
Siswa kelas VII SMP Islam Al-Hadi Sukoharjo mengikuti kunjungan edukatif di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Selasa, 15 September 2026, pukul 08.00 WIB. Melalui pengenalan lingkungan perguruan tinggi, teknologi, program pendidikan, dan industri kreatif, kegiatan tersebut membantu peserta memperoleh gambaran awal mengenai pilihan pendidikan serta profesi pada masa depan.
Perwakilan SMP Islam Al-Hadi Sukoharjo, Novia Permatasari, menjelaskan bahwa kunjungan ke perguruan tinggi diberikan sejak dini agar para siswa memiliki wawasan yang lebih luas sebelum menentukan pendidikan lanjutan. Pengalaman tersebut juga diharapkan membantu peserta mengenali beragam bidang yang dapat dipelajari sesuai minatnya.
“Mudah-mudahan hari ini anak-anak dapat menyerap banyak ilmu, semakin luas wawasannya, dan memperoleh banyak masukan,” ujar Novia.
Ia mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperhatikan materi dan mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Meskipun masih berada di kelas VII, pengenalan mengenai perguruan tinggi dapat menjadi langkah awal untuk membangun cita-cita dan mempersiapkan pilihan pendidikan secara bertahap.
Sambutan sekaligus materi dari Universitas AMIKOM Yogyakarta disampaikan oleh Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom. Ia memperkenalkan perjalanan Universitas AMIKOM Yogyakarta yang berkembang secara bertahap dari institusi dengan jumlah mahasiswa terbatas menjadi universitas dengan beragam bidang pendidikan berbasis teknologi, ekonomi kreatif, dan kewirausahaan.
Peserta memperoleh gambaran mengenai sejumlah program studi, fasilitas pembelajaran, kegiatan mahasiswa, beasiswa, serta peluang pengembangan kompetensi. Yusnia menjelaskan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan organisasi, kompetisi, magang, proyek, dan komunitas.
Pengenalan fasilitas dilakukan melalui materi audiovisual yang menampilkan laboratorium, ruang sinema, fasilitas produksi multimedia, ruang kerja bersama, serta laboratorium yang mendukung pengembangan aplikasi, animasi, dan permainan digital. Penjelasan tersebut membantu siswa memahami bahwa teknologi dapat dipelajari melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kunjungan juga mengenalkan berbagai profesi di bidang teknologi dan industri kreatif, seperti pemrogram, animator, perancang permainan digital, penyiar, pembuat konten, dan pengembang bisnis. Peserta diajak melihat bahwa kegemaran menggunakan perangkat digital dapat dikembangkan menjadi kemampuan untuk menciptakan karya.
Sejumlah karya mahasiswa dan alumni turut diperkenalkan, termasuk keterlibatan alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Peserta juga menyaksikan pengenalan film animasi Battle of Surabayadan trailer Ajisaka sebagai contoh pengembangan cerita, budaya, teknologi, dan kreativitas menjadi karya audiovisual.
Melalui pengenalan tersebut, siswa memperoleh gambaran bahwa sebuah karya tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Proses kreatif juga memerlukan gagasan, riset, komunikasi, kerja sama, dan keberanian untuk terus belajar.
Yusnia berharap wawasan yang diperoleh selama kunjungan dapat dibawa pulang dan dibagikan kepada teman-teman lainnya. Ia juga mendorong siswa untuk tetap tekun belajar serta mulai mengenali bidang yang sesuai dengan minat dan cita-citanya.
“Semoga banyak wawasan positif yang dapat teman-teman ambil dan semoga seluruh cita-citanya dapat tercapai serta menjadi orang yang bermanfaat,” pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama antara SMP Islam Al-Hadi Sukoharjo dan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi pengalaman awal yang membantu siswa melihat hubungan antara pendidikan, perkembangan teknologi, kreativitas, dan pilihan profesi pada masa depan.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




