
Dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta, Dr. Jaeni, S.Kom., M.Eng., meraih gelar Doktor Sistem Informasi dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. Gelar tersebut diraih setelah ia menyelesaikan Ujian Terbuka/Promosi Doktor pada Selasa, 29 September 2026, di Ruang Sidang Utama, Gedung TTB A Lantai 1, Sekolah Pascasarjana UNDIP. Pencapaian tersebut diperoleh melalui penelitian yang mengembangkan model sistem rekomendasi untuk mengatasi keterbatasan atau kelangkaan data interaksi pengguna dengan mengintegrasikan wawasan semantik dan faktor laten.
Dalam studi doktornya, Jaeni mengangkat disertasi berjudul “Pengembangan Model Sistem Rekomendasi Berbasis Wawasan Semantik dan Faktor Laten.” Penelitian tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA sebagai promotor dan Dr. Budi Warsito, S.Si., M.Si. sebagai ko-promotor. Selain keduanya, tim sidang juga terdiri atas Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D. sebagai ketua sidang sekaligus penguji; Prof. Dr. Ir. R. Rizal Isnanto, S.T., M.M., M.T., IPU., ASEAN Eng. sebagai sekretaris sidang sekaligus penguji; Prof. Dr. Ir. Eko Kuswardono Budiardjo, M.Sc. dari Universitas Indonesia sebagai penguji eksternal; Qidir Maulana Binu Soesanto, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai penguji pertama; serta Ir. Munawar Agus Riyadi, S.T., M.T., Ph.D. sebagai penguji kedua.
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan sistem rekomendasi dengan mengintegrasikan informasi semantik dan faktor laten, khususnya untuk menghadapi permasalahan keterbatasan atau kelangkaan data interaksi (data sparsity) yang sering ditemukan pada sistem rekomendasi.
Melalui penelitian tersebut, Jaeni mengembangkan SEMAR-ELF (Semantic-Enriched Latent Factor), model sistem rekomendasi yang menggabungkan informasi semantik dan faktor laten untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih relevan, terutama ketika data interaksi pengguna terbatas. Model ini dikembangkan sebagai salah satu pendekatan untuk membantu menyaring banyaknya pilihan informasi (information overload) dan memberikan rekomendasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan serta preferensi pengguna.
Penerapannya dapat dikembangkan pada berbagai layanan digital, seperti toko online (e-commerce), layanan film dan video streaming, platform pendidikan dan e-learning, portal berita, hingga berbagai layanan digital yang membutuhkan personalisasi informasi bagi penggunanya. Penelitian tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem rekomendasi dan bidang Sistem Informasi, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi berbasis data.

Tantangan dan Refleksi Perjalanan Studi
Menurut Jaeni, perjalanan menyelesaikan pendidikan doktoral tidak selalu berjalan sesuai rencana. Tantangan hadir dalam berbagai tahapan, mulai dari menentukan dan mematangkan topik penelitian, menemukan research gap, merumuskan permasalahan penelitian, menjaga konsistensi penelitian, menjalani tahapan ujian akademik dan publikasi artikel ilmiah, hingga menyesuaikan target ketika proses atau hasil penelitian belum sesuai dengan yang diharapkan.
“Studi doktoral merupakan proses yang membutuhkan konsistensi. Selain kesiapan akademik, ada banyak hal yang perlu dikelola selama studi, seperti waktu, pekerjaan, finansial, fisik, keluarga, serta kesiapan mental untuk menjalani setiap tahapannya.”
Menurutnya, tantangan studi doktoral bukan hanya menyelesaikan disertasi, tetapi juga menjaga konsistensi hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan. Proses tersebut memberikan pengalaman untuk lebih sabar, terbuka terhadap masukan dan kritik, melakukan perbaikan, serta mengembangkan penelitian secara bertahap.
Dari perjalanan tersebut, Jaeni melihat bahwa studi lanjut membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi. Kondisi setiap orang tentu berbeda, sehingga perjalanan dan waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan studi juga tidak selalu sama.
“Tidak semua proses berjalan cepat. Ada kalanya penelitian perlu diperbaiki, tulisan direvisi, publikasi membutuhkan waktu, atau target perlu disesuaikan. Bagi saya, yang penting adalah tetap menjalani proses secara bertahap dan menyelesaikan apa yang sudah dimulai.”
Dalam aspek akademik, proses studi juga memberikan pengalaman tentang pentingnya manajemen penelitian, mulai dari membaca literatur ilmiah, memahami metodologi penelitian, serta mengelola referensi, data, dan menulis. Kemampuan membangun jejaring akademik serta memanfaatkan teknologi digital dan AI secara etis dan bertanggung jawab pada era AI juga semakin relevan dalam mendukung kegiatan penelitian.
Bagi Jaeni, studi lanjut tidak semata-mata berkaitan dengan gelar akademik. Proses pendidikan juga menjadi kesempatan untuk memperluas cara berpikir, membangun jejaring, meningkatkan kemampuan penelitian, serta menghasilkan pengetahuan dan karya yang bermanfaat. Dalam perjalanan tersebut, dukungan keluarga, promotor, ko-promotor, para penguji, rekan sejawat, institusi, serta lingkungan akademik turut berperan dalam penyelesaian studi.
Rencana ke Depan: Riset, Kolaborasi, dan Implementasi
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, Jaeni berencana melanjutkan penelitian di bidang Sistem Informasi, sistem rekomendasi, kecerdasan artifisial (AI), dan teknologi berbasis data, termasuk pengembangan lebih lanjut SEMAR-ELF. Penelitian tersebut juga akan diarahkan pada peluang implementasi untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia usaha.
Selain melanjutkan penelitian dan publikasi ilmiah, ia ingin memperkuat kolaborasi dengan mahasiswa, dosen, peneliti, industri, dan berbagai mitra. Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu bagian penting agar proses pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman dalam penelitian, pengembangan teknologi, dan penyelesaian permasalahan nyata.
“Ke depan saya ingin terus belajar, mengembangkan penelitian, dan memperluas kolaborasi. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti sebagai publikasi, tetapi secara bertahap dapat dikembangkan menjadi solusi, produk, atau layanan yang memberikan manfaat dan memiliki peluang untuk diterapkan di dunia nyata.”
Menurut Jaeni, perkembangan AI dan transformasi digital membuka peluang untuk menghubungkan riset, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Sistem rekomendasi, misalnya, dapat dikembangkan untuk mendukung personalisasi layanan, memahami kebutuhan pengguna, membantu pengambilan keputusan, serta meningkatkan kualitas layanan digital pada berbagai bidang.
Pengembangan teknologi tersebut tetap perlu memperhatikan etika, keamanan dan privasi data, transparansi, serta penggunaan AI secara bertanggung jawab. Dengan demikian, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya dilihat dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari relevansi dan manfaatnya bagi pengguna.
“Bagi saya, teknologi bukan sekadar harus canggih, tetapi harus relevan dengan permasalahan yang ingin diselesaikan dan memberikan manfaat. Dari penelitian dapat lahir inovasi, kemudian dikembangkan menjadi produk atau layanan yang memiliki nilai guna dan, jika memungkinkan, nilai ekonomi.”
Ke depan, ia berharap dapat turut membangun ekosistem yang menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kewirausahaan, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian serta pengembangan produk dan solusi digital.
Terus Belajar dan Berkarya
Jaeni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada promotor, ko-promotor, para penguji, dosen, keluarga, rekan sejawat, Universitas AMIKOM Yogyakarta, Universitas Diponegoro, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan doktoral.
Baginya, penyelesaian studi bukanlah akhir dari proses belajar. Gelar doktor membawa tanggung jawab untuk terus mengembangkan pengetahuan, melakukan penelitian, berbagi pengalaman, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat lebih luas.
“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk terus belajar, berbagi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi mahasiswa, institusi, masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.”
Penyelesaian studi ini diharapkan dapat turut mendukung pengembangan sumber daya manusia, budaya penelitian dan inovasi di Universitas AMIKOM Yogyakarta, serta mendorong kolaborasi dan pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With: Jaeni




