Kunjungan SMK Negeri 1 Tuban, Pelajari Industri Kreatif Digital

30 April 2026 | Berita Utama

Sebanyak 108 siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban mengikuti kunjungan industri di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Rabu, 29 April 2026. Melalui pemaparan materi, berbagi pengalaman bersama alumni, dan tur kampus, kegiatan tersebut membahas pendidikan tinggi, produksi karya digital, peluang karier, serta perkembangan industri kreatif.

Rombongan terdiri atas 36 siswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dan 72 siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Para siswa didampingi Kepala Kompetensi Keahlian DKV SMK Negeri 1 Tuban, Arif Yuli Afandi, S.Kom., bersama guru, wali kelas, tenaga kependidikan, dan alumni.

Arif menjelaskan bahwa kunjungan industri telah menjadi salah satu program tahunan sekolah. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lingkungan pendidikan tinggi sekaligus melihat hubungan antara kompetensi yang dipelajari dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.

“Kunjungan industri merupakan program tahunan sekolah yang berkaitan dengan pendidikan serta dunia industri dan usaha. Kami berharap siswa memperoleh banyak ilmu dari sini,” ujar Arif.

Materi utama disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Agus Purwanto, M.Kom. Ia memperkenalkan kekhasan Creative Digital yang menggabungkan seni, komunikasi, dan teknologi melalui bidang animasi tiga dimensi, efek visual, serta pengembangan game.

Agus menjelaskan bahwa mahasiswa mempelajari berbagai kemampuan dasar dan lanjutan, seperti menggambar, ilustrasi digital, desain grafis, produksi audio, videografi, penyuntingan, animasi dua dan tiga dimensi, efek visual, pemrograman game, serta manajemen produksi.

Proses pembelajaran didominasi kegiatan praktik. Dari total 144 satuan kredit semester yang harus ditempuh, sebanyak 78 satuan kredit semester dilaksanakan melalui pembelajaran di laboratorium komputer agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya.

Pada tahap akhir pembelajaran, mahasiswa diarahkan mengembangkan produk sesuai bidang yang diminati. Karya tersebut dapat dibuat secara individu maupun berkelompok, kemudian dipresentasikan melalui gelar karya dan pameran agar memperoleh tanggapan dari akademisi, industri, serta masyarakat.

Universitas AMIKOM Yogyakarta juga menyediakan jalur tugas akhir nonreguler melalui prestasi kompetisi, pengalaman profesional, karya digital, dan kewirausahaan. Skema tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan portofolio sekaligus menghubungkan proses pendidikan dengan aktivitas industri.

“Industri kreatif digital merupakan salah satu bidang yang terus berkembang. Teman-teman perlu menemukan ruangnya sendiri, menekuni kemampuan yang dimiliki, dan mengembangkannya agar mempunyai nilai,” jelas Agus.

Menurut Agus, peluang kerja pada bidang kreatif digital tidak terbatas pada perusahaan film dan animasi. Keterampilan visual juga dibutuhkan dalam pemasaran, media sosial, pengembangan konten, pendidikan, bisnis, game, dan berbagai aktivitas yang memanfaatkan komunikasi digital.

Peserta kemudian memperoleh pengalaman langsung dari Wahid Sanjoko, yang akrab disapa Ciko. Ia merupakan alumnus TKJ SMK Negeri 1 Tuban sekaligus alumnus Universitas AMIKOM Yogyakarta yang kini bekerja sebagai senior video editor di industri kreatif.

Ciko menceritakan perjalanannya dari bidang jaringan komputer menuju multimedia dan efek visual. Ketertarikan tersebut mulai berkembang ketika kuliah hingga membawanya terlibat dalam proses produksi sejumlah film nasional, termasuk Sebelum 7 Hari dan Danur.

Ia menjelaskan bahwa produksi film tidak hanya membutuhkan kemampuan menyunting video dan membuat efek visual. Industri juga memerlukan kemampuan mengelola tim, membagi pekerjaan, mengatur waktu produksi, serta memastikan setiap bagian dapat diselesaikan sesuai kebutuhan proyek.

“Saya yakin cita-cita dapat tercapai jika teman-teman mau berusaha. Saya dahulu berasal dari TKJ, kemudian menemukan minat di multimedia. Di Universitas AMIKOM Yogyakarta, kemampuan tersebut dikembangkan dari tingkat dasar hingga dapat digunakan di industri,” ujar Ciko.

Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom., selanjutnya memperkenalkan sejarah universitas, program studi, fasilitas pembelajaran, pilihan karier, serta industri yang berada di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta.

Andra mengajak siswa mempersiapkan tiga pilihan setelah lulus dari SMK, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha. Siswa yang ingin bekerja perlu mengenali perusahaan serta keterampilan yang dibutuhkan, sedangkan siswa yang ingin kuliah perlu memetakan program studi berdasarkan minat dan rencana karier.

Peserta juga memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan 18 program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Sejumlah bidang mempunyai keterkaitan dengan DKV dan TKJ, seperti teknologi informasi, informatika, sistem informasi, teknik komputer, animasi, game, multimedia, keamanan siber, dan Internet of Things.

Selain pendidikan akademik, para siswa dikenalkan dengan ekosistem industri kreatif yang mencakup penyiaran televisi dan radio, pengembangan perangkat lunak, layanan internet dan jaringan, produksi film dan animasi, teknologi imersif, serta pengembangan perusahaan rintisan.

Mereka turut menyaksikan sejumlah karya yang dikembangkan dalam ekosistem tersebut, seperti film animasi Battle of Surabaya, film Kinara-Rejo, dan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka. Peserta juga memperoleh gambaran mengenai keterlibatan alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo.

Dalam sesi diskusi, siswa menanyakan persyaratan portofolio untuk memasuki Program Studi S1 Teknologi Informasi. Agus menjelaskan bahwa portofolio tidak diwajibkan pada proses awal pendaftaran, tetapi mahasiswa akan diarahkan membangun portofolio selama mengikuti perkuliahan.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama. Rombongan kemudian mengikuti tur kampus berdasarkan kelompok bidang keahlian untuk mengenal fasilitas pembelajaran dan infrastruktur teknologi di Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Kunjungan industri tersebut diharapkan membantu siswa SMK Negeri 1 Tuban memahami perkembangan industri kreatif digital, menemukan bidang yang diminati, serta mempersiapkan pendidikan, keterampilan, dan karier sejak dini.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional