Kunjungan SMK Al Hikmah Mesuji ke Universitas Amikom Yogyakarta

28 June 2026 | Berita Utama

Sebanyak 52 siswa kelas XII SMK Al Hikmah Mesuji mengikuti kunjungan industri di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan tersebut membekali peserta dengan wawasan mengenai pendidikan tinggi, persiapan karier, teknologi digital, kewirausahaan, inovasi, dan industri kreatif melalui pemaparan materi, penayangan karya, serta pengenalan lingkungan kampus.

Peserta berasal dari tiga kompetensi keahlian, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Rombongan mengikuti kegiatan bersama para guru pendamping sebagai bagian dari rangkaian kunjungan industri di Yogyakarta.

Dalam Sambutanya, Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom. Ia memperkenalkan sejarah universitas, AMIKOM Yogyakarta  yang dimulai pada 1994 dengan 32 mahasiswa dan fasilitas terbatas. Institusi tersebut kemudian berkembang secara bertahap melalui pengelolaan sumber daya, pembangunan fasilitas, dan pengembangan kegiatan akademik.

Perjalanan tersebut menjadi motivasi agar siswa tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti mempunyai cita-cita. Kemauan belajar, ketekunan, dan keberanian mencoba diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.

“Tidak ada keterbatasan bagi anak-anak Indonesia untuk terus bermimpi. Sebagai generasi muda, kalian perlu membuktikan dan mewujudkan mimpi tersebut melalui proses belajar,” jelas Andra.

Peserta kemudian diajak mempersiapkan tiga pilihan setelah lulus dari SMK, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha. Setiap pilihan membutuhkan perencanaan yang mulai disusun sejak siswa berada di kelas XII.

Siswa yang ingin bekerja perlu mencari informasi mengenai perusahaan serta keterampilan yang dibutuhkan. Peserta yang ingin melanjutkan pendidikan perlu memetakan program studi berdasarkan minat dan rencana karier, sedangkan calon wirausahawan perlu mengamati kebutuhan pasar serta peluang usaha di daerahnya.

“Sekarang kalian sudah kelas XII. Mulailah menentukan apa yang ingin dilakukan setelah lulus agar dapat mempersiapkan kemampuan dan tidak merasa salah memilih,” ujar Andra.

Dalam pengenalan akademik, peserta memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan 18 program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Bidang pendidikan tersebut mencakup ilmu komputer, ekonomi dan sosial, serta sains dan teknologi yang mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dan kewirausahaan.

Bagi siswa TKJ, sejumlah pilihan pendidikan mempunyai keterkaitan dengan kompetensi yang telah dipelajari di sekolah. Program tersebut mencakup Teknik Komputer dengan bidang keamanan siber dan Internet of Things, Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Informatika, serta Manajemen Informatika.

Andra turut menjelaskan pilihan pendidikan diploma bagi peserta yang menginginkan pembelajaran dengan porsi praktik lebih besar dan masa studi lebih singkat. Lulusan diploma juga dapat melanjutkan pendidikan melalui skema alih jalur pada program studi yang sesuai.

Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan melalui praktikum, magang, kompetisi, program internasional, penelitian, komunitas, dan kegiatan berbasis proyek. Pengalaman tersebut membantu mereka membangun portofolio serta memahami penerapan pengetahuan di lingkungan kerja.

Informasi mengenai beasiswa juga disampaikan kepada peserta. Pilihan tersebut mencakup beasiswa prestasi, program pemerintah daerah, Kartu Indonesia Pintar, kelas internasional, dan beasiswa dari perusahaan yang bekerja sama dengan Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Peserta turut dikenalkan dengan berbagai fasilitas pembelajaran, seperti laboratorium pemrograman, laboratorium jaringan komputer, laboratorium multimedia, studio animasi, studio green screen, ruang sinema, mini sinema, studio podcast, dan ruang kerja bersama.

Fasilitas tersebut mendukung mahasiswa dalam mengembangkan aplikasi, sistem jaringan, permainan digital, animasi, film, konten multimedia, dan berbagai solusi berbasis teknologi. Mahasiswa dapat menggunakan hasil pembelajaran sebagai karya maupun portofolio.

Andra kemudian memperkenalkan Amikom Creative Economy Park yang menghubungkan kegiatan pendidikan dengan berbagai unit industri di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta. Ekosistem tersebut mencakup penyiaran televisi dan radio, pengembangan perangkat lunak, layanan internet dan komunikasi data, teknologi imersif, permainan digital, animasi, serta inkubasi perusahaan rintisan.

Keberadaan unit industri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari proses kerja profesional. Mahasiswa dapat mengikuti magang, terlibat dalam proyek, atau mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang ingin ditekuni setelah lulus.

Salah satu contoh yang diperkenalkan adalah platform pertanian digital iTani. Platform tersebut dikembangkan untuk mendukung pengelolaan dan pemetaan lahan, pembiayaan, pengelolaan hasil panen, hingga pemasaran produk pertanian.

Pengenalan tersebut memberikan gambaran bahwa teknologi digital juga dapat diterapkan pada sektor pertanian yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di Lampung. Pengembangan produk perlu diawali dengan pemahaman terhadap permasalahan serta potensi daerah.

Peserta juga memperoleh informasi mengenai sistem keselamatan pantai berbasis kecerdasan buatan, aplikasi pengelolaan sumber daya manusia, simulator alat berat, permainan realitas virtual, pembangunan jaringan komunikasi, dan video imersif untuk mendukung pariwisata.

Pembahasan kemudian berlanjut pada Amikom Business Park Incubator sebagai tempat pendampingan perusahaan rintisan. Mahasiswa yang mempunyai ide dapat memperoleh bantuan untuk mengembangkan produk, menyusun model bisnis, serta mempelajari peluang pendanaan.

Sejumlah inovasi turut dikenalkan, seperti robot sterilisasi lantai masjid menggunakan sinar ultraviolet C, aplikasi komunikasi dan perdagangan, perangkat bantu berupa kacamata dan sepatu bersensor bagi penyandang tunanetra, teknologi interaktif untuk museum, serta visualisasi anatomi manusia.

Melalui pengenalan tersebut, siswa dapat melihat bahwa sebuah inovasi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Kreativitas, pemahaman pengguna, komunikasi, pengelolaan bisnis, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan juga diperlukan agar teknologi memberikan manfaat.

Pada bidang film dan animasi, peserta menyaksikan trailer Battle of Surabaya. Film animasi tersebut mengangkat peristiwa 10 November melalui sudut pandang Musa, seorang penyemir sepatu yang menjadi kurir pada masa perjuangan.

Pengembangan Battle of Surabaya tidak berhenti pada produksi dan penayangan film. Cerita serta karakter dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti pakaian, buku, aksesori, dan cendera mata sebagai bagian dari pengelolaan kekayaan intelektual.

Andra turut menjelaskan keterlibatan sejumlah alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keterampilan dan portofolio yang dibangun selama pendidikan dapat membuka peluang karier dalam industri kreatif nasional.

Peserta juga menyaksikan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka yang masih berada dalam proses pengembangan. Karya tersebut memberikan gambaran mengenai penggunaan teknologi animasi untuk mengolah cerita mengenai sejarah dan kebudayaan Jawa.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan SMK Al Hikmah Mesuji. Rombongan kemudian mengikuti tur untuk melihat lingkungan kampus serta industri di bawah Yayasan AMIKOM Yogyakarta.

Kunjungan industri tersebut diharapkan membantu siswa SMK Al Hikmah Mesuji memperluas wawasan mengenai pendidikan tinggi, teknologi, kewirausahaan, dan industri kreatif sekaligus mendorong mereka merencanakan pilihan setelah lulus serta terus meningkatkan keterampilan.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional