
Siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri 1 Slawi, Kabupaten Tegal, mengikuti outing class di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut memberikan pengalaman belajar mengenai pendidikan tinggi, persiapan karier, pengembangan keterampilan, serta ekosistem industri kreatif digital.`
Rombongan terdiri atas siswa dari dua kelas RPL bersama para guru pendamping. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi dan melihat keterkaitan antara kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan pendidikan lanjut maupun kebutuhan industri.
Dalam Sambutannya, Staf Kunjungan dan LPJ Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom memperkenalkan sejarah perkembangan universitas, fasilitas pembelajaran, program studi, peluang karier, karya mahasiswa, dan industri di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta.
Andra menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa dan fasilitas yang masih terbatas. Institusi tersebut kemudian berkembang secara bertahap melalui pengelolaan sumber daya, pembangunan fasilitas, dan pengembangan kegiatan akademik.
Perjalanan tersebut disampaikan sebagai motivasi agar siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan. Kemauan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan membuktikan diri menjadi bagian penting dalam proses mencapai tujuan.
“Kami memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan tidak boleh membuat kita patah semangat untuk terus tumbuh,” jelas Andra.
Peserta kemudian diajak mempersiapkan tiga pilihan setelah lulus dari SMK, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha. Setiap pilihan membutuhkan perencanaan serta keterampilan yang mulai dibangun sejak siswa masih berada di bangku sekolah.
Siswa yang ingin bekerja perlu mencari informasi mengenai perusahaan dan kompetensi yang dibutuhkan. Sementara itu, peserta yang ingin melanjutkan pendidikan perlu memetakan program studi sesuai minat, kemampuan, serta rencana karier.
“Mulai sekarang, cari tahu perusahaan yang diinginkan dan keterampilan yang mereka butuhkan. Dengan demikian, kalian dapat mempersiapkan kemampuan sejak masih kelas XI,” ujar Andra.
Bagi siswa yang ingin berwirausaha, kemampuan membaca kebutuhan pasar dan mengembangkan solusi menjadi hal yang perlu dipersiapkan. Pengetahuan pemrograman dapat digunakan untuk menciptakan aplikasi, situs web, permainan digital, sistem informasi, maupun layanan berbasis teknologi.
Peserta memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan 18 program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Sejumlah program memiliki keterkaitan dengan kompetensi RPL, seperti Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Komputer, Teknik Informatika, dan Manajemen Informatika.
Program Studi Teknologi Informasi turut diperkenalkan sebagai pilihan bagi siswa yang tertarik pada animasi, permainan digital, film, dan multimedia. Sementara itu, program studi lain menawarkan pembelajaran mengenai pengembangan perangkat lunak, teknologi finansial, jaringan, keamanan siber, teknologi Internet of Things, serta pemrograman web dan perangkat bergerak.
Andra menjelaskan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi melalui perkuliahan, praktikum, magang, kompetisi, program internasional, komunitas, dan berbagai proyek. Kegiatan tersebut membantu mahasiswa menghasilkan karya sekaligus membangun portofolio sebelum lulus.
Peserta juga dikenalkan dengan fasilitas pembelajaran, seperti laboratorium pemrograman, laboratorium sistem operasi dan jaringan, laboratorium multimedia, laboratorium animasi, studio green screen, ruang sinema, perpustakaan, dan fasilitas produksi konten digital.
Pembahasan kemudian berlanjut pada Amikom Creative Economy Park. Ekosistem tersebut menghubungkan pendidikan dengan industri penyiaran televisi dan radio, pengembangan perangkat lunak, layanan internet, pembangunan jaringan komunikasi, teknologi imersif, produksi film dan animasi, serta inkubasi bisnis.
Melalui pengenalan tersebut, siswa memperoleh gambaran mengenai penerapan kompetensi RPL dalam dunia industri. Kemampuan pemrograman dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi, permainan berbasis realitas virtual dan realitas tertambah, simulator, video imersif, serta sistem digital untuk mendukung kegiatan masyarakat dan pemerintahan.
Peserta turut memperoleh informasi mengenai sejumlah inovasi mahasiswa dan perusahaan rintisan, seperti robot sterilisasi lantai masjid menggunakan sinar ultraviolet C, aplikasi komunikasi dan perdagangan, perangkat bantu bagi penyandang disabilitas, teknologi interaktif untuk museum, serta visualisasi anatomi manusia.
Andra menjelaskan bahwa pengembangan produk digital tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Kreativitas, pemahaman terhadap pengguna, komunikasi, pengelolaan bisnis, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan juga diperlukan agar sebuah gagasan dapat diterapkan.
Pada bidang film dan animasi, peserta dikenalkan dengan Battle of Surabaya. Film animasi dua dimensi tersebut mengangkat peristiwa 10 November melalui sudut pandang Musa, seorang penyemir sepatu yang menjadi kurir pada masa perjuangan.
Karya tersebut menjadi contoh pengembangan kekayaan intelektual yang tidak berhenti setelah film selesai diproduksi. Karakter dan cerita dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti pakaian, cendera mata, konten digital, dan bentuk pemanfaatan kreatif lainnya.
Peserta juga memperoleh gambaran mengenai keterlibatan alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keterampilan dan portofolio yang dibangun selama pendidikan dapat menjadi bekal untuk memasuki industri kreatif nasional.
Selain Battle of Surabaya, siswa menyaksikan cuplikan film Kinara-Rejo dan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka. Karya-karya tersebut memperlihatkan penggunaan pendekatan produksi dan teknologi yang berbeda dalam mengembangkan cerita menjadi media audiovisual.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan SMK Negeri 1 Slawi. Para peserta kemudian mengikuti sesi foto per kelas sebelum meninggalkan lokasi kegiatan.
Kunjungan tersebut diharapkan membantu siswa SMK Negeri 1 Slawi memahami hubungan antara pendidikan, teknologi, kreativitas, dan dunia industri sekaligus mendorong mereka merencanakan pilihan setelah lulus serta terus meningkatkan keterampilan di bidang perangkat lunak.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




