satu target yang disiapkan adalah mendorong SWAGATI agar dapat naik ke SINTA 3 pada periode berikutnya.

“Tim editor tidak berhenti setelah mendapatkan peringkat ini. Kami terus berproses untuk meningkatkan kualitas. Targetnya, ke depan bisa naik ke SINTA 3, salah satunya dengan mendisiplinkan pengelola dan penulis, serta menambah komposisi editor dari luar negeri,” jelas Akhmad Dahlan.

Bagi dosen, peneliti, dan akademisi yang ingin mengirimkan artikel, Akhmad Dahlan menyarankan untuk mengunjungi website resmi SWAGATI. Di sana, calon penulis dapat melihat ketentuan penulisan, template artikel, serta alur pengiriman naskah. Ia menegaskan bahwa setiap naskah yang masuk tetap melalui proses pengecekan dan review sebelum diterbitkan.

“Penulis dapat mengunjungi website SWAGATI. Di sana ada keterangan lengkap tentang cara submit paper, template penulisan, dan proses lainnya. Namun, tidak semua paper otomatis diterima karena tetap harus melalui proses cek dan review,” terangnya.

More Info About : SWAGATI Journal of Community Service

Capaian akreditasi SINTA 4 ini diharapkan dapat memperkuat peran SWAGATI sebagai platform publikasi nasional di bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui pengelolaan yang semakin baik, SWAGATI diharapkan dapat menjadi ruang bagi akademisi dan praktisi untuk membagikan hasil kegiatan, inovasi, serta kontribusi nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With: Akhmad Dahlan