
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang melakukan studi banding ke Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai bagian dari persiapan pendirian program magister Informatika dengan skema pendidikan jarak jauh (PJJ), Selasa, 1 September 2026. Pertemuan di Ruang Meeting 1, pukul 10.00–12.00 WIB, membahas kesiapan administrasi, penyelarasan kurikulum, sistem pembelajaran, fasilitas pendukung riset, serta tata kelola dan kerja sama industri.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Kusrini, M.Kom., memberikan gambaran mengenai tantangan pembukaan program PJJ dan kesiapan institusi yang perlu diperhatikan. Ia menekankan pentingnya mencermati pengembangan program baru agar tetap mendukung mutu akademik dan kualitas perguruan tinggi secara menyeluruh.
Kusrini turut menjelaskan berbagai pertimbangan yang perlu disesuaikan dengan kondisi institusi. Gambaran tersebut menjadi masukan bagi pihak tamu untuk memetakan kebutuhan penyelenggaraan sekaligus mengantisipasi tantangan dalam mengembangkan layanan pendidikan jarak jauh.
Delegasi Universitas Putra Indonesia YPTK Padang terdiri atas Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Dr. Rini Sovia, S.Kom., M.Kom.; Kepala LPMI, Dr. Hari Marfalino, S.Kom., M.Kom.; Sekretaris Jurusan Teknik Informatika, Dr. Randy Permana, S.Kom., M.Kom.; serta Dr. Mutiana Pratiwi, S.Kom., M.Kom.
Dalam menyiapkan program tersebut, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang menghimpun referensi mengenai pengusulan izin pendirian program studi kepada Dikti, pemilihan sarana pembelajaran digital, dan penyusunan kurikulum. Keselarasan dengan kurikulum Informatika pada jalur reguler turut menjadi perhatian agar perbedaan metode penyelenggaraan tetap diikuti capaian pembelajaran yang setara.
Pembahasan teknis berlangsung bersama Ketua Program Studi Pendidikan Jarak Jauh Magister Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Dhani Ariatmanto, M.Kom., Ph.D. Melalui diskusi tersebut, delegasi mendalami pengalaman pengelolaan S2 PJJ Informatika, mulai dari persiapan administratif hingga pelaksanaan kegiatan akademik.
“Mereka ingin memahami bagaimana administrasi dan proses pembelajaran di S2 PJJ Informatika. Konteksnya untuk berbagi pengetahuan,” ujar Dhani.
Pertanyaan delegasi mencakup dokumen pendukung yang perlu disiapkan, persyaratan penyelenggaraan, serta kesiapan tempat dan fasilitas. Pembahasan ini membantu pihak tamu melihat hubungan antara kebutuhan pengusulan program dengan dukungan operasional yang harus tersedia ketika kegiatan pendidikan berlangsung.
Pada bidang kurikulum, delegasi menggali struktur pembelajaran S2 PJJ Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, termasuk jumlah semester dan beban satuan kredit semester (SKS). Pengalaman penerapan kurikulum menjadi referensi untuk menghubungkan rancangan akademik dengan pelaksanaan perkuliahan jarak jauh.
Bagi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, penyelarasan kurikulum merupakan bagian penting dalam rencana mendirikan Prpgram PJJ di Universitas mereka. Perubahan dari pembelajaran reguler menuju layanan jarak jauh perlu disertai perencanaan yang menjaga tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan, meskipun mahasiswa menempuh proses belajar melalui cara yang berbeda.
Diskusi juga menyoroti Learning Management System (LMS) atau sistem manajemen pembelajaran yang digunakan di S2 PJJ Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta. Delegasi mempelajari penerapan sistem tersebut sebagai bagian dari dukungan teknologi dalam penyelenggaraan perkuliahan.
Pengenalan LMS melengkapi pembahasan mengenai kurikulum dan administrasi. Ketiganya memberikan gambaran tentang unsur-unsur yang perlu dipersiapkan secara saling terkait: rancangan pendidikan, pengelolaan layanan akademik, dan platform yang mendukung proses pembelajaran.
Agenda studi banding turut mencakup pengelolaan fasilitas laboratorium dan riset mahasiswa. Topik tersebut memperluas pembahasan dari kegiatan perkuliahan menuju dukungan aktivitas ilmiah pada jenjang magister. Praktik tata kelola dan kerja sama industri juga menjadi bagian dari pertukaran wawasan kedua institusi.
Sepanjang pertemuan, delegasi aktif menggali penjelasan mengenai kebutuhan persiapan dan tantangan penyelenggaraan. Diskusi langsung dengan pengelola program memberikan kesempatan untuk memperjelas berbagai hal yang perlu dicermati sebelum rencana pendirian dilanjutkan.
Dhani menegaskan bahwa keterbukaan berbagi pengalaman merupakan bagian dari kemitraan akademik. Perguruan tinggi yang ingin mengembangkan PJJ dapat saling belajar mengenai proses dan tantangan pengelolaannya, termasuk melalui jejaring APTIKOM yang menaungi kedua institusi.
“Jika ada universitas yang ingin memahami proses akademik di S2 PJJ Informatika, kami terbuka untuk berbagi karena kami menganggap mereka sebagai mitra,” jelas Dhani.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal komunikasi yang berkelanjutan. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang dapat terus berdiskusi dengan pengelola S2 PJJ Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta mengenai kebutuhan yang muncul selama persiapan program.
Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat turut menjadi bidang yang berpotensi dijajaki bersama. Melalui komunikasi lanjutan, pertukaran pengalaman dalam studi banding ini diharapkan berkembang menjadi hubungan akademik yang memberi manfaat bagi kedua institusi.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Dhani Ariatmanto




