SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Semarang Kunjungi Universitas Amikom Yogyakarta, Dalami AI dan Keamanan Siber

13 May 2026 | Berita Utama

Siswa kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Semarang mengikuti kunjungan edukatif di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membahas perkembangan jaringan komputer, keamanan siber, kecerdasan buatan, pendidikan tinggi, dan ekosistem industri kreatif digital melalui pemaparan materi, diskusi, serta tur kampus.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Semarang, Heru Budi, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan outing class. Para siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang berkaitan dengan kompetensi mereka sekaligus mengenal lingkungan perguruan tinggi.

“Tujuan kami melaksanakan kunjungan ini adalah melakukan studi yang dapat menambah wawasan, semangat, dan motivasi siswa,” ujar Heru.

Ia menjelaskan bahwa rombongan ingin mempelajari perkembangan teknologi informasi, manajemen jaringan, MikroTik, ekonomi kreatif, dan pemasaran digital. Pengetahuan tersebut diperlukan agar siswa dapat memahami perkembangan bidang kerja yang akan mereka hadapi setelah lulus.

Kunjungan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perguruan tinggi yang memiliki bidang pembelajaran berkaitan dengan kompetensi TKJ. Heru berharap pengalaman tersebut dapat membantu siswa merencanakan pilihan pendidikan dan karier pada masa mendatang.

Materi disampaikan oleh Staf Rilis Media Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Fadya Rizka Yudana, M.Kom. Ia mengajak peserta berdiskusi mengenai perubahan teknologi, perluasan kompetensi bidang jaringan komputer, fasilitas pembelajaran, dan hubungan antara pendidikan dengan industri.

Fadya menjelaskan bahwa pekerjaan di bidang TKJ terus berkembang. Kompetensi yang dibutuhkan tidak lagi terbatas pada pemasangan kabel, pengelolaan perangkat, dan pembangunan jaringan, tetapi juga mencakup keamanan siber, pengelolaan data, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai teknologi baru.

“Pekerjaan anak TKJ sekarang tidak hanya mengurus kabel dan jaringan. Kalian juga perlu memahami keamanan siber, kecerdasan buatan, dan perkembangan teknologi karena tantangannya terus berubah,” jelas Fadya.

Salah satu contoh yang dibahas adalah penggunaan teknologi deepfake untuk mengubah wajah maupun suara dalam konten audiovisual. Perkembangan tersebut menciptakan kebutuhan terhadap sistem yang mampu mendeteksi manipulasi digital sekaligus menjaga keamanan informasi.

Menurut Fadya, siswa perlu terus mengeksplorasi teknologi karena pengetahuan yang dipelajari saat ini dapat mengalami perubahan ketika mereka memasuki dunia kerja. Kemampuan belajar, beradaptasi, dan memahami permasalahan menjadi bekal penting untuk mengikuti perkembangan tersebut.

Peserta kemudian memperoleh informasi mengenai tiga fakultas di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Salah satu pilihan yang mempunyai keterkaitan dengan kompetensi TKJ adalah Program Studi Teknik Komputer, yang mempelajari jaringan sekaligus berbagai bidang teknologi seperti keamanan siber dan sistem komputasi.

Fadya turut memperkenalkan perjalanan Universitas AMIKOM Yogyakarta yang dimulai dengan 32 mahasiswa dan fasilitas terbatas. Perkembangan institusi tersebut disampaikan sebagai motivasi agar siswa tidak berhenti belajar dan berani mengembangkan kemampuan secara bertahap.

Pembahasan dilanjutkan dengan pengenalan Amikom Creative Economy Park. Ekosistem tersebut menghubungkan pendidikan dengan berbagai bidang industri, seperti pengembangan perangkat lunak, penyediaan layanan internet dan infrastruktur jaringan, penyiaran televisi dan radio, produksi film serta animasi, dan pengembangan perusahaan rintisan.

Melalui ekosistem tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa bidang jaringan komputer mempunyai hubungan dengan berbagai proses produksi digital. Pengembangan film animasi, misalnya, membutuhkan infrastruktur penyimpanan, pengamanan, pemindahan, dan pengolahan data berukuran besar.

Fadya menjelaskan bahwa proses produksi animasi melibatkan kolaborasi dari berbagai bidang keahlian. Siswa TKJ dapat berkontribusi dalam pengelolaan jaringan, pusat data, keamanan informasi, serta infrastruktur render farm yang digunakan untuk mengolah rangkaian gambar menjadi karya animasi.

Peserta juga dikenalkan dengan sejumlah karya dan inovasi mahasiswa. Karya tersebut mencakup aplikasi, situs web, teknologi berbasis sensor, perangkat robotika, permainan digital, alat bantu untuk penyandang disabilitas, serta berbagai produk yang dikembangkan untuk menjawab permasalahan di masyarakat.

Dalam sesi diskusi, salah seorang guru menanyakan cara Universitas AMIKOM Yogyakarta mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi. Fadya menjelaskan bahwa mahasiswa diberi kesempatan mengembangkan proyek dalam proses pembelajaran dan menampilkan hasilnya melalui kegiatan pameran karya.

“Karya yang dipamerkan akan menumbuhkan kebanggaan dan mendorong mahasiswa mengerjakan proyek dengan lebih serius. Dari banyak karya tersebut, karya yang memiliki potensi dapat diseleksi dan dikembangkan lebih lanjut,” ujar Fadya.

Ia menilai apresiasi terhadap karya tidak hanya berbentuk penghargaan atau hadiah. Kesempatan menampilkan hasil pekerjaan kepada mahasiswa lain, orang tua, maupun masyarakat dapat membangun kepercayaan diri dan semangat untuk terus berinovasi.

Para peserta kemudian menyaksikan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka yang tengah dikembangkan dalam ekosistem kreatif Universitas AMIKOM Yogyakarta. Tayangan tersebut menjadi contoh pemanfaatan teknologi animasi untuk mengangkat cerita dan kebudayaan lokal ke dalam karya audiovisual.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata, foto bersama, dan tur kampus. Melalui tur tersebut, peserta memperoleh kesempatan melihat fasilitas dan penerapan teknologi secara langsung, termasuk fasilitas yang mendukung pengelolaan jaringan serta data.

Kunjungan edukatif tersebut diharapkan membantu siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Semarang memahami perkembangan kompetensi TKJ, meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan teknologi, serta termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan menghasilkan karya inovatif.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional