
Delegasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengikuti kunjungan institusional di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Selasa, 28 April 2026. Melalui diskusi lintas unit, kegiatan tersebut membahas tata kelola akademik, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pembinaan karier dan kewirausahaan mahasiswa, tracer study, penerimaan mahasiswa baru, serta penerapan Outcome-Based Education (OBE).
Rombongan UMKT terdiri atas unsur pimpinan universitas, biro, lembaga, dan direktorat. Delegasi diterima Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas AMIKOM Yogyakarta, Hanif Al Fatta, M.Kom., Ph.D., Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan, Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D., serta perwakilan sejumlah unit kerja.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Mutu, Kemahasiswaan, dan Alumni UMKT, Abdul Halim, S.Pd.,M.Pd.,Ph., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman antara kedua perguruan tinggi.
“Tujuannya agar kita bisa saling berkembang bersama. Sebagai institusi pendidikan, kita tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kami datang untuk bersilaturahmi, belajar, dan saling berbagi pengalaman,” ujar Abdul Halim.
Ia menjelaskan bahwa UMKT ingin mempelajari sejumlah praktik pengelolaan pendidikan dan pengembangan mahasiswa di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program sesuai dengan kebutuhan institusi.
Hanif menyambut kunjungan tersebut sebagai kesempatan bagi kedua universitas untuk bertukar praktik baik. Menurutnya, setiap perguruan tinggi mempunyai pengalaman dan tantangan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
“Semoga diskusi ini bermanfaat dan menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman,” ujar Hanif.
Pembahasan akademik menyoroti pelaksanaan RPL, pembentukan kelas khusus, dan pengembangan pembelajaran jarak jauh. RPL memungkinkan pengalaman belajar maupun kompetensi yang telah dimiliki seseorang diakui melalui proses penilaian sesuai ketentuan akademik.
Peserta berdiskusi mengenai pengelolaan mahasiswa RPL agar tetap memenuhi capaian pembelajaran dan standar pendidikan yang berlaku. Penyelenggaraan kelas dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, tetapi mutu pembelajaran dan proses evaluasinya perlu tetap dijaga.
Diskusi kemudian membahas persiapan karier mahasiswa dan pelaksanaan tracer study. Universitas AMIKOM Yogyakarta menjelaskan bahwa pembinaan karier dilakukan sejak mahasiswa berada pada semester awal melalui pemetaan kebutuhan, lokakarya karier, pengujian keterampilan kerja, serta pendampingan.
“Intervensi karier jangan dilakukan menjelang wisuda karena sudah terlambat. Persiapan perlu dimulai sejak mahasiswa berada di semester pertama,” jelas perwakilan Direktorat Business Placement Center dan Alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Alumni turut dilibatkan sebagai pelatih dan mentor untuk membagikan pengalaman kerja kepada mahasiswa. Keterlibatan tersebut membantu mahasiswa memahami kebutuhan industri, membangun jejaring, dan mempersiapkan kompetensi sebelum menyelesaikan pendidikan.
Pengumpulan data tracer study dilakukan melalui koordinasi antara unit pengelola alumni, program studi, dosen, mahasiswa, dan tim teknologi informasi. Komunikasi kepada alumni dilaksanakan melalui berbagai saluran, termasuk aplikasi percakapan dan media sosial, untuk meningkatkan partisipasi serta memperoleh data yang dapat digunakan dalam evaluasi pendidikan.
Pada bidang kewirausahaan, Direktur Direktorat Innovation Center Universitas AMIKOM Yogyakarta, Drs. Asro Nasiri, M.Kom., menjelaskan pembinaan mahasiswa melalui mata kuliah, pendampingan bisnis, pelatihan intensif, kompetisi, dan kegiatan penjualan produk.
Mahasiswa memperoleh ruang untuk mengenali potensi, menguji gagasan, dan mengembangkan produk maupun layanan. Alumni, pendiri perusahaan rintisan, dan pelaku usaha juga dapat dilibatkan sebagai mentor agar pembelajaran terhubung dengan pengalaman bisnis secara langsung.
“Kewirausahaan tidak cukup berhenti pada teori. Mahasiswa perlu diberi ruang untuk menguji ide, menjual produk, mengikuti kompetisi, dan belajar dari alumni maupun pelaku usaha,” jelas Asro.
Arief turut menjelaskan penerapan OBE di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Pendekatan tersebut telah digunakan pada sebagian besar program studi dan didukung sistem informasi untuk membantu pengelolaan capaian pembelajaran, proses evaluasi, serta dokumentasi akademik.
Pertemuan tersebut juga membuka pembahasan mengenai peluang kegiatan bersama dalam pendidikan, penelitian, pengembangan mahasiswa, dan pertukaran pengalaman pengelolaan institusi. Bentuk kolaborasi selanjutnya masih memerlukan pembahasan sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing perguruan tinggi.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama. Kunjungan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antara UMKT dan Universitas AMIKOM Yogyakarta sekaligus mendorong pengembangan tata kelola akademik, layanan karier, kewirausahaan, dan mutu pendidikan.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




