STMIK Kalirejo Lampung Jajaki Pendidikan Lanjut dan Riset Informatika

29 April 2026 | Berita Utama

Pimpinan, dosen, dan mahasiswa STMIK Kalirejo, Lampung, mengikuti kunjungan akademik di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan tersebut membahas pengembangan sumber daya manusia, pendidikan Magister dan Doktor Informatika, pembelajaran jarak jauh, riset terapan, serta peluang kerja sama institusional melalui pemaparan dan diskusi bersama Fakultas Ilmu Komputer.

Pimpinan STMIK Kalirejo, Asep Satriana, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi institusinya untuk mempelajari pengelolaan pendidikan dan pengembangan teknologi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat di Lampung.

Asep mengatakan STMIK Kalirejo ingin mengembangkan institusi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan adalah meningkatkan kualifikasi dosen dan memberikan kesempatan kepada lulusan berprestasi untuk melanjutkan pendidikan.

“Tujuan kami datang ke sini adalah memohon bimbingan, arahan, dan kerja sama dalam bidang pendidikan, terutama mengenai kelanjutan studi S2 dan S3,” ujar Asep.

Ia berharap lulusan STMIK Kalirejo dapat melanjutkan pendidikan dan kembali mengabdi sebagai dosen. Upaya tersebut diperlukan untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan institusi dan proses akreditasi.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Kusrini, M.Kom., menyambut rencana tersebut dan memperkenalkan pendidikan informatika dari jenjang diploma hingga doktor. Fakultas Ilmu Komputer memiliki sembilan program studi pada empat jenjang pendidikan, yaitu D3, S1, S2, dan S3.

Pada jenjang magister, Universitas AMIKOM Yogyakarta menyelenggarakan Program Studi Informatika melalui pembelajaran reguler dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Program reguler memberikan ruang interaksi langsung di kampus, sedangkan PJJ dirancang bagi mahasiswa yang telah bekerja dan berasal dari berbagai daerah.

Pembelajaran PJJ dilaksanakan secara daring dengan menggabungkan pertemuan langsung melalui konferensi video dan pembelajaran mandiri. Materi, video, rekaman perkuliahan, tugas, dan ruang diskusi disediakan agar mahasiswa tetap dapat mengikuti proses pendidikan ketika menghadapi keterbatasan waktu maupun jarak.

Program Doktor Informatika turut diperkenalkan sebagai pilihan bagi dosen yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik. Proses pembelajarannya memadukan perkuliahan, penelitian, pembimbingan, seminar, dan keterlibatan dalam jejaring akademik.

Kusrini menjelaskan bahwa pendidikan di Fakultas Ilmu Komputer tidak hanya berfokus pada kegiatan di dalam kelas. Pembelajaran dihubungkan dengan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta permasalahan yang dihadapi pemerintah dan industri.

“Pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus saling terhubung. Pengalaman penelitian dibawa ke kelas, sedangkan mahasiswa dilibatkan untuk mencari solusi terhadap masalah nyata,” jelas Kusrini.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah pemanfaatan teknologi visi komputer untuk menghitung serta mengidentifikasi kendaraan. Permasalahan dari instansi pemerintah tersebut dibawa ke ruang pembelajaran agar mahasiswa dapat berdiskusi, mengembangkan gagasan, dan memahami penerapan teknologi berdasarkan kebutuhan lapangan.

Universitas AMIKOM Yogyakarta juga mengembangkan penelitian mengenai sistem keselamatan pantai dan pemantauan peternakan sapi di Sumbawa. Pengembangan tersebut melibatkan mahasiswa, dosen, perguruan tinggi mitra, industri, dan masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Menurut Kusrini, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian bertujuan memberikan pengalaman menyelesaikan persoalan nyata. Mahasiswa juga dapat mengembangkan hasilnya menjadi publikasi, portofolio, serta bekal untuk menghadapi permasalahan lain setelah lulus.

Pembahasan turut menyoroti peluang kolaborasi penelitian antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan STMIK Kalirejo. Dosen maupun mahasiswa dari kedua institusi dapat dilibatkan dalam pengembangan riset yang sesuai dengan potensi dan permasalahan di Lampung.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa STMIK Kalirejo menanyakan skema untuk melanjutkan pendidikan Magister Informatika di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Fakultas Ilmu Komputer menjelaskan bahwa pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri maupun melalui skema kerja sama institusional.

Skema kerja sama PJJ dapat dibahas lebih lanjut berdasarkan jumlah calon mahasiswa, kebutuhan pendampingan, kesiapan fasilitas, koneksi internet, dan mekanisme pembelajaran. Namun, pertemuan tersebut belum mencatat penandatanganan dokumen kerja sama.

Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama. Rombongan mahasiswa kemudian mengikuti tur kampus untuk melihat fasilitas pembelajaran serta ekosistem industri di lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi yang berkelanjutan antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan STMIK Kalirejo, khususnya dalam peningkatan kualifikasi dosen, pendidikan pascasarjana, penelitian bersama, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang informatika.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional