ITBA Dian Cipta Cendekia Dalami AI dan Studi Lanjut

20 July 2026 | UMUM

Rombongan dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Bisnis dan Bahasa (ITBA) Dian Cipta Cendekia mengikuti kunjungan akademik di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membahas pendidikan lanjutan, pemanfaatan kecerdasan buatan, pengembangan sistem cerdas, pengolahan data, dan keamanan siber melalui pemaparan materi serta diskusi.

Rombongan ITBA Dian Cipta Cendekia terdiri atas dosen dan mahasiswa dari sejumlah program studi jenjang diploma dan sarjana. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi sekaligus mengenal pilihan pendidikan pada jenjang magister.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi ITBA Dian Cipta Cendekia, Verawati, S.Kom., M.T., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antarlembaga. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang belajar bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman di luar lingkungan kampus.

“Kunjungan ke Universitas AMIKOM Yogyakarta bukan hanya sekadar silaturahmi antarperguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang dan media belajar bagi teman-teman mahasiswa,” ujar Verawati.

Materi pertama disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Jarak Jauh Magister Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Dhani Ariatmanto, M.Kom., Ph.D. Ia memperkenalkan pilihan pendidikan Magister Informatika melalui program reguler dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Program reguler ditujukan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti pembelajaran secara langsung di Yogyakarta, sedangkan PJJ memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk tetap bekerja dan mengikuti perkuliahan dari tempat tinggal masing-masing.

Dhani menjelaskan bahwa pendidikan magister dapat memperluas peluang kerja, meningkatkan kompetensi, dan membuka kesempatan untuk menempati posisi profesional yang membutuhkan kualifikasi lebih tinggi. Program tersebut juga dapat menjadi jalur bagi lulusan yang ingin berkarier sebagai dosen.

Program Magister Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta menawarkan bidang kajian yang mencakup Big Data Predictive Analytics, Digital Transformation Intelligence, dan Intelligent Multimedia Technology. Mahasiswa dapat mempelajari kecerdasan buatan, machine learning, deep learning, visi komputer, pemrosesan bahasa alami, transformasi digital, dan teknologi multimedia.

Dalam proses penyelesaian studi, mahasiswa dapat memilih sejumlah jalur tugas akhir, seperti penelitian umum, pengembangan purwarupa, proyek berbasis permasalahan di tempat kerja, publikasi ilmiah, dan kompetisi. Program reguler diarahkan agar dapat diselesaikan dalam tiga semester, sedangkan PJJ dirancang selama empat semester.

Dhani turut membahas penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran dan penelitian. Menurutnya, AI dapat membantu mahasiswa mencari referensi, menyusun jadwal, mengembangkan aplikasi, menganalisis data, dan menyiapkan rancangan penelitian. Namun, teknologi tersebut tetap membutuhkan instruksi yang tepat dan pemeriksaan dari pengguna.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mengambil keluaran AI secara mentah untuk penulisan karya ilmiah. Setiap informasi harus dibaca, diperiksa, dibandingkan dengan sumber tepercaya, dan ditulis kembali menggunakan pemahaman serta gaya bahasa penulis.

“Jangan jadikan AI sebagai tuan, tetapi jadikan AI sebagai pembantu atau asisten. Posisi tersebut harus selalu kita pegang dalam pola pikir ketika menggunakan teknologi,” jelas Dhani.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa tetap perlu berdiskusi dengan dosen dan sesama mahasiswa untuk mempertahankan kemampuan berpikir kritis. Penggunaan AI yang sehat bergantung pada tujuan, batasan, dan tanggung jawab setiap pengguna.

“Kalau kita tidak memahami teknologinya, AI bisa menggantikan kita. Karena itu, kita harus beradaptasi agar teknologi membantu, bukan menggantikan,” lanjutnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Robert Marco, M.T., Ph.D. Ia membahas keterkaitan antara data, sistem informasi, kecerdasan buatan, pengembangan perangkat lunak, dan kebutuhan industri.

Robert menjelaskan bahwa sistem dapat disebut cerdas ketika memperoleh pengetahuan yang memungkinkan sistem mengenali pola dan memberikan rekomendasi. Data perlu diolah menjadi informasi, dikembangkan menjadi pengetahuan, kemudian digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

“AI menjadi cerdas karena diberi pengetahuan. AI tidak dapat menghasilkan teori baru apabila pengetahuan tersebut belum tersedia. Di sinilah fungsi pendidikan dan penelitian, yaitu menghasilkan pengetahuan baru,” ujar Robert.

Ia mencontohkan penggunaan sistem cerdas untuk menganalisis kehadiran karyawan, mengenali pola perilaku pengguna, merekomendasikan produk, mendeteksi objek, serta memperkirakan waktu kelulusan mahasiswa. Sistem tersebut tidak hanya menyimpan data, tetapi juga membantu pengguna memahami pola dan menentukan tindakan.

Robert juga menekankan pentingnya analisis kebutuhan dalam pengembangan perangkat lunak. Sistem yang berhasil harus sesuai dengan kebutuhan pengguna, memberikan nilai, dan dapat digunakan secara berkelanjutan. Proyek teknologi dapat mengalami kegagalan jika selesai dibangun tetapi tidak pernah digunakan atau tidak mampu menjawab permasalahan pengguna.

Diskusi kemudian membahas keamanan siber dan kebocoran data. Robert menjelaskan bahwa sistem digital tidak dapat menjamin keamanan secara mutlak karena pola serangan terus berubah. Pengembang perlu memperbarui data, algoritma, dan mekanisme perlindungan secara berkala agar sistem mampu mengenali ancaman baru.

Sesi berlangsung interaktif melalui pertanyaan mahasiswa mengenai penggunaan AI dalam penulisan skripsi, batasan yang sehat dalam memakai teknologi, perubahan kebutuhan tenaga kerja, pengembangan aplikasi tanpa kemampuan pemrograman mendalam, dan perlindungan data digital.

Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan ITBA Dian Cipta Cendekia serta foto bersama. Kunjungan tersebut diharapkan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai studi lanjut, kecerdasan buatan, sistem cerdas, dan pentingnya menggunakan teknologi secara kritis serta bertanggung jawab.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional