
19 Proposel yang Diajukan oleh Dosen Universitas berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Tahun Anggaran 2026 dengan rincian: 15 pendanaan Program Penelitian, 1 pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat, 2 pendanaan Program Hilirisasi Riset Prioritas, dan 1 pendanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB).
Pengumuman ini dirilis pada 9 April 2026 melalui mekanisme nasional BIMA dan Hiliriset. Capaian tersebut menunjukkan bahwa dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta tidak hanya aktif dalam riset akademik, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat, penguatan kolaborasi strategis, serta hilirisasi inovasi agar lebih dekat dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Secara nasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyalurkan pendanaan riset dan pengembangan sebesar Rp1,7 triliun untuk 18.215 kegiatan pada 2026. Dari jumlah itu, Program Penelitian mendanai 13.028 proposal, Program Pengabdian kepada Masyarakat 3.328 proposal, Program Hilirisasi Riset Prioritas 925 proposal, dan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak 102 konsorsium. Pemerintah menegaskan bahwa pendanaan ini diarahkan untuk melahirkan solusi nyata, memperkuat ekosistem riset, serta mendorong hasil penelitian agar lebih berdampak bagi pembangunan nasional.
Pada keterangan resminya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada para penerima pendanaan dan menekankan bahwa riset harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Mohammad Fauzan Adziman menegaskan bahwa hibah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat riset, hilirisasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan berdampak.
Pada 2026, Kemdiktisaintek mengumumkan pendanaan riset dan pengembangan senilai Rp1,7 triliun untuk 18.215 kegiatan di perguruan tinggi seluruh Indonesia yang tersebar dalam lima program, yaitu: Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Hilirisasi Riset Prioritas, Riset Konsorsium Unggulan Berdampak, dan Inovasi Seni Nusantara. Universitas Amikom Yogyakarta sendiri berhasil mendapatkan pendanaan di 4 Program, Dengan Rincian sebagai berikut:
Program Penelitian
Program Penelitian merupakan skema pendanaan riset dosen yang dikelola melalui BIMA. Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas riset dosen dan mendorong lahirnya riset dasar maupun terapan yang relevan dengan kebutuhan nyata. Dalam pelaksanaannya, program ini mencakup sejumlah skema, antara lain Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Fundamental, Penelitian Terapan, serta Penelitian Disertasi Doktor. Pada pendanaan 2026, Program Penelitian secara nasional mendanai 13.028 proposal dari 83.284 usulan. Berdasarkan data penerima yang dihimpun, terdapat 15 pendanaan Program Penelitian yang diraih dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta, yaitu:
- Andi Sunyoto — Pengembangan model End-to-End MIM-AVE (Monocular-IMU Amodal Volume Estimation) Network untuk estimasi volume buah non-aksisimetri secara real-time berbasis fusi sensor — Penelitian Disertasi Doktor.
- Andi Sunyoto — CNN–Mamba Dual-Scale Adaptive Network untuk segmentasi pembuluh darah retina dengan preservasi pembuluh mikro dan konektivitas topologi — Penelitian Disertasi Doktor.
- Andi Sunyoto — Deteksi dan segmentasi penyakit daun kentang berbasis deep learning untuk pertanian presisi — Penelitian Fundamental – Reguler.
- Afrig Aminuddin — Pengembangan algoritma otentikasi citra forensik berbasis block mapping dinamis dengan optimasi jarak Euclidean untuk validasi barang bukti digital — Penelitian Fundamental – Reguler.
- Hanif Al Fatta — Pengembangan sistem lipreading berbasis artificial intelligence untuk mendukung komunikasi penyandang gangguan pendengaran — Penelitian Fundamental – Reguler.
- Erfina Nurussa’adah — Perancangan model literasi digital sebagai upaya menjembatani kesenjangan digital lansia di Indonesia — Penelitian Fundamental – Reguler.
- Arief Setyanto — Pengembangan model Vision Transformer dengan adaptive augmentation berbasis generative AI untuk deteksi stres karyawan melalui facial expression recognition — Penelitian Disertasi Doktor.
- Arief Setyanto — Deteksi obyek terkompresi untuk penyemprotan presisi pada pesawat nirawak menggunakan edge computing — Penelitian Terapan – Luaran Prototipe.
- Dony Ariyus — Pengembangan sistem deteksi deepfake hibrida multi-modal untuk mencegah kegagalan deteksi pada video yang telah dimodifikasi — Penelitian Fundamental – Reguler.
- Ika Afianita Suherningtyas — Analisis komparatif perubahan tutupan lahan untuk ketahanan ekonomi kawasan geopark Indonesia: studi kasus Geopark Dieng dan Raja Ampat — Penelitian Fundamental – Reguler.
- Ferian Fauzi Abdulloh — Residual Attention-based Spatio-Temporal Graph Convolutional Network berbasis Non-Euclidean Socio-Economic Embeddings untuk peramalan presisi inflasi regional di Indonesia — Penelitian Fundamental – Reguler.
- Kusrini — Pengembangan seleksi fitur pada representasi graf untuk penyaringan bukti dalam verifikasi fakta berita politik Bahasa Indonesia — Penelitian Disertasi Doktor.
- Kusrini — Penerapan sistem cerdas deteksi pengunjung pantai dan batas zona aman dinamis berbasis near edge mendukung Smart Beach Visitor Safety System — Penelitian Terapan – Luaran Prototipe.
- Nafiatun Sholihah — Pengembangan model deep learning ringan berbasis EfficientNet-Lite untuk deteksi dini penyakit unggas pada smartphone guna mendukung kemandirian peternak rakyat — Penelitian Fundamental – Reguler.
- Yudi Sutanto — Optimasi RSA-PSS dengan anti-replay attack untuk keamanan QR Code pada sistem verifikasi identitas — Penelitian Dosen Pemula.
Program Pengabdian kepada Masyarakat
Program Pengabdian kepada Masyarakat juga dikelola melalui BIMA dan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi. Program ini diarahkan agar hasil riset perguruan tinggi dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan di lapangan, termasuk pada wilayah 3T, kelompok rentan, masyarakat adat, dan desa binaan. Pada pendanaan 2026, secara nasional program ini mendanai 3.328 proposal. Pada skema ini, terdapat 1 dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta yang memperoleh pendanaan, yaitu:
Program Hilirisasi Riset Prioritas
Program Hilirisasi Riset Prioritas dikelola melalui Hiliriset dan berfokus pada percepatan pemanfaatan hasil riset melalui hilirisasi dan transfer teknologi. Secara umum, program ini dirancang agar hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti pada prototipe, tetapi bergerak menuju pemanfaatan yang lebih dekat dengan pengguna, industri, dan pasar. Dalam ekosistem 2026, Hilirisasi Riset Prioritas mencakup skema seperti Ajakan Industri, Dorongan Teknologi, SINERGI, dan inovasi komersial sesuai jalur programnya. Pada 2026, secara nasional program ini mendanai 925 proposal. Pada program ini, terdapat 2 dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta yang memperoleh pendanaan, yaitu:
- Kusrini — LAUNDRY BOX: Sistem Layanan Laundry Berbasis Loker Pintar Terintegrasi AI-IoT — Hilirisasi Riset Prioritas – Inovasi Komersial
- Ferry Wahyu Wibowo — Perangkat Teknologi Pembuatan Pakan Ternak Hidroponik Rumput Barley Berbasis Wireless Sensor Networks dan Internet of Things — Hilirisasi Riset Prioritas – Inovasi Komersial
Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak
Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak atau RIKUB merupakan skema yang mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi dan mitra strategis agar riset menghasilkan luaran yang lebih terintegrasi, terukur, dan dapat dimanfaatkan. Program ini tidak hanya menekankan kebaruan akademik, tetapi juga kekuatan konsorsium, peta jalan pengembangan produk, dukungan mitra, serta potensi dampak nyata dari hasil riset. Pada 2026, secara nasional program ini mendanai 102 konsorsium. Pada program ini, terdapat 1 dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta yang memperoleh pendanaan, yaitu:
- Kusrini — Sumbawa Digital Ranch – Sistem Peternakan Sapi Umbaran Berbasis AI-IoT dengan Integrasi Marketplace Investasi Ternak Digital dan Smart Livestock Tourism — Riset Konsorsium Unggulan Berdampak.
Riset ini dibangun bersama konsorsium lintas perguruan tinggi, yakni Universitas AMIKOM Yogyakarta, Universitas Teknologi Sumbawa, dan ITB STIKOM Bali.
Keberhasilan 18 Penelitian yang dilakukan oleh Dosen Universitas Amikom Yogyakarta yang berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Tahun Anggaran 2026 tersebut menunjukkan kontribusi kampus yang semakin luas dalam ekosistem riset nasional.
Capaian ini bukan hanya mencerminkan produktivitas akademik, tetapi juga memperlihatkan upaya nyata Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam menghubungkan riset dengan kebutuhan masyarakat, penguatan kerja sama strategis, dan pemanfaatan inovasi yang lebih luas. Ke depan, capaian ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk mengembangkan riset dan pengabdian yang relevan, kolaboratif, dan berdampak.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




