
Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Tim BATIKLY Universitas AMIKOM Yogyakarta berhasil meraih Juara 2 Kategori Industri Kreatif, Seni, Dan Budaya Tahap Awal dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto, Jawa Tengah, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026.
Capaian tersebut menjadi kelanjutan perjalanan BATIKLY setelah sebelumnya berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 pada Tahapan Awal dalam kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya.
BATIKLY merupakan usaha yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta dengan Aditya Bayu Hidayat sebagai ketua tim. Mengusung proposal “BATIKLY: Inovasi Batik Modern Motif Sleman Nawasena Berbasis Nilai Budaya untuk Meningkatkan Daya Saing Fashion Lokal”, BATIKLY mencoba mempertemukan nilai tradisi batik dengan pendekatan fashion yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda.
Produk BATIKLY dikembangkan menggunakan teknik batik tradisional seperti batik cap, batik tulis, serta kombinasi cap dan tulis. Salah satu identitas yang diangkat adalah motif Sleman Nawasena, yang kemudian dikembangkan melalui pilihan desain dan warna yang lebih berani sehingga batik dapat dikenakan tidak hanya dalam acara formal, tetapi juga sebagai bagian dari gaya berpakaian sehari-hari.

Sumber : Instagram @ditjen_dikti
Dari Pendanaan P2MW Menuju KMI Expo
Perjalanan menuju KMI Expo tidak berlangsung secara instan. Setelah memperoleh pendanaan P2MW sebesar Rp10 juta, tim BATIKLY mulai mengembangkan kebutuhan produksi sesuai rencana anggaran yang telah disusun. Pendanaan tersebut antara lain digunakan untuk pembuatan cap batik, pembelian kain, kompor, serta sejumlah peralatan produksi lainnya.
Selama pelaksanaan program, tim juga mengikuti proses pendampingan dan menyusun laporan kemajuan secara berkala. Perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian sebelum akhirnya BATIKLY mengikuti seleksi menuju KMI Expo XVII 2026.
Dalam proses penjaringan, tim mempersiapkan materi presentasi yang tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menjelaskan konsumen potensial, perkembangan keuangan, inovasi yang dilakukan, serta perkembangan bisnis BATIKLY setelah memperoleh pendanaan.
BATIKLY kemudian berhasil lolos sebagai salah satu perwakilan Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam KMI Expo XVII 2026.
KMI Expo merupakan puncak rangkaian pembinaan kewirausahaan mahasiswa melalui P2MW yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pada 2026, proses seleksi berlangsung secara nasional terhadap sekitar 3.300 proposal, hingga akhirnya 368 tim dari 219 perguruan tinggi terpilih mengikuti KMI Expo XVII di UNSOED.
Ajang tersebut mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global” dan menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk mempertemukan produk, inovasi, gagasan, serta perkembangan bisnis mereka.
Membawa Pengalaman Membatik ke Tengah Pameran
Sebelum berangkat ke Purwokerto, tim Universitas AMIKOM Yogyakarta mengikuti persiapan melalui mini bootcamp. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai KMI Expo, persiapan stan, aktivitas selama kegiatan hingga berbagai hal teknis yang harus dipersiapkan.
Tim BATIKLY berangkat menuju Purwokerto pada 28 September 2026 untuk mempersiapkan dan mendekorasi stan sebelum rangkaian utama KMI Expo dimulai.
Tidak hanya menampilkan kain dan produk fashion batik, BATIKLY mencoba memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung melalui mini workshop membatik gratis.
Pengunjung diajak mencoba proses mencanting secara langsung. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi media edukasi untuk memperkenalkan kembali proses pembuatan batik kepada generasi muda.
Menurut Aditya, respons pengunjung cukup menarik karena banyak anak muda yang belum memiliki pengalaman membatik secara langsung dan penasaran dengan cara pembuatannya. Tim kemudian memberikan penjelasan singkat mengenai proses membatik sembari mengajak pengunjung mencoba mencanting.
Pendekatan tersebut selaras dengan semangat BATIKLY sejak awal, yaitu membuat batik tetap mempertahankan akar budaya, sekaligus lebih dekat dengan kehidupan dan selera generasi muda.

Bukan Sekadar Produk, BATIKLY Tawarkan Strategi Bisnis
Selain menampilkan produk dalam pameran, salah satu tahap penting dalam KMI Expo adalah penilaian dan pitching di hadapan juri.
Dalam sesi tersebut, tim BATIKLY memaparkan permasalahan yang ingin diselesaikan, solusi yang ditawarkan, inovasi produk, perkembangan usaha hingga strategi pengembangan pasar.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian tim adalah pengembangan pasar BATIKLY ke segmen institusi dan pengadaan pemerintah. BATIKLY tidak hanya ingin berkembang melalui penjualan kepada konsumen individu, tetapi mulai mempersiapkan jalur bisnis yang memungkinkan produknya menjangkau pasar kelembagaan.
Tim juga menunjukkan sejumlah aktivitas yang telah mereka ikuti selama proses pengembangan BATIKLY, termasuk pelatihan terkait ekspor serta partisipasi dalam beberapa kegiatan dan pameran. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari portofolio untuk menunjukkan bahwa pengembangan BATIKLY terus berjalan setelah memperoleh pendanaan P2MW.
Rangkaian proses tersebut akhirnya membawa BATIKLY memperoleh Juara 2 Kategori Industri Kreatif, Seni, Dan Budaya Tahap Awal KMI Expo XVII 2026.
Kompetisi Menjadi Bagian dari Perjalanan Bisnis
Bagi Aditya, pengalaman mengikuti P2MW hingga KMI Expo memberikan banyak pembelajaran mengenai pengembangan bisnis dan inovasi.
Salah satu hal yang ia rasakan adalah semakin luasnya pemahaman mengenai inovasi. Setiap orang dapat memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap sebuah permasalahan, dan perbedaan tersebut dapat dikembangkan menjadi kreativitas maupun peluang baru.
“Ternyata inovasi itu luas.”
Pengalaman mengikuti rangkaian P2MW dan KMI Expo juga membuat tim memiliki portofolio serta pengalaman baru untuk pengembangan BATIKLY ke depan.
Capaian di KMI Expo pun tidak dipandang sebagai akhir perjalanan. Tim telah mulai mendiskusikan keberlanjutan BATIKLY setelah kompetisi selesai. Tantangan berikutnya adalah bagaimana membagi waktu pengembangan bisnis dengan aktivitas akademik, mengingat sejumlah anggota tim saat ini juga tengah menjalani magang dan mempersiapkan tugas akhir.
Aditya juga mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu mengambil peluang seperti P2MW maupun kompetisi kewirausahaan lainnya. Menurutnya, keterlibatan dalam sebuah program harus berangkat dari kemauan diri sendiri dan keberanian dalam mengambil kesempatan.
“Jangan takut mengambil pilihan karena setiap pilihan ada risikonya. Tapi ketika ada kesempatan, ambillah kesempatan itu.”
Perjalanan BATIKLY dari penerima pendanaan P2MW hingga meraih Juara 2 KMI Expo XVII 2026 menunjukkan bagaimana sebuah gagasan berbasis budaya lokal dapat terus dikembangkan melalui kreativitas, pendampingan, keberanian mencoba pasar baru, serta konsistensi dalam membangun usaha.
Dengan membawa motif Sleman Nawasena dalam kemasan batik modern, BATIKLY tidak hanya membawa nama Universitas AMIKOM Yogyakarta ke panggung kewirausahaan mahasiswa nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa warisan budaya lokal memiliki ruang yang luas untuk terus diolah, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Aditya Bayu Hidayat




