Sekitar 300 siswa kelas X SMK Negeri 1 Widang, Tuban, mengikuti kunjungan edukatif di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Rabu, 29 April 2026. Melalui pemaparan materi dan tur kampus, kegiatan tersebut memberikan wawasan mengenai pendidikan tinggi, persiapan karier, fasilitas pembelajaran, serta perkembangan industri kreatif digital.
Rombongan terdiri atas siswa dari kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU). Para siswa didampingi guru dalam perjalanan dari Tuban menuju Yogyakarta yang ditempuh selama kurang lebih delapan jam.
Materi disampaikan oleh Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional (DKUI) Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom. Ia memperkenalkan sejarah perkembangan universitas, program studi, fasilitas, pilihan karier, karya mahasiswa, dan ekosistem industri kreatif digital.
Andra menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa dan fasilitas yang masih terbatas. Universitas tersebut kemudian berkembang secara bertahap melalui pembangunan fasilitas, penguatan pendidikan, serta pengembangan kegiatan industri.
Perjalanan tersebut menjadi pesan motivasi agar siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan maupun pandangan negatif dari lingkungan sekitar. Mereka didorong berani mempunyai cita-cita dan membuktikan kemampuan melalui proses belajar serta prestasi.
“Semakin kita dihina dan diejek, kita harus semakin membuktikan bahwa kita mampu tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar,” ujar Andra.
Para siswa kemudian diajak mempersiapkan tiga pilihan setelah lulus dari SMK, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha. Setiap pilihan memerlukan perencanaan serta penguatan keterampilan sejak masih berada di bangku sekolah.
Siswa yang ingin bekerja perlu mengenali perusahaan dan bidang pekerjaan yang dituju. Mereka juga harus mencari informasi mengenai kompetensi yang dibutuhkan agar dapat mengembangkan kemampuan teknis maupun nonteknis sebelum lulus.
Sementara itu, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan perlu mengenali minat dan memetakan program studi yang sesuai. Persiapan tersebut dapat membantu mereka menghindari kesalahan dalam menentukan bidang pendidikan yang berpotensi merugikan waktu dan biaya.
“Tentukan dan persiapkan dari sekarang. Jika ingin bekerja, cari tahu perusahaan yang dituju dan keterampilan yang dibutuhkan. Jika ingin kuliah, petakan program studi yang kalian sukai,” jelas Andra.
Peserta memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan 18 program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Sejumlah bidang berkaitan dengan kompetensi siswa, seperti informatika, sistem informasi, teknologi informasi, teknik komputer, pengembangan perangkat lunak, jaringan, animasi, game, dan multimedia.
Bagi siswa TKJ, bidang informatika, teknik komputer, jaringan, keamanan digital, dan pengembangan perangkat lunak dapat menjadi pilihan pendidikan lanjutan. Sementara itu, siswa TPTU dapat memperluas kompetensi melalui penerapan teknologi digital, perangkat berbasis sensor, sistem cerdas, dan Internet of Things.
Para siswa turut dikenalkan dengan fasilitas pembelajaran, antara lain laboratorium pemrograman, laboratorium multimedia, laboratorium jaringan, laboratorium animasi, ruang kelas internasional, perpustakaan, dan Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta. Mereka juga memperoleh gambaran mengenai laboratorium komputer yang mendukung pengembangan aplikasi, simulasi, animasi, dan game.
Andra kemudian menjelaskan ekosistem industri kreatif di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta. Ekosistem tersebut mencakup penyiaran televisi dan radio, pengembangan perangkat lunak, layanan internet dan jaringan, produksi film dan animasi, teknologi imersif, pengembangan drone, serta perusahaan rintisan.
Pengenalan tersebut memberikan gambaran bahwa pengetahuan di bidang teknologi dapat dikembangkan menjadi produk dan layanan. Mahasiswa dapat membangun portofolio melalui pembuatan aplikasi, situs web, animasi, game, film, konten digital, maupun solusi teknologi untuk masyarakat.
Peserta juga menyaksikan sejumlah karya audiovisual yang dikembangkan dalam ekosistem kreatif Universitas AMIKOM Yogyakarta, termasuk trailer film Kinara-Rejo dan animasi tiga dimensi Ajisaka. Tayangan tersebut memperlihatkan proses pengembangan ide, teknologi, kreativitas, dan cerita menjadi sebuah karya.
Andra turut memperkenalkan keterlibatan alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Selain bekerja di industri film, sejumlah mahasiswa dan alumni juga mengembangkan karier sebagai kreator konten, animator, pengembang game, pekerja lepas, dan wirausahawan digital.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tur kampus untuk melihat fasilitas serta infrastruktur teknologi. Kunjungan kemudian diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama.
Kunjungan edukatif tersebut diharapkan membantu siswa SMK Negeri 1 Widang mengenali pilihan pendidikan dan karier, memahami penerapan teknologi dalam industri kreatif, serta semakin termotivasi untuk mengembangkan keterampilan sejak dini.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional





