SMK Negeri 1 Seputih Surabaya Lampung Tengah Pelajari Industri Kreatif Digital

2 August 2026 | Berita Utama

Siswa kelas XI Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, Lampung Tengah, mengikuti kunjungan edukatif di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut memperluas wawasan siswa mengenai pendidikan tinggi, fasilitas pembelajaran, dan penerapan teknologi dalam industri kreatif digital melalui pemaparan materi serta tur kampus.

Rombongan didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, Totok Sujarwo, M.Pd., bersama para guru. Kegiatan tersebut menjadi kunjungan pertama sekolah ke Universitas AMIKOM Yogyakarta setelah secara rutin menyelenggarakan perjalanan edukatif ke sejumlah daerah.

Totok menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi kepada para siswa. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan setelah lulus.

“Tujuan kami datang ke sini adalah memperkenalkan salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta kepada anak-anak. Karena bidangnya selaras, tidak ada salahnya nanti mereka melanjutkan pendidikan di Universitas AMIKOM Yogyakarta,” ujar Totok.

Ia menambahkan bahwa sejumlah guru di SMK Negeri 1 Seputih Surabaya merupakan alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta. Hal tersebut turut mendorong sekolah mengenalkan pilihan pendidikan yang berkaitan dengan kompetensi siswa, khususnya bidang teknologi informasi dan kreativitas digital.

Materi utama disampaikan oleh Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional (DKUI) Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom. Ia memperkenalkan sejarah perkembangan universitas, program studi, fasilitas pembelajaran, peluang karier, serta ekosistem industri kreatif.

Andra menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa. Perkembangan tersebut disampaikan sebagai motivasi agar para siswa berani memiliki cita-cita dan mempersiapkan langkah untuk mencapainya.

“Jangan berhenti bermimpi. Mimpi itu gratis, jadi boleh setinggi-tingginya,” ujar Andra.

Menurut Andra, siswa dapat memilih bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha setelah lulus dari SMK. Setiap pilihan membutuhkan persiapan yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan bidang yang ingin ditekuni.

Peserta kemudian memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan 18 program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Sejumlah bidang pembelajaran memiliki keterkaitan dengan kompetensi DKV, antara lain animasi, produksi film, multimedia, game, pengembangan konten, teknologi informasi, dan ilmu komunikasi.

Para siswa juga dikenalkan dengan fasilitas pembelajaran, seperti laboratorium animasi dan multimedia, studio green screen, laboratorium pemrograman, studio podcast, ruang sinema, perpustakaan, serta ruang kerja bersama. Fasilitas tersebut mendukung mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan sekaligus menghasilkan karya digital.

Selain pengenalan akademik, Andra menjelaskan ekosistem industri kreatif di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta. Ekosistem tersebut mencakup bidang penyiaran televisi dan radio, pengembangan perangkat lunak, layanan internet, produksi film dan animasi, teknologi imersif, pengembangan game, serta perusahaan rintisan.

Melalui pemaparan tersebut, siswa memperoleh gambaran mengenai hubungan antara proses pendidikan dan kebutuhan industri. Pengetahuan mengenai desain, animasi, komunikasi visual, perangkat lunak, dan produksi audiovisual dapat diterapkan dalam pengembangan produk maupun layanan kreatif.

Peserta turut menyaksikan sejumlah karya yang dikembangkan dalam ekosistem kreatif Universitas AMIKOM Yogyakarta. Karya tersebut meliputi film animasi dua dimensi Battle of Surabaya, film Kinara-Rejo, serta trailer animasi tiga dimensi Ajisaka.

Andra juga memperkenalkan berbagai produk berbasis teknologi, seperti video imersif, simulator, permainan berbasis realitas virtual, aplikasi digital, dan produk perusahaan rintisan. Pengenalan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara desain, teknologi, riset, dan kewirausahaan.

Setelah mengikuti pemaparan materi, rombongan melaksanakan tur kampus untuk melihat secara langsung sejumlah fasilitas pembelajaran dan unit industri. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami lingkungan perkuliahan serta penerapan kompetensi DKV dalam dunia pendidikan dan industri kreatif.

Kunjungan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama. Melalui kegiatan tersebut, siswa SMK Negeri 1 Seputih Surabaya diharapkan semakin memahami pilihan pendidikan dan karier, sekaligus termotivasi untuk mengembangkan keterampilan kreatif serta kemampuan teknologi sejak berada di bangku sekolah.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional