Siswa dan guru SMK Negeri 1 Kras, Kediri, mengikuti kunjungan edukatif di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026. Melalui pemaparan profil kampus dan materi kesiapan kerja, kegiatan tersebut membantu siswa mengenal pilihan pendidikan tinggi sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan dalam industri teknologi informasi.
Staf Kunjungan dan LPJ Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom., membuka sesi materi dengan memperkenalkan sejarah perkembangan universitas. Ia menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa dan terus berkembang melalui pembangunan fasilitas serta penguatan bidang akademik.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu pesan motivasi bagi para siswa agar tetap memiliki cita-cita besar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan maupun penilaian negatif dari orang lain.
“Jangan membalas ketika ada orang yang menyakiti hati kita. Doakan yang terbaik dan buktikan bahwa kalian bisa lebih dari apa yang mereka katakan,” ujar Andra.
Selain sejarah universitas, peserta memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan berbagai program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Andra juga menjelaskan pilihan program studi yang berkaitan dengan informatika, sistem informasi, teknologi informasi, teknik komputer, animasi, pengembangan gim, keamanan siber, serta Internet of Things.
Para siswa turut mengenal fasilitas pembelajaran yang mendukung kegiatan akademik dan pengembangan keterampilan. Fasilitas tersebut mencakup laboratorium pemrograman, sistem operasi dan jaringan, multimedia, animasi, elektronika, serta laboratorium komputer dengan perangkat yang mendukung proses pengodean, perancangan, dan produksi karya digital.
Materi kesiapan kerja disampaikan oleh Irma dari Time Excelindo. Ia memperkenalkan ruang lingkup industri teknologi yang meliputi penyediaan layanan internet, pembangunan infrastruktur teknologi informasi, pengembangan perangkat lunak, dan konsultasi bisnis.
Menurut Irma, lulusan Teknik Komputer dan Jaringan memiliki sejumlah peluang karier, seperti teknisi jaringan, staf dukungan teknologi informasi, administrator sistem, dan administrator server. Setiap bidang membutuhkan kemampuan teknis, ketelitian, kesiapan bekerja di lapangan, serta keterampilan memecahkan permasalahan.
“Yang utama dalam kesiapan kerja adalah hard skill. Selain itu, sebisa mungkin teman-teman memiliki sertifikasi. Soft skill juga penting, terutama komunikasi, kerja tim, disiplin, dan manajemen waktu,” jelas Irma.
Ia juga mendorong siswa memanfaatkan praktik kerja lapangan untuk memperoleh pengalaman industri. Selama mengikuti kegiatan tersebut, siswa perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya, mengambil inisiatif, serta mendokumentasikan proyek yang dikerjakan sebagai bagian dari portofolio.
Pengalaman praktik kerja lapangan, sertifikat pelatihan, proyek sekolah, dan kemampuan teknis dapat dicantumkan dalam curriculum vitae. Informasi tersebut menjadi nilai tambah bagi lulusan baru yang belum mempunyai pengalaman kerja formal.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui simulasi wawancara kerja yang melibatkan empat siswa. Mereka diminta memperkenalkan diri, menjelaskan keterampilan teknis dan pengalaman organisasi, serta menyampaikan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Simulasi tersebut memberikan gambaran mengenai pertanyaan dasar yang kerap muncul dalam proses rekrutmen.
Kunjungan SMK Negeri 1 Kras diakhiri dengan penyerahan cendera mata antara pihak sekolah dan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kegiatan ini diharapkan membantu para siswa mempersiapkan pendidikan lanjutan, memperkuat kompetensi, dan membangun kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja di bidang teknologi.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




