SMK Insan Cendekia Lampung Tengah Kunjungi Universitas Amikom Yogyakarta

28 June 2026 | Berita Utama

Sebanyak 89 siswa SMK Insan Cendekia Lampung Tengah mengikuti kunjungan edukasi di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut memberikan wawasan mengenai pendidikan tinggi, teknologi, bisnis digital, kewirausahaan, industri kreatif, serta perencanaan pendidikan dan karier.

Rombongan terdiri atas siswa kelas X yang akan naik ke kelas XI dari bidang bisnis dan otomotif. Para peserta mengikuti kegiatan bersama kepala sekolah dan 11 guru pendamping sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Insan Cendekia Lampung Tengah, Tukijan, S.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan pendidikan tinggi.

Ia meminta peserta mencatat informasi yang disampaikan sejak awal hingga akhir kegiatan. Pengetahuan tersebut akan digunakan sebagai bahan penyusunan karya tulis dan menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran siswa.

“Harapan kami hadir ke sini adalah memperoleh informasi sebanyak-banyaknya. Anak-anak perlu mencatat karena setelah kegiatan ini mereka akan membuat karya tulis berdasarkan informasi yang diperoleh,” ujar Tukijan.

Menurut Tukijan, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi perjalanan pendidikan. Para siswa diharapkan memahami materi, mengolah informasi, dan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh melalui tulisan yang sesuai dengan kegiatan.

Ia turut berharap pengalaman di Universitas AMIKOM Yogyakarta dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk mempersiapkan pendidikan lanjut. Informasi mengenai program studi dan perkembangan teknologi dapat menjadi pertimbangan bagi peserta dalam menentukan pilihan setelah lulus dari SMK.

Kepala Subdirektorat Kehumasan Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Puji Ariningsih, S.E., kemudian menyampaikan motivasi mengenai pentingnya mempunyai tujuan serta menyusun rencana masa depan secara terperinci.

Puji mengajak siswa menuliskan impian yang ingin dicapai, mulai dari perguruan tinggi, program studi, jenjang pendidikan, pekerjaan, hingga rencana usaha. Target yang jelas dapat membantu siswa menentukan kemampuan yang perlu dikembangkan sejak masih berada di bangku sekolah.

“Kalau mempunyai mimpi, tuliskan secara detail. Tentukan perguruan tinggi, program studi, pekerjaan, maupun tujuan yang ingin dicapai agar kalian mempunyai arah,” jelas Puji.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan mencapai sebuah tujuan membutuhkan proses, usaha, dan doa. Seseorang tidak selalu langsung berhasil ketika mencoba, tetapi kegagalan dan keterbatasan dapat digunakan untuk memperbaiki rencana serta mencari jalan lain.

Perjalanan Universitas AMIKOM Yogyakarta turut diperkenalkan sebagai contoh. Institusi tersebut memulai kegiatan pendidikan pada 1994 dengan 32 mahasiswa dan fasilitas terbatas, kemudian berkembang secara bertahap melalui pengelolaan pendidikan, pembangunan fasilitas, dan pengembangan kegiatan akademik.

Cerita tersebut disampaikan untuk mendorong siswa agar berani mempunyai cita-cita. Menurut Puji, peserta dari berbagai daerah tetap dapat mengembangkan kemampuan dan mencapai tujuan apabila memiliki kemauan yang kuat untuk belajar.

Peserta kemudian memperoleh informasi mengenai jenjang pendidikan diploma, sarjana, magister, hingga doktor di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Program Magister Informatika juga tersedia melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sehingga pembelajaran dapat diikuti secara daring dari berbagai daerah.

Dalam pengenalan akademik, Puji menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Sosial, serta Fakultas Sains dan Teknologi. Setiap program studi mengintegrasikan pemanfaatan teknologi dan pengembangan kewirausahaan sesuai bidang keilmuan.

Bagi siswa bidang bisnis, pilihan pendidikan mencakup Ekonomi, Kewirausahaan, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, dan Hubungan Internasional. Pembelajaran tidak hanya membahas konsep dasar, tetapi juga pemanfaatan teknologi dalam pemasaran, pengelolaan usaha, komunikasi, pemerintahan, dan aktivitas ekonomi.

Puji menjelaskan bahwa perkembangan usaha membutuhkan kemampuan membaca kebutuhan pasar serta menggunakan media digital. Siswa dapat mempelajari cara memperkenalkan produk, meningkatkan jangkauan pemasaran, membangun komunikasi dengan konsumen, dan mengembangkan kegiatan usaha melalui teknologi.

Sementara itu, peserta yang tertarik pada teknologi dapat mempertimbangkan program studi di bidang Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Komputer, Teknik Informatika, dan Manajemen Informatika. Bidang tersebut menawarkan pembelajaran mengenai pemrograman, keamanan siber, animasi, permainan digital, jaringan, dan pengembangan sistem.

Fakultas Sains dan Teknologi turut diperkenalkan melalui Program Studi Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Geografi. Pemanfaatan teknologi pada bidang tersebut mencakup desain digital, pemetaan, sistem informasi geografis, dokumentasi menggunakan pesawat nirawak, serta perencanaan kawasan.

Peserta juga memperoleh gambaran mengenai fasilitas pembelajaran, seperti laboratorium pemrograman, laboratorium komputer, studio green screen, laboratorium robotika, studio podcast, ruang sinema, mini sinema, dan fasilitas kegiatan mahasiswa.

Fasilitas tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melaksanakan praktikum, mengembangkan proyek, membuat konten, memproduksi karya audiovisual, serta mempresentasikan hasil pekerjaan. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membangun portofolio sebelum lulus.

Puji turut menjelaskan peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti beasiswa, program internasional, magang, kompetisi, dan kolaborasi bersama dosen. Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan dapat memilih bekerja, membangun usaha, atau melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

Pembahasan berlanjut pada Amikom Creative Economy Park yang menghubungkan kegiatan pendidikan dengan berbagai bidang industri. Ekosistem tersebut mencakup penyiaran televisi dan radio, pengembangan perangkat lunak, produksi konten, teknologi digital, animasi, serta inkubasi perusahaan rintisan.

Mahasiswa dapat mempelajari proses kerja industri melalui kegiatan magang maupun proyek. Keberadaan unit usaha memberikan gambaran mengenai penerapan pengetahuan di lingkungan profesional, mulai dari pekerjaan sebagai penyiar, videografer, pemrogram, desainer, hingga pengelola bisnis.

Puji juga memperkenalkan Amikom Business Park Incubator sebagai tempat pendampingan bagi mahasiswa yang mempunyai gagasan perusahaan rintisan. Melalui proses inkubasi, mahasiswa dapat mengembangkan produk, menyusun model bisnis, serta mempelajari peluang memperoleh pendanaan dari pemerintah, perusahaan, maupun investor.

Sejumlah produk teknologi diperkenalkan kepada peserta, antara lain pesawat nirawak untuk mendukung kegiatan pertanian serta perangkat berupa sepatu dan kacamata bersensor yang membantu penyandang tunanetra mengenali objek di sekitarnya. Produk tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan pengguna.

Peserta turut memperoleh informasi mengenai jalur tugas akhir nonreguler. Mahasiswa yang mempunyai prestasi, karya, publikasi ilmiah, bisnis, atau pengalaman sebagai kreator konten dapat menyusun laporan akademik sesuai ketentuan program studi sebagai alternatif penyelesaian tugas akhir.

Dalam bidang industri kreatif, Puji menjelaskan keterlibatan alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Alumni menjalankan berbagai peran, termasuk pengelolaan proyek, pencahayaan, animasi, dan pekerjaan produksi lainnya.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa keterampilan yang dikembangkan selama pendidikan dapat menjadi bekal memasuki industri kreatif. Kemampuan teknis perlu dilengkapi dengan komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, dan kesiapan menyelesaikan proyek.

Puji menutup pemaparan dengan mengajak siswa tidak sekadar mengikuti alur tanpa tujuan. Peserta perlu mengenali minat, menyusun rencana, dan terus meningkatkan kemampuan agar mempunyai kesiapan menghadapi pendidikan lanjut maupun dunia kerja.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan SMK Insan Cendekia Lampung Tengah. Para peserta kemudian mengikuti pengenalan lingkungan kampus dan fasilitas pembelajaran.

Kunjungan tersebut diharapkan membantu siswa SMK Insan Cendekia Lampung Tengah memperluas wawasan mengenai pendidikan tinggi, bisnis digital, teknologi, dan industri kreatif sekaligus mendorong mereka menyusun tujuan serta mempersiapkan keterampilan sejak dini.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional