Siswa kelas XI Produksi Film SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang mengikuti kunjungan industri di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut memberikan wawasan mengenai pendidikan tinggi, teknologi, kewirausahaan, produksi film, dan ekosistem industri kreatif digital melalui pemaparan materi serta penayangan karya.
Rombongan berasal dari dua kelas Produksi Film dan didampingi Kepala Sekolah SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang, Nur Laila, S.Pd., bersama para guru. Perjalanan dari Jombang menuju Yogyakarta ditempuh selama kurang lebih empat jam.
Nur Laila menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan dan fasilitas kampus. Kunjungan menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempelajari perkembangan teknologi dan industri kreatif yang berkaitan dengan kompetensi mereka.
“Kunjungan kami tidak sekadar melihat fisik dan atmosfer kampus, tetapi juga menjadi studi hati dan studi teknologi. Kami ingin siswa memahami ekosistem digital dan industri kreatif yang dikelola secara profesional,” ujar Nur Laila.
Ia menjelaskan bahwa SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan teknis. Sekolah juga mendorong peserta didik memiliki kreativitas dan jiwa kewirausahaan agar mampu menghadapi perubahan pada era digital.
Nur Laila berharap kunjungan tersebut membuka peluang komunikasi berkelanjutan dalam penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan akses pendidikan lanjut bagi siswa. Ia turut mendorong peserta memanfaatkan kegiatan untuk bertanya dan memperoleh pengetahuan sebanyak mungkin.
Materi disampaikan oleh Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom. Ia memperkenalkan sejarah perkembangan universitas, fasilitas pembelajaran, program studi, pilihan karier, dan ekosistem industri kreatif digital.
Andra menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa. Institusi tersebut kemudian berkembang secara bertahap dan berubah bentuk menjadi universitas pada 2017.
Perjalanan tersebut menjadi pesan motivasi agar siswa berani mempunyai cita-cita dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan. Kemampuan untuk terus belajar, tumbuh, dan beradaptasi diperlukan dalam menghadapi perkembangan pendidikan maupun industri.
Peserta kemudian diajak mempersiapkan tiga pilihan setelah lulus dari SMK, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha. Setiap pilihan membutuhkan perencanaan serta penguatan keterampilan sejak siswa masih berada di bangku sekolah.
“Mulai sekarang, cari tahu pekerjaan yang diinginkan dan keterampilan yang dibutuhkan. Jangan menunggu sampai lulus untuk mulai meningkatkan kemampuan,” jelas Andra.
Siswa yang ingin berwirausaha turut didorong mengamati kebutuhan pasar dan perkembangan bisnis digital. Sementara itu, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan perlu memetakan program studi berdasarkan minat, kompetensi, dan rencana karier agar tidak merasa salah memilih jurusan.
Peserta memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan 18 program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Sejumlah bidang berkaitan dengan Produksi Film, antara lain Ilmu Komunikasi, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, serta program studi lain yang mempelajari multimedia, animasi, game, desain visual, penyiaran, dan sinema.
Andra turut memperkenalkan fasilitas pembelajaran, seperti laboratorium multimedia, studio green screen, laboratorium pemrograman, perpustakaan, ruang sinema, dan fasilitas produksi konten. Fasilitas tersebut mendukung mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan portofolio.
Pembahasan kemudian berlanjut pada ekosistem industri kreatif di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta. Ekosistem tersebut mencakup penyiaran televisi dan radio, pengembangan perangkat lunak, layanan internet dan jaringan, produksi film dan animasi, teknologi imersif, serta pengembangan perusahaan rintisan.
Melalui pengenalan tersebut, siswa memperoleh gambaran bahwa proses produksi film membutuhkan keterlibatan berbagai bidang. Sebuah karya audiovisual dapat menggabungkan penulisan cerita, penyutradaraan, sinematografi, penyuntingan, animasi, efek visual, tata suara, teknologi, pemasaran, dan manajemen produksi.
Peserta turut menyaksikan trailer film animasi Battle of Surabaya. Film tersebut mengangkat peristiwa 10 November melalui sudut pandang Musa, seorang penyemir sepatu yang menjadi kurir surat pada masa perjuangan.
Setelah proses produksi, karya dapat dikembangkan melalui festival, distribusi, dan berbagai produk turunan. Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada siswa mengenai pengembangan kekayaan intelektual serta peluang ekonomi dari sebuah karya kreatif.
Peserta juga menyaksikan trailer film Kinara-Rejo yang dikembangkan melalui kolaborasi studio animasi dan Program Studi Ilmu Komunikasi. Mahasiswa dilibatkan dalam proses produksi agar memperoleh pengalaman mengembangkan karya berdasarkan kebutuhan lapangan.
Selain itu, siswa memperoleh kesempatan menyaksikan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka yang masih berada dalam proses pengembangan. Karya tersebut menjadi contoh penggunaan teknologi animasi untuk mengangkat cerita mengenai asal-usul dan kebudayaan Jawa.
Andra turut menjelaskan keterlibatan sejumlah alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa kompetensi yang dibangun selama pendidikan dapat berkembang menjadi peluang karier dalam industri film dan animasi.
Kegiatan kunjungan industri diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama. Melalui kegiatan tersebut, siswa SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang diharapkan semakin memahami hubungan antara pendidikan, teknologi, kewirausahaan, dan produksi film serta termotivasi untuk terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional





