ICOIACT 2026 akan Kembali Digelar dI Tokyo, Buka Jalan Publikasi Global

6 May 2026 | Berita Utama

Yogyakarta – Universitas AMIKOM Yogyakarta akan menyelenggarakan 2026 9th International Conference on Information and Communications Technology (ICOIACT) pada 2–4 Desember 2026 di Tokyo, Jepang. Konferensi internasional ini digelar sebagai ruang publikasi dan presentasi hasil penelitian di bidang teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik antara peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai institusi.

Publication Chair ICOIACT 2026, Akhmad Dahlan, M.Kom., menjelaskan bahwa ICOIACT merupakan konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas AMIKOM Yogyakarta. Berbeda dengan jurnal ilmiah, konferensi ini tidak hanya memfasilitasi publikasi karya penelitian, tetapi juga mewajibkan peserta untuk mempresentasikan hasil risetnya.

“ICOIACT adalah international conference yang diselenggarakan oleh Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kalau konferensi, peserta tetap memiliki kewajiban untuk mempresentasikan karyanya, selain menuliskan karya tersebut,” jelas Akhmad Dahlan.

Pada penyelenggaraan ke-9 ini, ICOIACT mengangkat tema “Advancing Intelligent Systems for a Sustainable and Connected Future.” Tema tersebut menekankan pentingnya pengembangan sistem cerdas untuk mendukung masa depan yang berkelanjutan dan saling terhubung. Konferensi ini juga dirancang sebagai forum internasional bagi akademisi, profesional, dan peneliti untuk mendiskusikan hasil riset, ide inovatif, serta pengalaman di bidang teknologi.

Salah satu daya tarik utama ICOIACT adalah peluang publikasi karya ilmiah pada IEEE Xplore, salah satu platform publikasi ilmiah internasional. Akhmad menyampaikan bahwa paper yang diterima dalam konferensi ini akan diproses untuk publikasi melalui platform tersebut, sehingga dapat memperluas jangkauan hasil penelitian peserta di tingkat internasional.

“Paper yang masuk ke ICOIACT akan terpublikasi di IEEE Xplore. Itu adalah salah satu publikasi karya ilmiah yang reputasinya sudah mengglobal,” terangnya.

Akhmad Dahlan juga menyampaikan bahwa sejak 2024, ICOIACT telah terindeks Scopus Q4. Menurutnya, capaian tersebut menjadi nilai penting bagi konferensi ini karena menunjukkan konsistensi kualitas penyelenggaraan dan publikasi. Ia menilai pengakuan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi peneliti yang membutuhkan publikasi untuk pengembangan akademik, kelulusan, maupun kenaikan jabatan akademik.

“Sejak 2024, ICOIACT terindeks Scopus Q4. Ini menarik karena target peserta konferensi adalah mempublikasikan karyanya, dan publikasi itu dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan akademik,” ujarnya.

Ruang Lingkup dan Topik Konferensi

ICOIACT 2026 membuka ruang bagi paper penelitian dari berbagai bidang teknologi informasi dan komunikasi. Topik yang menjadi perhatian konferensi mencakup communication, networking, and broadcasting, seperti sistem komunikasi, keamanan jaringan, multimedia information processing, remote sensing, GIS, sensor networks, telecommunication, dan mobile communication.

Konferensi ini juga mencakup bidang computing and processing, seperti big data, cloud computing, data mining, web technology, green computing, Internet of Things, mathematical modeling and simulation, mobile computing, nanoelectronics, quantum computing, soft computing, fuzzy logic, dan artificial neural networks.

Selain itu, ICOIACT 2026 juga menerima kontribusi riset dalam bidang information system, termasuk big data analytics, business intelligence, city data management, data integration, data visualization, deep learning and big data, e-business, graph analytics, semantic web applications, social web search and mining, serta web analytics.

Bidang lain yang menjadi ruang diskusi adalah robotics and Internet of Things, seperti control system, embedded systems design, hardware implementation, robotics and mechatronics, sensors, simulation, serta vehicular technology. Konferensi ini juga membuka pembahasan pada bidang signal processing and analysis, termasuk artificial intelligence, computer vision, image processing, speech processing, signal processing, dan pattern recognition.

Cara mengikuti ICOIACT 2026

Untuk mengikuti ICOIACT 2026, peserta perlu mengirimkan paper melalui laman resmi konferensi. Naskah yang masuk akan melalui proses penilaian oleh tim reviewer. Paper yang dinyatakan layak akan diterima sebagai bagian dari konferensi, sedangkan paper yang belum memenuhi standar tidak dapat dilanjutkan ke tahap presentasi.

Akhmad Dahlan menegaskan bahwa tidak ada persyaratan khusus di luar kewajiban mengirimkan paper yang berkualitas dan sesuai ketentuan. Peserta yang papernya diterima dapat mengikuti konferensi secara langsung di Jepang. Jika tidak dapat hadir secara luring, peserta tetap dapat mengikuti konferensi secara daring karena ICOIACT 2026 direncanakan menggunakan format hybrid.

“Selama peserta dapat mengirimkan paper yang berkualitas, paper itu akan direview. Jika diterima, peserta bisa mengikuti ICOIACT. Kalau bisa hadir langsung ke Jepang silakan, tetapi jika tidak bisa hadir secara langsung, peserta dapat mengikuti secara online,” jelasnya.

More Info at https://26.icoiact.org/

Selain menjadi ruang publikasi, ICOIACT 2026 juga diarahkan sebagai wadah kolaborasi internasional. Akhmad Dahlan menyampaikan bahwa pelaksanaan di Jepang membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Tokyo Metropolitan University. Melalui konferensi ini, peserta dari berbagai kampus diharapkan dapat bertemu, bertukar gagasan, dan menjajaki kolaborasi riset.

Penyelenggaraan ICOIACT 2026 diharapkan dapat memperkuat peran Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam mendorong budaya riset, publikasi ilmiah, dan jejaring akademik internasional. Melalui konferensi ini, dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi di bidang teknologi informasi dan komunikasi memiliki ruang untuk membagikan hasil riset, memperoleh masukan ilmiah, serta memperluas kontribusi akademik di tingkat global.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With: Akhmad Dahlan