SMK YAPIMDA Jakarta Kunjungi Universitas AMikom Yogyakarta, Pelajari Kreativitas dan Ekosistem Industri Digital

15 May 2026 | Berita Utama

Siswa SMK YAPIMDA Jakarta mengikuti kunjungan industri di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membekali siswa dengan wawasan mengenai kreativitas, perkembangan teknologi, industri animasi, kecerdasan buatan, dan penerapan kompetensi melalui pemaparan materi, penayangan karya, serta workshop sesuai bidang keahlian.

Rombongan terdiri atas siswa dari Jurusan Desain Komunikasi Visual, Akuntansi, Bisnis Digital, Manajemen Perkantoran, dan Perbankan Syariah. Para peserta didampingi Kepala SMK YAPIMDA Jakarta, H. Abu Bakar, M.A., bersama pimpinan sekolah, ketua jurusan, guru, dan tenaga kependidikan.

Abu Bakar menyampaikan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta menjadi salah satu tujuan kunjungan industri karena memiliki bidang pendidikan dan pengembangan teknologi yang berkaitan dengan kompetensi siswa. Kunjungan tersebut juga telah beberapa kali dilaksanakan oleh SMK YAPIMDA Jakarta.

“Setiap saya datang ke sini selalu ada perubahan, baik secara fisik maupun perkembangan teknologi. Di sinilah siswa dapat menemukan inspirasi dan berbagai gagasan di bidang teknologi informasi,” ujar Abu Bakar.

Ia mendorong para siswa mengamati berbagai hal yang ditemukan selama kunjungan dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pengembangan sekolah maupun persiapan siswa sebelum memasuki pendidikan tinggi dan dunia kerja.

Abu Bakar turut mengingatkan peserta mengenai pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keberhasilan membutuhkan kedisiplinan, kemauan memperbaiki diri, dan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan.

Materi mengenai Amikom Creative Economy Park dan perkembangan teknologi disampaikan oleh Wakil Dekan II Bidang Nonakademik Fakultas Ekonomi dan Sosial sekaligus Direktur Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng.

Erik mengajak peserta mengikuti kunjungan dengan niat memperoleh ilmu dan inspirasi. Kesempatan mengunjungi lingkungan pendidikan dan industri perlu dimanfaatkan untuk memperluas pengalaman, bukan hanya sebagai bagian dari perjalanan wisata.

Ia menjelaskan bahwa sumber daya manusia dan gagasan belum cukup untuk menghasilkan perubahan. Keberanian menjalankan rencana menjadi unsur penting dalam pengembangan individu, organisasi, maupun institusi.

“Sumber daya manusia merupakan potensi dan kita selalu mempunyai ide. Namun, hal yang membedakan institusi yang berkembang dengan institusi biasa adalah kemampuan mengeksekusi gagasan tersebut,” jelas Erik.

Menurut Erik, pelaksanaan sebuah gagasan membutuhkan energi, keberanian, dan kesediaan menghadapi risiko. Seseorang yang terlibat secara langsung akan memperoleh pengalaman yang tidak dimiliki oleh orang yang hanya mengamati atau memberikan pendapat.

Ia mencontohkan keterlibatan siswa dan mahasiswa dalam produksi konten. Berbicara di depan kamera, menyusun konsep, mengoperasikan perangkat, dan menyelesaikan karya mungkin terasa sulit pada awalnya, tetapi proses tersebut dapat membangun keterampilan serta kepercayaan diri.

“Pengalaman menjadi guru yang berharga sekaligus investasi bagi kalian. Ketika pernah menjalani sebuah proses, kalian mempunyai bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya,” ujar Erik.

Produksi film animasi Battle of Surabaya digunakan sebagai studi kasus untuk menjelaskan pentingnya pengalaman dan kolaborasi. Pengembangan film tersebut melibatkan berbagai kompetensi, mulai dari penulisan cerita, animasi, teknologi, manajemen produksi, tata suara, hingga pemasaran.

Erik menjelaskan bahwa sejumlah alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta yang pernah terlibat dalam pengembangan Battle of Surabaya kemudian melanjutkan karier di industri animasi. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mereka ketika terlibat dalam berbagai studio dan produksi animasi nasional, termasuk film Jumbo.

Peserta juga memperoleh gambaran mengenai proses pemilihan pengisi suara dalam Battle of Surabaya. Produksi film tersebut melibatkan Maudy Ayunda dan Reza Rahadian untuk mengisi suara karakter, sekaligus memperlihatkan peran strategi komunikasi dalam memperkenalkan sebuah karya kepada masyarakat.

Menurut Erik, produksi animasi membutuhkan waktu, pendanaan, teknologi, sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas bidang. Sebuah film tidak hanya bergantung pada kemampuan menggambar, tetapi juga membutuhkan pengelolaan proyek, infrastruktur digital, pengembangan cerita, dan strategi distribusi.

Pembahasan turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam industri kreatif. Teknologi tersebut dapat membantu proses pembuatan video dan karakter, tetapi pengembang tetap perlu memiliki gagasan, cerita, identitas karya, serta sumber daya yang akan diolah.

Para peserta kemudian menyaksikan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka yang sedang dikembangkan dalam ekosistem kreatif Universitas AMIKOM Yogyakarta. Karya tersebut dipersiapkan untuk menjangkau audiens internasional melalui penggunaan bahasa Inggris dan pengembangan cerita yang mengangkat kebudayaan lokal.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pemutaran Battle of Surabaya versi Taman Mini Indonesia Indah. Penayangan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa mempelajari penerapan animasi, komunikasi visual, penokohan, tata suara, dan penyampaian cerita sejarah melalui karya audiovisual.

Setelah sesi di Cinema, siswa mengikuti workshop yang dibagi berdasarkan bidang keahlian. Peserta dari Jurusan Perbankan Syariah dan Akuntansi, Bisnis Digital dan Manajemen Perkantoran, serta Desain Komunikasi Visual mengikuti kegiatan di laboratorium yang telah disiapkan dengan materi yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing.

Kegiatan turut diisi dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan SMK YAPIMDA Jakarta. Kunjungan industri tersebut diharapkan memperluas pengalaman siswa, menumbuhkan keberanian mengeksekusi gagasan, serta mendorong mereka mengembangkan kreativitas dan keterampilan sesuai perubahan teknologi.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional