Siswa kelas VIII dan IX SMP Negeri 1 Depok mengikuti kunjungan edukatif di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membekali siswa dengan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi, produksi konten media sosial, podcast, pilihan pendidikan, dan industri kreatif digital.
Kepala SMP Negeri 1 Depok, Lilik Supomo, S.Pd, menyampaikan bahwa teknologi digital dapat mendukung siswa dalam meraih cita-cita apabila digunakan secara tepat. Sebaliknya, penggunaan teknologi tanpa kendali berpotensi menghambat perkembangan dan tujuan mereka.
“Teknologi digital dapat menjadi hal yang luar biasa untuk menggapai cita-cita kalian, tetapi juga bisa menggagalkan cita-cita yang ada dalam diri kalian,” ujar Lilik.
Ia mengajak para siswa mengikuti kegiatan dengan aktif dan memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi bersama narasumber. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan membantu siswa menggunakan teknologi dalam pembelajaran maupun kegiatan kokurikuler di sekolah.
Kepala Sub Direktorat Kehumasan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Puji Ariningsih, S.E., kemudian mengajak peserta mengikuti aktivitas interaktif untuk membayangkan masa depan mereka. Para siswa berswafoto dan menuliskan pesan mengenai cita-cita yang ingin dicapai dalam lima tahun mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, sejumlah siswa menyampaikan keinginan menjadi musisi, dokter, wirausahawan, dan mahasiswa. Aktivitas tersebut mendorong peserta mulai mengenali minat, menentukan tujuan, serta memanfaatkan media digital untuk mendukung proses pengembangan diri.
Staf DKUI Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom., turut memperkenalkan sejarah perkembangan Universitas AMIKOM Yogyakarta, program studi, fasilitas pembelajaran, peluang karier, dan ekosistem industri kreatif digital.
Yusnia menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa. Perkembangan tersebut disampaikan sebagai motivasi agar para siswa berani memiliki cita-cita besar, mengenali bidang yang diminati, dan mempersiapkan pilihan pendidikan sejak dini.
Para peserta juga memperoleh gambaran mengenai hubungan antara pendidikan, teknologi, dan industri kreatif. Berbagai bidang seperti informatika, sistem informasi, animasi, produksi film, penyiaran, pengembangan perangkat lunak, dan kewirausahaan digital dapat menjadi pilihan pembelajaran maupun karier pada masa mendatang.
Materi mengenai produksi konten dan media digital disampaikan oleh Staf Podcast dan Media Sosial DKUI Universitas AMIKOM Yogyakarta, Baharuddin Ngamar Yusuf, S.I.Kom. Ia menjelaskan bahwa konten digital dapat berbentuk teks, gambar, video, audio, dan animasi yang disebarluaskan melalui situs web, Instagram, TikTok, YouTube, maupun podcast.
“Media digital penting karena membantu kita memperoleh dan menyampaikan informasi dengan cepat, menyalurkan kreativitas, membangun komunikasi, serta memperkenalkan karya dan prestasi kepada masyarakat secara luas,” jelas Baharuddin.
Menurut Baharuddin, produksi konten perlu diawali dengan memahami audiens dan menyusun strategi. Tahapan berikutnya mencakup penentuan ide, penulisan naskah, pengambilan gambar atau suara, penyuntingan, publikasi, serta evaluasi terhadap respons audiens.
Konten yang baik juga perlu bersifat informatif, kreatif, konsisten, responsif, dan berbasis data. Evaluasi jumlah penonton, tanggapan, serta interaksi pengguna dapat membantu kreator memahami kebutuhan audiens dan mengembangkan konten berikutnya.
“Konten berasal dari pesan yang benar, format yang menarik, publikasi yang konsisten, dan evaluasi. Dari sana, kita dapat mengetahui bagaimana konten tersebut perlu dikembangkan,” ujar Baharuddin.
Peserta kemudian dikenalkan dengan dasar-dasar produksi podcast dan siaran langsung. Sebelum melakukan produksi, kreator perlu menentukan tujuan, sasaran pendengar, tema, durasi, susunan pembahasan, peralatan, serta pembagian tugas dalam tim.
Sebuah produksi podcast dapat melibatkan pembawa acara, narasumber, penulis naskah, operator kamera, penata suara, serta operator perangkat lunak siaran. Sementara itu, peralatan yang digunakan dapat berupa mikrofon, kamera, komputer, mixer atau sound card, dan perangkat pengatur tayangan.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan tur kampus untuk melihat sejumlah fasilitas pembelajaran dan unit industri kreatif di lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat menghubungkan materi yang diterima dengan penerapannya dalam produksi media, penyiaran, podcast, teknologi informasi, dan pengembangan karya digital.
Kunjungan edukatif tersebut diharapkan membantu siswa SMP Negeri 1 Depok semakin bijak menggunakan teknologi, berani mengembangkan kreativitas, serta mulai merencanakan pendidikan dan cita-cita mereka.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional





