Siswa kelas XI SMK Negeri 1 Surabaya mengikuti kunjungan industri di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membekali peserta dengan wawasan mengenai pendidikan tinggi, pilihan setelah lulus, kewirausahaan, industri kreatif digital, dan pengembangan karya melalui pemaparan materi serta penayangan film.
Materi disampaikan oleh Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom. Ia memperkenalkan sejarah perkembangan universitas, fasilitas pembelajaran, program studi, peluang karier, karya mahasiswa, dan industri di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta.
Andra menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa dan fasilitas yang terbatas. Institusi tersebut berkembang secara bertahap dengan mengelola sumber daya yang tersedia untuk mendukung perkuliahan, tenaga pengajar, dan pembangunan fasilitas.
“Kami memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa. Perkembangan ini dapat terjadi karena kami tidak patah semangat dan terus membuktikan bahwa kami mampu tumbuh,” jelas Andra.
Perjalanan tersebut disampaikan sebagai motivasi agar siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan maupun penilaian orang lain. Kemauan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mengembangkan kemampuan menjadi bekal penting dalam mencapai tujuan.
Peserta kemudian diajak mempersiapkan tiga pilihan setelah lulus dari SMK, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha. Setiap pilihan membutuhkan perencanaan serta keterampilan yang mulai dibangun sejak siswa masih berada di bangku sekolah.
“Jika ingin bekerja, mulai sekarang cari tahu perusahaan yang dituju dan keterampilan yang mereka butuhkan. Kalian dapat meningkatkan kemampuan sejak masih kelas XI,” ujar Andra.
Siswa yang ingin melanjutkan pendidikan turut didorong mencari informasi mengenai perguruan tinggi dan program studi yang sesuai dengan minat serta rencana karier. Sementara itu, siswa yang ingin berwirausaha perlu membangun kemampuan membaca kebutuhan pasar dan mengembangkan gagasan menjadi produk atau layanan.
Dalam sesi pengenalan akademik, peserta memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan 18 program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Program tersebut mencakup berbagai bidang ilmu komputer, ekonomi dan sosial, serta sains dan teknologi yang mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Andra turut menjelaskan dukungan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha. Pembelajaran kewirausahaan, kegiatan pameran bisnis, komunitas mahasiswa, dan ekosistem perusahaan rintisan memberikan ruang untuk menguji gagasan sekaligus membangun pengalaman.
Mahasiswa juga dapat mengembangkan kemampuan melalui kompetisi, program internasional, magang, produksi film, pembuatan aplikasi, pengembangan permainan digital, serta berbagai kegiatan berbasis proyek. Keterlibatan tersebut membantu mahasiswa menghasilkan karya dan membangun portofolio sebelum lulus.
Pembahasan kemudian berlanjut pada Amikom Creative Economy Park. Ekosistem tersebut menghubungkan pendidikan dengan berbagai bidang industri, seperti pengembangan perangkat lunak, penyiaran televisi, penyediaan layanan internet dan jaringan, teknologi imersif, produksi film dan animasi, serta inkubasi bisnis.
Peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan teknologi pada berbagai produk dan layanan. Sejumlah contoh yang diperkenalkan mencakup sistem keselamatan pantai berbasis kecerdasan buatan, video imersif, simulator, permainan realitas virtual, pembangunan infrastruktur jaringan, serta aplikasi untuk mendukung kegiatan komunitas.
Andra juga memperkenalkan karya yang dikembangkan mahasiswa dan perusahaan rintisan, seperti robot sterilisasi lantai masjid menggunakan sinar ultraviolet C, aplikasi komunikasi dan perdagangan, perangkat bantu bagi penyandang disabilitas, teknologi augmented reality untuk museum, serta visualisasi anatomi manusia.
Melalui pengenalan tersebut, siswa dapat melihat bahwa pengembangan sebuah produk membutuhkan kolaborasi dari berbagai bidang. Teknologi perlu dipadukan dengan kreativitas, pemahaman pengguna, pengelolaan bisnis, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan.
Pada bidang industri film dan animasi, peserta memperoleh informasi mengenai pengembangan Battle of Surabaya. Film tersebut mengangkat peristiwa 10 November melalui sudut pandang Musa, seorang penyemir sepatu yang menjadi kurir dalam masa perjuangan.
Produksi Battle of Surabaya melibatkan Maudy Ayunda sebagai pengisi suara Yumna dan Reza Rahadian sebagai pengisi suara Danu. Film tersebut juga menjadi contoh bagaimana karya animasi menggabungkan cerita sejarah, teknologi, seni visual, tata suara, dan strategi komunikasi.
Andra turut menjelaskan keterlibatan sejumlah alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kompetensi dan portofolio yang dikembangkan selama pendidikan dapat menjadi bekal memasuki industri kreatif nasional.
Peserta juga menyaksikan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka yang masih berada dalam proses pengembangan. Karya tersebut mengangkat cerita mengenai Tanah Jawa serta dikembangkan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Sesi pemaparan dilanjutkan dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan SMK Negeri 1 Surabaya. Para peserta kemudian menyaksikan film Battle of Surabaya sebagai bahan pembelajaran mengenai produksi animasi dan penyampaian cerita melalui media audiovisual.
Kunjungan industri tersebut diharapkan membantu siswa SMK Negeri 1 Surabaya memahami hubungan antara pendidikan, teknologi, kewirausahaan, dan dunia industri sekaligus mendorong mereka merencanakan pilihan setelah lulus serta terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




