Kunjungan SMK Negeri 1 Surabaya Ke Universitas Amikom Yogyakarta

26 June 2026 | Berita Utama

Siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Surabaya mengikuti kunjungan edukasi di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membekali peserta dengan wawasan mengenai pendidikan tinggi, persiapan karier, pengembangan teknologi, kewirausahaan, dan industri kreatif digital melalui pemaparan materi serta pengenalan karya.

Rombongan mengikuti kegiatan bersama para guru pendamping. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk melihat hubungan antara kompetensi jaringan yang dipelajari di sekolah dengan pilihan pendidikan lanjut, kebutuhan dunia kerja, dan peluang pengembangan usaha berbasis teknologi.

Perwakilan SMK Negeri 1 Surabaya, Wiyono, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membuka wawasan siswa mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam industri kreatif dan ekonomi digital. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan membantu peserta mempersiapkan diri sebelum menyelesaikan pendidikan di SMK.

“Manfaatkan kegiatan ini sebagai momen yang berharga. Teknologi digital mampu membuka ruang inovasi dan kreativitas yang dapat kalian pelajari untuk menghadapi masa depan,” ujar Wiyono.

Ia turut mengajak siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menggali informasi mengenai pendidikan, teknologi, dan fasilitas pembelajaran. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan ketika peserta menentukan pilihan untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha.

Materi disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Pemasaran Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Alfie Nurrahmi, M.Kom. Selain menjalankan tugas di bidang pemasaran, Alfie merupakan dosen Program Studi Sistem Informasi dan terlibat dalam layanan pendampingan karier bagi mahasiswa serta alumni.

Alfie menjelaskan bahwa pendampingan karier membantu mahasiswa mengenali kemampuan, menentukan bidang pekerjaan, dan mempersiapkan proses rekrutmen. Mahasiswa maupun alumni dapat berdiskusi mengenai penyusunan rencana karier, pilihan profesi, serta kendala yang mereka hadapi ketika melamar pekerjaan.

Menurut Alfie, siswa kelas XII perlu mulai menyusun target setelah lulus. Persiapan tersebut mencakup pemetaan perguruan tinggi, program studi, perusahaan yang dituju, kemampuan yang dibutuhkan, serta jenjang pendidikan yang ingin dicapai.

“Mulai sekarang tentukan kalian ingin kuliah di mana, bekerja di mana, melanjutkan pendidikan sampai jenjang apa, dan ingin menjadi apa. Persiapan perlu dicicil agar tidak menumpuk ketika kalian mendekati kelulusan,” jelas Alfie.

Ia turut mengajak peserta membangun sikap positif terhadap sekolah dan lingkungan pendidikan. Kebanggaan menjadi bagian dari sebuah institusi dapat mendorong siswa mengikuti proses pembelajaran secara lebih baik, menghargai kesempatan, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Perjalanan Universitas AMIKOM Yogyakarta turut disampaikan sebagai motivasi. Institusi tersebut memulai kegiatan pendidikan pada 1994 dengan 32 mahasiswa dan fasilitas terbatas, kemudian berkembang secara bertahap melalui usaha, doa, pembangunan fasilitas, dan pengembangan kegiatan akademik.

Cerita tersebut memberikan pesan bahwa kegagalan maupun keterbatasan tidak seharusnya menghentikan seseorang dalam mengejar tujuan. Siswa perlu terus mencari alternatif, memperbaiki kemampuan, dan menjalani proses secara konsisten ketika rencana yang disusun belum berhasil.

Dalam pengenalan akademik, peserta memperoleh informasi mengenai tiga fakultas di Universitas AMIKOM Yogyakarta, yaitu Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Sosial, serta Fakultas Sains dan Teknologi. Setiap bidang pendidikan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan keilmuan dan dunia industri.

Sejumlah program studi mempunyai keterkaitan dengan kompetensi TKJ. Program Studi Teknik Komputer, misalnya, menawarkan pengembangan pengetahuan mengenai jaringan, keamanan siber, dan teknologi Internet of Things. Pilihan lain mencakup Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Informatika, dan Manajemen Informatika.

Alfie juga menjelaskan perbedaan pendekatan pendidikan diploma dan sarjana. Pendidikan diploma memberikan porsi besar pada penguatan keterampilan teknis, sedangkan jenjang sarjana memadukan keterampilan teknis dengan kemampuan menganalisis sistem, berkomunikasi, bernegosiasi, serta bekerja bersama klien dan tim.

Kompetensi jaringan dapat dikembangkan menjadi berbagai pilihan karier, seperti teknisi jaringan, network engineer, administrator sistem komputer, analis komunikasi data, konsultan teknologi informasi, maupun pelatih teknis. Lulusan juga dapat membangun layanan penyedia internet atau usaha pengembangan sistem sesuai kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta dapat memperluas pengalaman melalui kegiatan magang, kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan program internasional. Mereka juga dapat terlibat sebagai student staff agar memperoleh pengalaman menjalankan tugas profesional sebelum menyelesaikan pendidikan.

Alfie mendorong siswa untuk tidak membatasi pembelajaran pada materi yang diberikan di dalam kelas. Keterlibatan dalam organisasi, proyek, kompetisi, kegiatan dosen, dan kolaborasi lintas bidang membantu peserta membangun pengalaman serta portofolio.

“Jangan hanya mengandalkan materi yang diperoleh dari dosen. Ketika menjadi mahasiswa, kalian perlu mengeksplorasi kemampuan, mengikuti kegiatan lain, dan mencari pengalaman yang dapat mendukung rencana karier,” ujar Alfie.

Peserta turut memperoleh informasi mengenai kelas internasional, mobilitas mahasiswa, kursus singkat di luar negeri, beasiswa, dan kesempatan mengikuti kompetisi. Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting karena dapat digunakan dalam kegiatan akademik, presentasi produk, dan kolaborasi internasional.

Sejumlah fasilitas pembelajaran diperkenalkan melalui tayangan audiovisual, seperti laboratorium pemrograman, laboratorium komputer dengan perangkat grafis, ruang kerja bersama, laboratorium hubungan internasional, ruang sinema, studio animasi, dan fasilitas produksi multimedia.

Fasilitas tersebut mendukung mahasiswa dalam mengembangkan aplikasi, mengelola data, membuat permainan digital, memproduksi film dan animasi, serta menghasilkan berbagai solusi teknologi. Mahasiswa dapat memanfaatkan hasil pembelajaran sebagai karya dan portofolio untuk memasuki dunia kerja.

Pembahasan kemudian berlanjut pada Amikom Business Park Incubator. Program tersebut mendampingi mahasiswa yang mempunyai gagasan bisnis agar dapat mengembangkan produk, menyusun perusahaan rintisan, dan mempelajari peluang memperoleh pendanaan dari pemerintah, perusahaan, maupun investor perorangan.

Peserta dikenalkan dengan sejumlah inovasi mahasiswa dan perusahaan rintisan. Produk tersebut mencakup robot sterilisasi lantai menggunakan sinar ultraviolet C, aplikasi yang menggabungkan layanan komunikasi dan perdagangan, perangkat bantu bagi penyandang tunanetra, teknologi realitas tertambah, visualisasi anatomi manusia, serta pesawat nirawak.

Melalui pengenalan tersebut, siswa memperoleh gambaran bahwa pengembangan teknologi perlu berawal dari pemahaman terhadap permasalahan. Kemampuan teknis dapat dipadukan dengan kreativitas, komunikasi, pengelolaan bisnis, dan kepedulian terhadap pengguna agar menghasilkan solusi yang dapat diterapkan.

Alfie juga memperkenalkan karya di bidang film dan animasi, termasuk Battle of Surabaya. Film animasi tersebut mengangkat peristiwa 10 November dan menjadi contoh pengembangan kekayaan intelektual melalui produksi audiovisual, distribusi, serta pembuatan produk turunan.

Peserta turut memperoleh informasi mengenai keterlibatan alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan dan portofolio yang dibangun selama pendidikan dapat membuka kesempatan untuk terlibat dalam proyek industri kreatif nasional.

Selain itu, siswa menyaksikan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka yang masih berada dalam proses pengembangan. Karya tersebut memberikan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi animasi untuk mengolah cerita menjadi pengalaman audiovisual.

Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan SMK Negeri 1 Surabaya. Rombongan kemudian mengikuti pengenalan lingkungan kampus serta fasilitas pembelajaran.

Kunjungan tersebut diharapkan membantu siswa SMK Negeri 1 Surabaya memperluas wawasan mengenai pendidikan, karier teknologi, dan industri kreatif digital sekaligus mendorong mereka menyusun rencana setelah lulus, meningkatkan keterampilan, serta membangun portofolio sejak dini.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional