BPC Podcast Interpensi 01 – Kusnawi, S.Kom., M.Eng

18 March 2026 | Berita Utama

Business Placement Center dan Alumni (BPC) Universitas AMIKOM Yogyakarta menghadirkan INTERPENSI (Interaksi Penuh Inspirasi) sebagai program podcast inspiratif yang dirancang untuk menjadi ruang berbagi gagasan, refleksi, dan motivasi bagi mahasiswa, alumni, serta masyarakat luas. Dikemas dalam format obrolan santai namun berbobot, program ini menjadi salah satu inisiatif BPC untuk menghadirkan konten yang tidak hanya relevan dengan pengembangan karier, tetapi juga menyentuh sisi nilai, karakter, dan penguatan diri. Dalam momentum Ramadan, INTERPENSI hadir sebagai teman ngabuburit virtual yang mengajak audiens menikmati diskusi penuh makna melalui siaran langsung di kanal digital BPC.

Kusnawi : Ojo Bosen Dadi Wong APIK

Pada episode perdananya, INTERPENSI menghadirkan Kusnawi, S.Kom., M.Eng., Direktur Business Placement Center dan Alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta, dengan pembahasan bertema “Ojo Bosen Dadi Wong APIK.” Dalam perbincangan tersebut, Kusnawi menekankan bahwa menjadi pribadi baik bukan sekadar soal sikap ramah atau sopan santun, tetapi juga tentang kemampuan menjaga integritas, terus berkembang, serta tetap membawa manfaat di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Melalui tema ini, ia mengajak audiens untuk memaknai kebaikan bukan sebagai slogan, melainkan sebagai karakter yang harus dijaga secara konsisten.

Menurut Kusnawi, istilah APIK dapat dimaknai sebagai rangkaian nilai penting yang perlu dimiliki setiap individu, yakni adaptif, proaktif, produktif, inovatif, dan kreatif. Ia menjelaskan bahwa di tengah perubahan zaman yang sangat cepat, seseorang tidak cukup hanya menjadi baik dalam arti umum, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri, terus belajar, dan membangun kapasitas agar tetap relevan. “Jangan pernah bosan berbuat kebaikan,” menjadi semangat utama yang ia sampaikan, terutama ketika seseorang harus menghadapi tantangan, tekanan, maupun penilaian orang lain yang berbeda-beda. Baginya, pribadi yang adaptif akan lebih siap bertahan, sementara pribadi yang proaktif dan produktif akan lebih mampu menciptakan nilai nyata dalam kehidupan.

Lebih jauh, Kusnawi menyoroti bahwa tantangan menjadi “wong apik” justru muncul ketika seseorang sudah berusaha berbuat baik, tetapi masih disalahpahami, diremehkan, atau bahkan dimanfaatkan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebaikan tidak seharusnya diukur dari respons orang lain, melainkan dari niat, konsistensi, dan manfaat yang dihasilkan. Dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial, ia mengingatkan bahwa proses tetap lebih penting daripada sekadar melihat hasil akhir. “Mengalah itu belum tentu kalah,” ujarnya, seraya menjelaskan bahwa kebijaksanaan dalam bersikap sering kali justru menjadi kekuatan terbesar seseorang dalam menjaga integritas tanpa harus kehilangan pendirian.

Pada bagian akhir, Kusnawi mengajak generasi muda untuk tidak terjebak oleh ukuran sukses yang semu, terutama yang kerap dibentuk oleh media sosial. Menurutnya, kemampuan menyaring informasi, menjaga fokus, dan tetap berada pada tujuan hidup adalah bagian penting dari perjalanan menjadi pribadi APIK. Ia menutup pesannya dengan penekanan bahwa konsistensi adalah kunci: terus berjalan meskipun gagal, terus belajar meskipun tertinggal, dan terus berbuat baik meskipun belum selalu dihargai. “Kalau dipanggil belum tentu dipilih, tapi kalau dipilih pasti dipanggil,” ungkapnya, menegaskan bahwa kualitas diri dan karakter yang terbangun dengan baik pada akhirnya akan menjadi pembeda.

Bagi audiens yang ingin menyimak pembahasan lengkapnya, video podcast INTERPENSI dapat ditonton lebih lanjut melalui tautan YouTube berikut ini :

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Puji Ariningsih