
Yogyakarta, 21 Juli 2026 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta menetapkan tiga dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai nominator Anugerah Saintek Tahun 2026. Penetapan yang diumumkan pada 17 Juli 2026 tersebut diberikan kepada Prof. Dr. Kusrini, S.Kom., M.Kom., Prof. Dr. Ema Utami, S.Si., M.Kom., dan Afrig Aminuddin, S.Kom., M.Eng., Ph.D., berdasarkan rekam jejak serta kontribusi mereka dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Prof. Dr. Kusrini, S.Kom., M.Kom. dan Prof. Dr. Ema Utami, S.Si., M.Kom. masuk dalam nominasi Anugerah Ilmuwan Senior Terbaik di Bidang STEM. Sementara itu, Afrig Aminuddin, S.Kom., M.Eng., Ph.D. menjadi nominator Anugerah Ilmuwan Muda Terbaik di Bidang STEM. Ketiganya menjadi bagian dari daftar dosen perguruan tinggi swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diusulkan LLDIKTI Wilayah V pada Anugerah Saintek 2026.
Prof. Dr. Kusrini, S.Kom., M.Kom.
Prof. Dr. Kusrini, S.Kom., M.Kom. saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta. Guru besar yang aktif mengajar sejak 2003 tersebut memiliki bidang keahliannya mencakup kecerdasan artifisial, computer vision, sistem pendukung keputusan, data mining, dan basis data. Produktivitas ilmiahnya tercermin melalui h-index 9 pada Scopus dan 33 pada Google Scholar. Di luar kampus, Prof. Kusrini aktif memperluas jejaring riset sebagai Sekretaris Jenderal Cooperation Research Inter University serta Koordinator Bidang Pembelajaran Jarak Jauh dan MOOC APTIKOM Pusat.
Selain menjalankan kepemimpinan akademik, ia terlibat dalam berbagai penelitian yang menghubungkan pengembangan teknologi dengan persoalan di masyarakat dan sektor industri. Pada 2026, sejumlah penelitian yang melibatkan Prof. Kusrini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Salah satunya adalah Sumbawa Digital Ranch, yaitu pengembangan sistem peternakan sapi umbaran berbasis kecerdasan artifisial dan Internet of Things yang terintegrasi dengan pemantauan ternak, investasi digital, serta pengembangan wisata peternakan. Riset konsorsium tersebut dipimpin Prof. Kusrini dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra usaha.
Mengenal Peraih Pendanaan Kemdiktisaintek 2026, Sumbawa Digital Ranch
Prof. Kusrini juga mengembangkan Smart Beach Visitor Safety System, sebuah sistem yang memanfaatkan kamera berbasis kecerdasan artifisial untuk memantau pengunjung pantai dan mengidentifikasi batas zona aman secara dinamis. Penelitian lainnya mengkaji penyaringan bukti dalam verifikasi fakta berita politik berbahasa Indonesia serta pengembangan layanan laundry berbasis loker pintar yang terintegrasi dengan AI dan IoT.
Mengenal Nominee APICTA 2025, Inovasi Keselamatan Pantai Smart Bevisat
Prof. Dr. Ema Utami, S.Si., M.Kom.,
Nominator berikutnya, Prof. Dr. Ema Utami, S.Si., M.Kom., merupakan Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas AMIKOM Yogyakarta. Bidang risetnya mencakup kecerdasan artifisial, basis data, pemrosesan bahasa alami, dan sains data. Produktivitas dan dampak penelitiannya tercatat melalui SINTA Score keseluruhan sebesar 7.645 dan skor tiga tahun terakhir sebesar 1.243.
Rekam jejak tersebut diperkuat dengan keberhasilannya memimpin Universitas AMIKOM Yogyakarta memperoleh pendanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak 2025 serta masuk dalam jajaran peneliti terbaik LLDIKTI Wilayah V berdasarkan pemeringkatan SINTA pada 2020. Kontribusinya juga terlihat melalui Program Kosabangsa 2024 di Desa Bleberan, Gunungkidul, yang mengembangkan teknologi pengolahan air berkesadahan tinggi menjadi layak minum sekaligus mendukung wisata edukasi dan ekonomi kreatif masyarakat.
Salah satu riset yang dipimpin Prof. Ema adalah pengembangan sistem machine learning untuk korpus Bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo atau SaSaMBo. Penelitian yang memperoleh pendanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak 2025 tersebut melibatkan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Universitas Bumigora, dan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tim mengembangkan korpus digital yang memuat teks, audio, manuskrip yang diproses dengan teknologi pengenalan karakter, serta informasi sosial dan kebahasaan para penutur.
Selain riset bahasa, Prof. Ema juga memimpin penelitian yang meningkatkan metode YOLOv8 dengan OpenCV untuk membantu deteksi objek dan estimasi jarak bagi penyandang tunanetra. Ia turut mengembangkan kajian mengenai korpus bahasa Indonesia beranotasi, klasifikasi informasi di media sosial, serta pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan.
Afrig Aminuddin, S.Kom., M.Eng., Ph.D.
Afrig Aminuddin, S.Kom., M.Eng., Ph.D. menjadi perwakilan Universitas AMIKOM Yogyakarta pada kategori Anugerah Ilmuwan Muda Terbaik di Bidang STEM. Afrig merupakan dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dengan fokus penelitian pada pengolahan citra, autentikasi citra digital, dan forensika digital.
Pada 2026, Afrig memperoleh pendanaan Program Penelitian Fundamental Reguler untuk riset pengembangan algoritma autentikasi citra forensik berbasis pemetaan blok dinamis. Penelitian tersebut bertujuan mendeteksi bagian citra yang telah dimanipulasi dan membantu mengembalikan bagian tersebut mendekati kondisi awalnya. Pengembangan ini relevan dengan kebutuhan pemeriksaan integritas gambar digital, termasuk gambar yang digunakan sebagai bukti dalam proses forensik.
Mengenal Peraih Pendanaan Kemdiktisaintek 2026, Kembangkan Autentikasi Citra Forensik
Riset tersebut merupakan kelanjutan dari studi doktoral Afrig di Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah. Dalam disertasinya, Afrig mengembangkan metode autentikasi dan pemulihan mandiri pada citra digital menggunakan teknik image inpainting dan fragile watermarking.
Menuju Puncak Anugerah Saintek 2026
Anugerah Saintek Tahun 2026 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada ilmuwan, peneliti, dosen, praktisi akademik, dan perguruan tinggi yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi. Program ini terdiri atas Anugerah Saintek Bidang STEM, Anugerah Saintek Bidang Inovasi Sosial Humaniora, dan SINTA Award.
Dalam kategori Ilmuwan Muda STEM, tim penilai mempertimbangkan capaian publikasi dan sitasi, inovasi yang telah dimanfaatkan, paten atau kekayaan intelektual, pendanaan riset kompetitif, serta penghargaan dan rekognisi ilmiah. Untuk kategori Ilmuwan Senior STEM, penilaian juga mencakup kepemimpinan ilmiah dan rekam jejak pembimbingan mahasiswa pascasarjana.
Melalui pengumuman resminya, LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta menyampaikan harapan agar nominasi tersebut dapat mendorong budaya riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
“Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.”
Setelah tahap nominasi, kandidat melengkapi borang dan dokumen pendukung melalui sistem Anugerah Saintek. Tim penilai kemudian melakukan verifikasi, penilaian, penetapan finalis, dan fact finding sebelum menentukan penerima penghargaan melalui sidang pleno.
Penyerahan penghargaan Anugerah Saintek dan SINTA Award Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara puncak pada 20–31 Agustus 2026. Kehadiran tiga dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam daftar nominator diharapkan dapat memperkuat semangat sivitas akademika untuk terus menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagaimana disampaikan LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta dalam pengumumannya, pencapaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




