
Amikom Business Park (ABP) Incubator Universitas AMIKOM Yogyakarta menerima penghargaan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY atas dedikasi, komitmen, dan kontribusinya sebagai mitra pendamping koperasi. Penghargaan tersebut diserahkan dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Amphitheater Teras Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (22/7/2026), sebagai apresiasi atas peran ABP dalam pendampingan, penguatan kelembagaan, dan peningkatan kapasitas koperasi di DIY.
Direktur Utama Amikom Business Park, Drs. Asro Nasiri, M.Kom., menjelaskan bahwa capaian tersebut berangkat dari kepercayaan yang diberikan kepada ABP untuk mendampingi koperasi di sejumlah wilayah DIY selama tiga tahun terakhir. Setiap tahun, ABP mendampingi sekitar 15–20 koperasi di Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul. Secara keseluruhan, jumlah koperasi yang telah mengikuti pendampingan mencapai kurang lebih sekitar 50 koperasi.
Menurut Asro, pemerintah melibatkan ABP karena lembaga tersebut memiliki pengalaman dalam melakukan inkubasi dan pembinaan perusahaan rintisan. Pengalaman tersebut kemudian diterapkan untuk membantu koperasi memperkuat organisasi, tata kelola, dan kegiatan usahanya.
ABP juga menjadi salah satu dari sekitar 15 inkubator yang dipercaya menjalankan program pendampingan koperasi secara nasional. Dalam setiap periode pendampingan, ABP menerima target dan indikator yang harus dicapai oleh koperasi binaan. Asro menyampaikan bahwa tingkat ketercapaian program setiap tahun mencapai hampir 90 persen.
“Ketika mendapat amanah untuk membantu koperasi, kami diberikan target. Setiap tahun, hampir 90 persen dari target tersebut dapat tercapai,” ungkap Asro.
Pendampingan Berbasis Tata Kelola dan Teknologi
Asro menjelaskan bahwa pendampingan ABP tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan atau lokakarya dalam satu kali pertemuan. Tim ABP mendatangi koperasi, melihat kondisi pengelolaan secara langsung, mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki, kemudian memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing koperasi.
Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kapasitas pengurus, pembenahan tata kelola, penguatan kelembagaan, pemenuhan legalitas, penyusunan standar operasional prosedur, serta penataan aturan organisasi. ABP juga membantu koperasi mempersiapkan pelaksanaan rapat anggota dan memperkuat kegiatan pemasarannya.
Ari Wijaya, Asisten Manajer Inkubasi ABP Incubator, menyampaikan bahwa Dalam proses pendampingan, ABP menempatkan pembenahan tata kelola sebagai fondasi utama. Ari menilai koperasi perlu memiliki pembagian tanggung jawab, aturan organisasi, prosedur kerja, dan administrasi yang tertata sebelum mengembangkan kegiatan bisnis secara lebih luas.
Pendampingan tata kelola tidak selalu berlangsung cepat. Berbeda dengan perusahaan rintisan atau UMKM yang memiliki struktur pengambilan keputusan lebih ringkas, koperasi menempatkan anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi melalui rapat anggota.
“Ketika kami menyarankan sesuatu, keputusannya tidak bisa langsung diambil. Ada hal-hal yang harus disampaikan kembali kepada anggota melalui rapat anggota,” kata Ari.
Selain tata kelola, digitalisasi menjadi salah satu kekuatan ABP dalam mendampingi koperasi. Ari menjelaskan bahwa sumber daya teknologi yang dimiliki Universitas AMIKOM Yogyakarta menjadi salah satu alasan ABP dipercaya untuk terlibat dalam program tersebut.
ABP membantu koperasi membuat situs web profil yang memuat informasi mengenai organisasi, layanan, kegiatan usaha, dan produk. Kehadiran situs web memudahkan koperasi memperkenalkan diri kepada calon anggota, pelanggan, maupun mitra tanpa harus selalu menggunakan presentasi secara langsung.
“Harapannya, Universitas AMIKOM Yogyakarta dapat memberikan dukungan dari sisi teknologi untuk membantu digitalisasi koperasi. Salah satu contohnya ialah pembuatan situs web profil koperasi,” ujar Ari.
Melanjutkan Pendampingan untuk Koperasi yang Berkelanjutan
Penghargaan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY tidak menjadi akhir dari program yang dijalankan ABP. Asro menyampaikan bahwa pemerintah telah meminta ABP ikut mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pada tahun ini, ABP kembali mendapat target untuk mendampingi sekitar 15 koperasi. Pendampingan akan diarahkan untuk membantu koperasi memperkuat organisasi, meningkatkan tata kelola, serta mengembangkan kegiatan usaha yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayahnya.
“Kami ingin membantu lebih banyak koperasi agar organisasinya semakin baik dari berbagai aspek dan dapat menjadi lembaga bisnis dengan kinerja yang baik,” tutur Asro.
Dalam pelaksanaannya, ABP akan tetap menempatkan tata kelola sebagai fondasi awal. Setelah kelembagaan dan administrasi lebih tertata, pendampingan dapat dilanjutkan dengan pemetaan potensi usaha, penguatan proses bisnis, dan pemanfaatan teknologi.
Penghargaan ini diharapkan memperkuat komitmen ABP Incubator untuk terus menjalankan pendampingan berbasis kebutuhan. Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan koperasi binaan, ABP diharapkan dapat membantu koperasi tumbuh sebagai organisasi yang tertata, mandiri, dan mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration with : Asro Nasiri, Ari Wijaya




