MoU Empat Perguruan Tinggi, Dorong Pengembangan Digital Twin

22 September 2026 | UMUM

Universitas AMIKOM Yogyakarta bersama Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Katolik Soegijapranata membangun kolaborasi riset melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang pengembangan dan pemanfaatan Digital Twin. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi empat perguruan tinggi untuk mengembangkan penelitian bersama dengan menggabungkan berbagai bidang keilmuan.

Penandatanganan melibatkan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D.; Ketua Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas AMIKOM Yogyakarta Hanif Al Fatta, M.Kom., Ph.D.; serta Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Katolik Soegijapranata Prof. Dr. Ridwan Sanjaya, S.E., S.Kom., MS.IEC.

MoU tersebut berfokus pada penelitian dan pengembangan Digital Twin beserta teknologi pendukungnya. Digital Twin merupakan representasi digital dari objek atau sistem fisik yang dapat diperbarui menggunakan data aktual. Teknologi ini dapat digunakan untuk melakukan pemantauan, simulasi, prediksi, dan evaluasi sebelum keputusan diterapkan pada objek atau lingkungan sebenarnya.

Ruang lingkup kolaborasi meliputi pengembangan model dan sistem untuk mendukung efisiensi, optimasi, prediksi, serta pengambilan keputusan operasional. Para pihak juga akan mendorong pemanfaatan data, sistem informasi, dan infrastruktur teknologi yang relevan dengan kebutuhan penelitian.

Kolaborasi ini juga mencakup penyelenggaraan seminar, lokakarya, pelatihan, dan focus group discussion. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengembangkan kompetensi dosen, peneliti, mahasiswa, tenaga ahli, serta sumber daya manusia lain yang terlibat dalam penelitian Digital Twin.

Selain pengembangan teknologi, kesepakatan tersebut membuka ruang untuk pengujian, validasi, dan evaluasi hasil penelitian. Produk dan inovasi yang dihasilkan selanjutnya dapat diterapkan sesuai kebutuhan serta kesiapan masing-masing pihak.

Kusnawi, S.Kom., M.Eng., Dosen dan peneliti dari Universitas AMIKOM Yogyakarta yang juga mengembangkan riset di bidang Digital Twin menjelaskan bahwa gagasan kolaborasi muncul dari penelitian yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi. Hasil penelitian tersebut kemudian dibahas melalui seminar diseminasi dan focus group discussionbersama para akademisi.

“Setelah penelitian ini selesai, kerja sama antarempat perguruan tinggi tetap dapat berjalan. Tujuannya untuk menjaga kontinuitas penelitian bersama, terutama dalam bidang Digital Twin dan pengembangan teknologinya,” ujar Kusnawi.

Mengenal Digital Twin, Kembaran Digital Dunia Nyata

Riset Kusnawi sendiri secara khusus membahas optimasi konsumsi bahan bakar haul truck pada pertambangan terbuka. Penelitian tersebut tidak sekadar mengamati perilaku pengemudi dump truck, tetapi mengembangkan kerangka yang menggabungkan Digital Twin dan reinforcement learning dengan mempertimbangkan perilaku berkendara, dinamika kendaraan, dan kondisi operasional.

Melalui Digital Twin, kondisi kendaraan direpresentasikan dalam lingkungan simulasi menggunakan data telematika historis. Model tersebut mempelajari keterkaitan antara pola berkendara—termasuk pengaturan kecepatan, akselerasi, pengereman, dan manuver kendaraan—dengan konsumsi bahan bakar.

Dalam Penelitian tersebut, Kusnawi juga Melibatkan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) sebagai mitra industri. Menurut Kusnawi, model yang dikembangkan telah menjalani User Acceptance Test bersama pihak PAMA dan dinilai sesuai dengan kondisi serta kebutuhan yang dihadapi perusahaan.

Dalam penelitian tersebut, Kusnawi turut melibatkan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) sebagai mitra industri. Keterlibatan PAMA memberikan konteks operasional agar model Digital Twin yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata pertambangan terbuka. Menurut Kusnawi, model tersebut telah menjalani User Acceptance Testbersama pihak PAMA dan dinilai mampu merepresentasikan kondisi sekaligus menjawab kebutuhan yang dihadapi perusahaan.

Meski telah melewati tahap pengujian pengguna, model tersebut masih dikembangkan dalam lingkungan simulasi. Tahap berikutnya membutuhkan pengujian langsung di lapangan untuk mengukur kinerja model dalam kondisi operasional sebenarnya. Setelah kerja sama antarkampus terbentuk, hasil penelitian ini berpeluang dikembangkan bersama PAMA maupun perusahaan lain sebagai bagian dari penerapan Digital Twin di sektor industri.

Kolaborasi ini sendiri tidak membatasi Digital Twin pada sektor pertambangan. Perbedaan kepakaran di antara empat perguruan tinggi membuka peluang pengembangan teknologi untuk bidang geospasial, rantai pasok, tata kota, transportasi, kesehatan, dan sektor lain yang membutuhkan pemantauan, simulasi, prediksi, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui MoU tersebut, hubungan yang semula tumbuh dari satu penelitian kini memiliki landasan untuk berkembang menjadi agenda riset bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempertemukan kepakaran akademik dan persoalan nyata di lapangan sehingga pengembangan Digital Twin tidak berhenti sebagai model simulasi, tetapi dapat diuji dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan industri serta masyarakat.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Kusnawi
Koresponden : Baharuddin N. Yusuf