Dies Natalis ke-32 Universitas AMIKOM Yogyakarta Perkuat Riset

21 August 2026 | Berita Utama

Universitas AMIKOM Yogyakarta membuka rangkaian Dies Natalis ke-32 melalui Grand Launching bertema “Creativity for Society” di Lapangan Gedung VI Universitas AMIKOM Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian agenda olahraga, kreativitas, sosial, dan akademik yang melibatkan sivitas akademika serta masyarakat sebagai upaya menghadirkan dampak melalui kreativitas.

Ketua Dies Natalis ke-32 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Bernadhed, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk menegaskan peran kreativitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kreativitas tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya, tetapi juga memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan komunitas.

“Kami berfokus pada bagaimana memberikan dampak kepada masyarakat melalui salah satu keunggulan kami, yaitu kreativitas,” ujar Bernadhed.

Rangkaian Dies Natalis ke-32 mencakup kegiatan internal dan eksternal. Setelah Grand Launching dan perlombaan 17 Agustus pada 19 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Running Chef pada 20 Agustus serta kompetisi badminton pada 26–27 Agustus 2026.

Universitas AMIKOM Yogyakarta juga melibatkan pelajar SMA melalui kompetisi e-sport Mobile Legends dan Free Fire pada 9–10 September 2026. Selain itu, terdapat kompetisi tari dan kegiatan kreatif yang direncanakan berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), donor darah pada September, serta Sidang Senat dan Amikom Berbagi pada 12 Oktober 2026.

Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M., menyampaikan bahwa tema “Creativity for Society” sejalan dengan tiga nilai yang dikembangkan Universitas AMIKOM Yogyakarta, yaitu enjoyment, learning culture, dan caring culture.

Enjoyment membuat kita dapat bersenang-senang dan memperoleh kesenangan jangka pendek. Melalui learning, kita memperoleh kebahagiaan jangka panjang, sedangkan caring berarti berbuat kebajikan. Itulah Creativity for Society. Mudah-mudahan menjadi perbuatan kita yang abadi,” jelasnya.

Memasuki usia ke-32, Universitas AMIKOM Yogyakarta juga menempatkan penguatan riset sebagai salah satu arah pengembangan institusi. Prof. Suyanto menilai perguruan tinggi perlu mulai mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan yang bersumber dari penerimaan mahasiswa dengan memperkuat hasil riset dan inovasi.

Universitas AMIKOM Yogyakarta menargetkan sedikitnya 30 persen pendapatan institusi berasal dari riset. Dalam jangka panjang, kontribusi tersebut diharapkan dapat berkembang hingga mencapai 70 persen.

“Hampir semua perguruan tinggi berusaha mendapatkan mahasiswa sebanyak-banyaknya untuk memperoleh pendapatan. Jika terus seperti itu, kita akan tertinggal. Kita harus mengubahnya agar pendapatan dari riset lebih utama dalam jangka panjang dibandingkan pendapatan dari mahasiswa,” terangnya.

Universitas AMIKOM Yogyakarta mengembangkan dua model riset, yakni riset strategis dan riset akademik. Kedua model tersebut diarahkan untuk menghasilkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan mendorong publikasi pada penerbit bereputasi internasional.

Penguatan riset tersebut didukung capaian Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam World University Rankings for Innovation (WURI). Universitas AMIKOM Yogyakarta menempati peringkat ke-67 dunia sehingga masuk dalam jajaran 100 besar perguruan tinggi dunia pada pemeringkatan tersebut.

Universitas AMIKOM Yogyakarta juga mencatat capaian pada sejumlah kategori WURI, di antaranya Visionary Leadership, Entrepreneurial Culture and Ecosystem, Cost-Effective Management, serta Brand and Reputation. Capaian tersebut menjadi salah satu modal untuk melanjutkan pengembangan riset strategis dan industri kreatif.

Salah satu riset strategis yang dikembangkan ialah upaya membawa cerita lokal agar dapat dikenal masyarakat global. Prof. Suyanto mencontohkan pengembangan film “Ajisaka: The Kingdom of the Flower of Life” yang melibatkan sejumlah aktor internasional.

“Bagaimana cerita lokal itu menjadi cerita kelas dunia,” kata Prof. Suyanto.

Ketua Yayasan Amikom Yogyakarta, Heri Sismoro, menyampaikan bahwa perjalanan selama 32 tahun telah membawa Universitas AMIKOM Yogyakarta melewati berbagai proses, tantangan, dan pencapaian. Menurutnya, tema Dies Natalis tahun ini relevan dengan nilai kreativitas yang dikembangkan sejak awal berdirinya institusi.

“Kreativitas hadir sebagai solusi untuk persoalan di tengah masyarakat. Itulah esensi kreativitas yang berdampak. Mari berkolaborasi, menjaga kekompakan, dan terus mengasah kreativitas agar yang kita lakukan semakin memberikan dampak luas,” ungkap Heri.

Pembina Yayasan Amikom Yogyakarta, Muhamad Idris Purwanto, turut mengajak seluruh sivitas akademika mensyukuri perjalanan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Ia berharap institusi terus berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta dapat merealisasikan pembangunan kampus di Maguwoharjo.

Rangkaian Dies Natalis ke-32 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, kreativitas, dan budaya riset di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Melalui tema “Creativity for Society”, berbagai agenda yang diselenggarakan diharapkan dapat memperluas kontribusi universitas bagi masyarakat.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional