Yogyakarta — Universitas AMIKOM Yogyakarta terpilih sebagai salah satu mitra nasional Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 pada bidang Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Karakter setelah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui program ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta mendapat amanah untuk membina 40 siswa SMA/SMK/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia dalam pelatihan intensif yang direncanakan berlangsung pada 8–14 Juli 2026.
Keterlibatan Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam BTI 2026 berawal dari pembukaan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk menjadi mitra pelaksana program pembinaan talenta nasional. Program ini berbeda dari ajang lomba, karena BTI berfokus pada pembinaan murid berprestasi yang sebelumnya telah melalui proses seleksi oleh Puspresnas. Perguruan tinggi mitra kemudian berperan memberikan pelatihan sesuai bidang yang ditetapkan.
Sekretaris Panitia BTI 2026 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Ria Andriani, M.Kom., menjelaskan bahwa proses menuju penetapan sebagai mitra tidak berlangsung singkat. Tim Universitas AMIKOM Yogyakarta terlebih dahulu menyusun proposal program yang secara khusus diarahkan untuk pelaksanaan Bina Talenta Indonesia.
“Pertama itu memang kami mengajukan proposal dulu. Setelah proposal dibuat, kami mengikuti seleksi administrasi. Setelah itu, kami dikabari untuk mengikuti wawancara,” jelas Ria.
Tahapan wawancara juga dilakukan dalam beberapa bagian. Ria menyebutkan bahwa tim harus menjelaskan substansi proposal, rancangan program yang akan diberikan kepada peserta jika Universitas AMIKOM Yogyakarta terpilih sebagai mitra, serta aspek pendanaan dan keuangan karena program ini menggunakan pendanaan dari pemerintah.
“Wawancaranya ada banyak tahapan. Yang pertama substansi dari isi proposal, kemudian program yang akan dilaksanakan jika diterima menjadi mitra, lalu wawancara terkait pendanaan keuangan,” tambah Ria.
Setelah melalui seleksi administrasi, wawancara, dan beberapa kali revisi, Universitas AMIKOM Yogyakarta akhirnya ditetapkan sebagai mitra BTI 2026. Dalam keterangan Ria, dari banyak perguruan tinggi yang mendaftar, hanya sejumlah perguruan tinggi yang tercatat sebagai mitra terpilih secara nasional. Universitas AMIKOM Yogyakarta masuk dalam daftar tersebut untuk penyelenggaraan pelatihan bidang Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Karakter bagi peserta murid.
Pada proses pengajuan, Universitas AMIKOM Yogyakarta sempat mengajukan dua sasaran program, yaitu untuk pemandu talenta atau guru serta untuk peserta murid. Namun, hasil akhir menetapkan Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai mitra untuk pembinaan peserta murid. Program yang diberikan berada pada tingkat dasar, dengan sasaran siswa SMA/SMK/sederajat yang telah terseleksi dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia BTI 2026 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Melwin Syafrizal, S.Kom., M.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut sejalan dengan kesiapan Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam bidang Kecerdasan Artifisial. Ia menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta mendapat dua kelas peserta, dengan masing-masing kelas berisi 20 siswa.
“Pada 2026 ini, kami diberi kepercayaan untuk AI dan mendapat dua kelas. Satu kelas itu 20 peserta. Kami mendapat peserta murid, dan karena ini pertama kali menyelenggarakan, Universitas AMIKOM Yogyakarta dipercaya menangani level dasar,” ujar Melwin.
Melwin menambahkan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memiliki dosen dan fasilitas yang mendukung pelaksanaan pelatihan AI. Peserta akan dikenalkan pada materi dasar, seperti pengenalan kecerdasan artifisial, pemanfaatan AI untuk membantu menyelesaikan persoalan sederhana, pemrograman Python dasar, serta penggunaan perangkat AI untuk menghasilkan aplikasi sederhana.
Keputusan Puspresnas menetapkan Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai mitra juga diikuti dengan penyusunan rancangan pembelajaran. Program ini mengusung tema “Introduction to Artificial Intelligence for the Creative and Innovative Digital Generation”. Capaian pembelajaran peserta mencakup pemahaman dasar teknologi digital dan AI, literasi digital, kreativitas, problem solving, kolaborasi, komunikasi, etika penggunaan teknologi, hingga pembuatan karya atau prototype sederhana.
Setelah penetapan sebagai mitra, Universitas AMIKOM Yogyakarta juga menyiapkan pelaksanaan teknis program, mulai dari kurikulum, jam pembelajaran, pembagian kegiatan, hingga output peserta. Ria menyampaikan bahwa tim merumuskan materi dan struktur pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan peserta tingkat dasar, sekaligus tetap memasukkan aspek karakter dalam proses pembelajaran.
Pelatihan ini tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan konsep AI, tetapi juga membangun keberanian peserta dalam menyampaikan ide dan berkompetisi. Pada akhir program, peserta akan mengikuti kegiatan hackathon dan pameran karya untuk mempresentasikan hasil pembelajaran dalam bentuk solusi atau aplikasi sederhana.
Melalui proses seleksi yang berlapis tersebut, Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap kepercayaan sebagai mitra BTI 2026 dapat dijalankan dengan baik. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembinaan talenta digital nasional, sekaligus memberi ruang bagi siswa berprestasi dari berbagai daerah untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial secara bertanggung jawab.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Melwin Syafrizal & Ria Andriani



