
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara melaksanakan agenda visitasi dan monitoring mahasiswa penerima Beasiswa Indonesia Emas-Daerah (BIE-D) di Universitas AMIKOM Yogyakarta, pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan akademik mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni, memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, yayasan pendamping, dan kampus, serta memastikan program beasiswa berjalan sesuai tujuan pengembangan sumber daya manusia daerah. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas studi dan mendukung keberhasilan akademik mahasiswa penerima beasiswa.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Program Beasiswa Indonesia Emas-Daerah yang diberikan kepada mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni. Staf Bidang Pendidikan Menengah Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Solikhudin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa program BIE-D menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Teluk Bintuni. Ia menjelaskan, program tersebut telah berjalan selama tiga tahun dan mulai melibatkan Universitas AMIKOM Yogyakarta pada tahun kedua pelaksanaan.
“Pada tahun kedua, kami diperkenalkan dengan Universitas AMIKOM Yogyakarta oleh Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Akhirnya kami mengirimkan lima mahasiswa dari Kabupaten Teluk Bintuni dengan berbagai jurusan yang memang kami pilih berdasarkan kebutuhan daerah ke depan,” ujar Solikhudin.
Ia menambahkan, pemilihan program studi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan sumber daya manusia di daerah. Menurutnya, Kabupaten Teluk Bintuni masih membutuhkan tenaga terdidik di sejumlah bidang strategis yang dapat mendukung pembangunan daerah pada masa mendatang.
Lima mahasiswa penerima Beasiswa Indonesia Emas-Daerah asal Kabupaten Teluk Bintuni yang menempuh studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta adalah Magdalena Anita Menci dari Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan, Novilianus Novandi Horna dari S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Melonsius Yobas Ijehido dari S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Siti Hanifa Kosepa dari S1 Ilmu Komunikasi, serta Marselina Maboro dari S1 Informatika.
Dalam sesi presentasi akademik, Kepala Program Studi S1 Informatika, Eli Pujastuti, M.Kom., memaparkan perkembangan studi para mahasiswa penerima beasiswa tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejumlah mahasiswa menunjukkan capaian akademik sangat baik, di antaranya Marselina Maboro dari S1 Informatika dan Siti Hanifa Kosepa dari S1 Ilmu Komunikasi yang memperoleh IPK sekitar 3,7 serta aktif mengikuti kegiatan kampus.
Selain capaian akademik, presentasi tersebut juga menyoroti keaktifan mahasiswa dalam kegiatan nonakademik. Marselina Maboro disebut aktif dalam kegiatan paduan suara dan terlibat dalam Satgas PPKPT. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa asal Teluk Bintuni mulai beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mengambil peran dalam aktivitas kelembagaan.
Eli juga menjelaskan bahwa beberapa mahasiswa lain masih memiliki ruang untuk meningkatkan capaian akademik. Beberapa nilai yang belum optimal disebut berkaitan dengan faktor waktu masuk kuliah yang cukup mepet dengan jadwal akademik, sehingga terdapat mata kuliah yang sudah berjalan sebelum mahasiswa mengikuti perkuliahan secara penuh. Mata kuliah tersebut masih dapat diulang pada semester berikutnya.
Menanggapi hasil monitoring tersebut, Prof. Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D. memberikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Universitas AMIKOM Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kerja sama pendidikan, selalu ada dinamika yang terjadi di lapangan, termasuk terkait administrasi, jadwal akademik, dan proses pencairan anggaran daerah.
Prof. Arief menegaskan bahwa komunikasi menjadi kunci agar proses akademik mahasiswa tetap berjalan dengan baik. Menurutnya, apabila terjadi keterlambatan pembayaran atau kendala administratif, pemerintah daerah maupun yayasan pendamping dapat menyampaikan pemberitahuan kepada kampus lebih awal. Dengan begitu, Universitas AMIKOM Yogyakarta dapat membantu proses administratif, termasuk pengaktifan status mahasiswa di sistem agar mereka tetap dapat mengisi KRS dan mengikuti perkuliahan.
“Kalau sudah diberitahukan, kami biasanya bisa menindaklanjuti ke bagian terkait agar mahasiswa tetap dapat menjalankan proses akademiknya. Yang penting komunikasi dilakukan lebih awal,” jelas Prof. Arief dalam sesi dialog.
Dalam sesi dialog, sebagai salah satu mahasiswa penerima beasiswa, Marselina turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, dosen, dan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Ia menyampaikan bahwa proses matrikulasi dan perkuliahan telah membantu mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan serta mendorongnya untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus.
Solikhudin berpesan agar mahasiswa penerima beasiswa terus belajar dengan tekun dan memanfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan sebaik-baiknya. Ia berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan studi, kembali ke daerah, dan ikut membangun Papua, khususnya Kabupaten Teluk Bintuni.
“Kami menginginkan ketika anak-anak mendapatkan beasiswa dari daerah, mereka bisa selesai, kembali, dan membangun Papua,” tegasnya.
Melalui agenda visitasi dan monitoring ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dalam mendampingi mahasiswa penerima beasiswa. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan mahasiswa asal Teluk Bintuni dapat berkembang secara akademik, beradaptasi dengan lingkungan kampus, dan menyelesaikan studi dengan baik.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




