
Business Placement Center dan Alumni (BPC) Universitas AMIKOM Yogyakarta kembali menghadirkan INTERPENSI (Interaksi Penuh Inspirasi) sebagai program podcast inspiratif yang dirancang untuk menjadi ruang berbagi gagasan, refleksi, dan motivasi bagi mahasiswa, alumni, serta masyarakat luas. Dikemas dalam format obrolan santai namun berbobot, program ini menjadi salah satu inisiatif BPC untuk menghadirkan konten yang tidak hanya relevan dengan pengembangan karier, tetapi juga menyentuh isu-isu yang dekat dengan realitas generasi muda, mulai dari tekanan dunia kerja, pencarian arah hidup, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan yang terus meningkat.
R. Widya Henisaputri: Career Development & Mental Health in Workplace
Pada episode kelimanya, INTERPENSI menghadirkan R. Widya Henisaputri, S.Kom., M.Psi untuk membahas tema “Career Development & Mental Health in Workplace.” Dalam perbincangan tersebut, Widya menyoroti fenomena generasi muda yang sangat ambisius dalam mengejar karier, tetapi di saat yang sama mudah merasa lelah, cemas, bahkan kehilangan arah. Menurutnya, persoalan ini sering muncul karena banyak orang memaknai karier hanya sebatas jabatan, gaji, atau simbol kesuksesan dari luar. Padahal, ia menegaskan bahwa “karier itu adalah perjalanan identitas,” yaitu proses panjang untuk mengenali diri, memahami tujuan, dan bertumbuh secara utuh, bukan sekadar perlombaan untuk cepat sampai.
R. Widya Henisaputri sendiri memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang pengembangan karier dan kesehatan mental mahasiswa. Ia berkiprah di salah satu universitas swasta di Kota Batam, yaitu Universitas Universal, dengan peran yang tidak hanya berfokus pada pusat karier, tetapi juga pada biro kemahasiswaan dan alumni. Selain itu, Widya juga aktif sebagai konselor mahasiswa serta dosen, sehingga memiliki pengalaman yang utuh dalam mendampingi mahasiswa, fresh graduate, hingga individu yang sedang berproses memasuki dunia kerja.
Widya menjelaskan bahwa sebelum masuk ke dunia kerja, mahasiswa perlu lebih dulu mengenali dirinya sendiri. Self awareness, career clarity, dan skill adaptability menjadi bekal penting agar seseorang tidak mudah goyah ketika berhadapan dengan realitas industri yang penuh tekanan. Ia menilai kecemasan terhadap masa depan sangat wajar, terutama ketika generasi muda terus-menerus terpapar informasi tentang persaingan kerja, standar hidup, dan ekspektasi sosial yang tinggi. Namun, kecemasan itu dapat dikurangi ketika seseorang tahu apa yang sudah dimiliki, apa yang masih perlu dikembangkan, dan ke mana arah yang ingin dituju. Dalam penjelasannya, Widya juga mengingatkan bahwa “karier tanpa self awareness itu sama seperti kita jalan, tapi nggak tahu mau ke mana,” sehingga perjalanan menjadi terasa berat, melelahkan, dan mudah kehilangan makna.
Widya juga menyoroti persoalan yang sangat dekat dengan mahasiswa dan fresh graduate, yakni tekanan ekonomi, rasa tertinggal, serta tuntutan menjadi penopang keluarga. Menurutnya, tidak semua keputusan dalam hidup bisa memberikan hasil yang sepenuhnya ideal. Karena itu, ketika seseorang berada di persimpangan antara mengejar penghasilan, kedekatan dengan keluarga, atau stabilitas hidup, hal yang perlu dilakukan adalah memetakan tujuan, melihat plus dan minus dari setiap pilihan, lalu mendiskusikannya dengan orang-orang terdekat.
Ia menekankan bahwa setiap keputusan selalu memiliki konsekuensi, tetapi keputusan yang diambil dengan sadar akan jauh lebih sehat secara psikologis dibandingkan keputusan yang lahir dari tekanan semata. Dalam konteks ini, Widya mengingatkan bahwa “produktif tanpa kesehatan mental yang cukup itu akan menjadi bom waktu,” sebab ambisi yang terus dipaksakan tanpa batas justru dapat menguras energi, menurunkan daya tahan mental, dan membuat seseorang kehilangan rasa syukur atas apa yang sudah dimiliki.
Menutup perbincangan, Widya mengingatkan bahwa kesuksesan tidak ada artinya bila harus dibayar dengan runtuhnya kesehatan mental. “Karier itu maraton, bukan sprint,” menjadi pesan utama yang ia sampaikan, sembari mengajak audiens untuk membangun karier secara sadar, bertahap, dan tetap sehat dalam setiap prosesnya.
Bagi audiens yang ingin menyimak pembahasan lengkapnya, video podcast INTERPENSI dapat ditonton lebih lanjut melalui tautan YouTube berikut ini:
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Puji Ariningsih




