
Universitas AMIKOM Yogyakarta menutup rangkaian Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 Gelombang 2 bidang Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Karakter melalui agenda awarding dan closing ceremony di Ruang Cinema Amikom pada Minggu, 13 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi sesi apresiasi bagi 40 siswa SMA/SMK/MA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia setelah mengikuti pelatihan AI, hackathon, dan pameran karya selama satu minggu.
Awarding menjadi penanda berakhirnya rangkaian BTI 2026 yang berlangsung pada 8–14 Juli 2026 di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Sebelumnya, peserta telah mengikuti berbagai sesi pembelajaran, mulai dari pengenalan dasar Artificial Intelligence, Python, data science, Generative AI, implementasi AI di industri, penguatan karakter, hingga pengembangan prototype berbasis AI.
Dalam sesi puncak tersebut, peserta menampilkan hasil pembelajaran melalui karya yang dikembangkan secara berkelompok. Mereka mempresentasikan ide, menjelaskan latar belakang masalah, memaparkan cara kerja sistem, serta menunjukkan manfaat dari prototype yang telah dibuat. Agenda ini menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan teknis, kerja sama tim, dan keberanian menyampaikan gagasan.
Ketua Panitia BTI 2026 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Melwin Syafrizal, S.Kom., M.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa awarding tidak hanya menjadi momen pemberian penghargaan, tetapi juga bentuk apresiasi atas proses belajar peserta selama mengikuti program.
“Kami berharap peserta mendapat gambaran bagaimana teknologi AI dapat diterapkan. Selain itu, kami ingin mereka tumbuh keberaniannya untuk berkompetisi, menyampaikan ide, dan mengembangkan gagasan melalui karya yang mereka buat,” ujar Melwin.
Arahan dan Motivasi dari Staf Khusus Mendikdasmen
Agenda closing ceremony dan awarding turut dihadiri oleh Dr. Muhammad Muchlas Rowi, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan.
Muchlas Rowi mengapresiasi proses belajar peserta yang dalam waktu singkat mampu mengembangkan ide menjadi prototype, mempresentasikan solusi, dan menunjukkan kemampuan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai daerah.
“Tidak sampai lima hari, tetapi saya sudah mendapatkan talenta-talenta hebat di sini,” ungkap Rowi saat menyampaikan apresiasinya kepada peserta. Ia juga menyebut karya-karya yang ditampilkan peserta sebagai hasil belajar yang patut dihargai karena lahir dari proses pelatihan singkat namun intensif.
Menurut Rowi, pembelajaran yang dijalani peserta BTI 2026 tidak hanya membangun kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kompetensi penting masa depan. Ia menyebut peserta telah mulai menunjukkan kemampuan critical thinking, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi melalui proses pengembangan karya.
Rowi juga menekankan bahwa teknologi, termasuk AI, perlu dipahami sebagai alat bantu untuk memperluas kemampuan manusia. AI dapat membantu proses belajar, komunikasi, dan pengembangan ide, tetapi arah, nilai, dan manfaat dari sebuah karya tetap ditentukan oleh manusia.
“AI itu hanya alat bantu, tetapi kembali lagi kepada kita sebagai manusia,” tegas Rowi.
Dalam arahannya, ia mengajak peserta untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang dalam berkarya. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana untuk membantu seseorang menyampaikan ide, memperbaiki proses, dan membuka peluang baru selama digunakan dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut menjadi penguatan bagi peserta BTI 2026 yang telah mengikuti hackathon dan pameran karya. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar membuat prototype, tetapi juga belajar melihat masalah, mencari solusi, bekerja dalam tim, dan menyampaikan gagasan kepada orang lain.

Dari Pelatihan hingga Pameran Karya
Sebelum memasuki tahap awarding, peserta BTI 2026 telah melalui proses pelatihan yang cukup padat. Mereka memulai kegiatan dengan pengenalan konsep dasar AI, kemudian mempelajari Machine Learning, Generative AI, ChatGPT, Prompt Engineering, Python dasar, data science, serta penggunaan perangkat pengembangan AI. Mereka juga mendapat wawasan mengenai penerapan AI dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri melalui materi yang mereka diberikan oleh salah satu Badan Usaha milik Amikom, PT GIT Solution.
Peserta BTI 2026 Pelajari AI hingga Prototype di Universitas Amikom Yogyakarta
Dari pengetahuan yang mereka dapatkan selama pelatihan, peserta kemudian diarahkan untuk mengembangkan karya dalam kelompok. Mereka mengidentifikasi masalah, menyusun ide solusi, memilih pendekatan teknologi, membuat prototype, menyiapkan poster, dan mempresentasikan hasilnya dalam agenda hackathon serta pameran karya AI.
Dalam pameran tersebut, terdapat 10 karya inovasi yang ditampilkan peserta. Karya-karya tersebut mengangkat berbagai isu, mulai dari lingkungan, kesehatan, budaya, komunikasi digital, cuaca, finansial, keamanan fasilitas umum, hingga hiburan interaktif.
Setelah proses hackathon, presentasi, dan pameran karya selesai, panitia memberikan penghargaan kepada peserta dalam tiga kategori, yaitu Best Presentation, Best Team, dan Best Project. Ketiga kategori tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan peserta dalam menyampaikan ide, membangun kerja sama kelompok, dan mengembangkan karya berbasis AI.
Kategori Best Presentation diraih oleh tim Aksaraku, inovasi yang mengangkat pemanfaatan AI untuk mendeteksi dan mentransliterasi aksara Jawa ke huruf Latin. Melalui karya ini, peserta mencoba menghubungkan teknologi dengan pelestarian budaya agar aksara daerah dapat lebih mudah dipelajari dan dipahami oleh generasi muda.

Kategori Best Team diraih oleh tim FitMe, aplikasi AI personal trainer yang menggabungkan pengaturan pola makan, jadwal latihan, serta deteksi gerakan olahraga menggunakan kamera. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas proses kerja kelompok dalam mengembangkan ide, membagi peran, dan menyampaikan konsep proyek secara terstruktur.

Sementara itu, kategori Best Project diraih oleh tim CheckLoo, sistem pemantauan akses toilet berbasis AI secara real-time untuk mendukung keamanan fasilitas umum. Karya ini menunjukkan bagaimana peserta mencoba menggunakan kecerdasan artifisial untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Apresiasi atas Proses Pembelajaran
Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan BTI 2026. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai salah satu mitra pelaksana program.
Dalam kesempatan itu, Prof. Suyanto juga menekankan bahwa sebuah karya tidak hanya dinilai dari sisi teknis atau kecanggihan teknologi yang digunakan. Menurutnya, karya akan menjadi lebih kuat ketika memiliki nilai, pesan, serta sentuhan kemanusiaan yang dapat dirasakan oleh orang lain.
“Di sini kita diperlihatkan satu sentuhan humanisme, sentuhan kemanusiaan,” ungkap Prof. Suyanto saat menjelaskan pentingnya nilai dalam sebuah karya.
Pesan tersebut menjadi penguatan bagi peserta BTI 2026 yang telah menampilkan prototype berbasis kecerdasan artifisial dalam sesi hackathon dan pameran karya. Melalui proses tersebut, peserta tidak hanya belajar membuat sistem yang dapat berjalan secara teknis, tetapi juga belajar menyusun ide, menjelaskan manfaat, serta menghadirkan solusi yang dekat dengan kebutuhan manusia.
Agenda awarding juga menjadi penanda bahwa rangkaian BTI 2026 tidak berhenti pada pelatihan di kelas. Peserta telah melewati proses belajar yang lengkap, mulai dari memahami konsep, mencoba praktik, membangun prototype, bekerja dalam kelompok, hingga mempresentasikan karya di hadapan penguji.
Melalui closing ceremony dan awarding BTI 2026, Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap peserta dapat membawa pengalaman tersebut ke sekolah dan daerah masing-masing. Karya yang lahir dari program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus mengembangkan talenta digital, memperbaiki ide, dan memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Melwin Syafrizal & Ria Andriani




