
Program Studi S3 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk pertama kalinya menerima mahasiswa melalui skema Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Tahun 2026. Tiga dosen dari perguruan tinggi di Lombok, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah ditetapkan sebagai penerima BPDDI untuk menempuh pendidikan doktor di Program Studi S3 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Ketiga penerima tersebut adalah Farid Wajidi, Ina Sholihah Widiati, dan Khairul Imtihan. Nama mereka tercantum dalam surat Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tertanggal 31 Agustus 2026.
Dari tiga penerima tersebut, satu orang merupakan mahasiswa tahun berjalan yang akan memasuki semester kedua, sementara dua lainnya merupakan mahasiswa baru Program Studi S3 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta.
“Ketiganya berasal dari perguruan tinggi yang berbeda. Ada yang homebase-nya berasal dari perguruan tinggi di Lombok, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah. Dari status akademiknya, satu orang merupakan mahasiswa tahun berjalan (on-going) yang akan memasuki semester kedua, sementara dua lainnya adalah mahasiswa baru,” jelas Ketua Program Studi S3 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Alva Hendi Muhammad, S.T., M.Eng., Ph.D.
S3 Informatika AMIKOM untuk Pertama Kali Menjadi Tujuan BPDDI
BPDDI merupakan program beasiswa pemerintah yang ditujukan bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang doktor. Perguruan tinggi dan program studi yang menjadi tujuan beasiswa harus memenuhi persyaratan dan kriteria yang ditetapkan pemerintah. Informasi terkait BPDDI dapat dilihat di https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id.
Pada 2026, Program Studi S3 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta masuk dalam daftar program studi tujuan BPDDI. Status tersebut menjadi bagian dari perkembangan akademik S3 Informatika AMIKOM setelah memperoleh Akreditasi Unggul, sekaligus membuka kesempatan bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memilih S3 Informatika AMIKOM sebagai tujuan studi melalui skema pembiayaan pemerintah.
“Karena Universitas AMIKOM Yogyakarta telah mendapatkan akreditasi Unggul, maka telah memenuhi persyaratan sebagai program studi tujuan BPDDI, tahun 2026 menjadi kali pertama kami menerima mahasiswa melalui skema tersebut,” jelas Alva.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan S3 Informatika di AMIKOM, khususnya dalam memperluas jejaring akademik dan riset dengan perguruan tinggi lain di Indonesia.
“Kami melihat ini bukan hanya sebagai tambahan jumlah mahasiswa, tetapi juga sebagai peluang untuk membangun jejaring riset yang lebih luas. Para penerima berasal dari institusi yang berbeda sehingga diharapkan terjadi pertukaran pengalaman, kepakaran, dan perspektif penelitian di lingkungan S3 Informatika,” tambahnya.
Seleksi BPDDI Dilaksanakan Pemerintah
Alva menjelaskan bahwa proses seleksi dan penetapan penerima BPDDI dilaksanakan oleh pemerintah melalui PPAPT. Dalam proses tersebut, Universitas AMIKOM Yogyakarta berperan sebagai perguruan tinggi tujuan studi, termasuk melakukan proses penerimaan mahasiswa dan menerbitkan Letter of Acceptance (LoA).
Calon peserta terlebih dahulu harus mendaftar dan dinyatakan diterima di perguruan tinggi tujuan. LoA yang diperoleh kemudian menjadi salah satu dokumen yang digunakan dalam proses seleksi BPDDI melalui sistem Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Penentuan penerima beasiswa sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah. Hubungannya dengan AMIKOM adalah calon mahasiswa harus terlebih dahulu diterima di Program Studi S3 Informatika dan menunjukkan bukti penerimaan melalui LoA,” terangnya.
BPDDI Tahun 2026 dapat diikuti oleh mahasiswa baru maupun mahasiswa doktoral tahun berjalan dengan ketentuan yang ditetapkan dalam panduan program. Untuk mahasiswa tahun berjalan, masa studi yang telah ditempuh akan diperhitungkan dalam durasi pembiayaan yang diberikan.
Komponen pembiayaan BPDDI mencakup berbagai kebutuhan studi doktoral sesuai ketentuan program, antara lain biaya pendidikan, penelitian atau disertasi, publikasi ilmiah, biaya hidup, transportasi, serta komponen pendukung lainnya.
Kesiapan Riset Menjadi Bagian Penting
Selain memenuhi persyaratan administratif, calon penerima BPDDI perlu mempersiapkan rencana penelitian dan rekam jejak akademik secara baik. Seleksi mencakup pemeriksaan administrasi, Tes Bakat Skolastik, serta seleksi substansi melalui wawancara.
Dalam proses tersebut, kesiapan akademik, rekam jejak penelitian, kualitas proposal disertasi, manfaat penelitian, kontribusi bagi institusi asal dan negara, serta komunikasi dengan calon promotor menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan peserta. Alva menyarankan calon pendaftar yang ingin mengikuti BPDDI pada periode berikutnya untuk memulai persiapan jauh sebelum masa pendaftaran dibuka.
“Jangan menunggu pendaftaran dibuka. Mulailah menyiapkan proposal riset, membangun komunikasi dengan calon promotor, memperkuat rekam jejak penelitian, dan memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi,” ujarnya.
Menurutnya, proposal penelitian yang baik perlu menunjukkan permasalahan yang jelas, kebaruan penelitian, metode yang terukur, luaran yang realistis, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada perguruan tinggi asal maupun masyarakat.
“Calon peserta harus memahami betul penelitian yang diajukan dan mampu menjelaskan kontribusinya secara ringkas dan meyakinkan. Konsistensi antara pengalaman akademik, rencana penelitian, bidang keahlian calon promotor, dan kebutuhan institusi asal juga perlu diperhatikan,” tambah Alva.
AMIKOM Siapkan Pendampingan Akademik dan Riset
Dengan ditetapkannya tiga penerima BPDDI tersebut, Program Studi S3 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta berkomitmen memberikan pendampingan selama proses studi, baik dalam aspek akademik, pengembangan penelitian, maupun kebutuhan administrasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk menjadi salah satu tujuan studi BPDDI. Ini merupakan amanah yang akan kami kelola dengan baik. Kami akan membantu mahasiswa, baik dalam substansi penelitian maupun kebutuhan akademik dan administrasinya,” ujar Alva.
Kehadiran tiga penerima BPDDI dari perguruan tinggi yang berbeda juga diharapkan memperkuat lingkungan akademik dan riset di Program Studi S3 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta. Interaksi antara mahasiswa dengan latar belakang institusi dan pengalaman akademik yang beragam diharapkan dapat memperluas kolaborasi penelitian serta menghasilkan kontribusi bagi perguruan tinggi asal, masyarakat, dan pengembangan ilmu informatika di Indonesia.
Penerimaan tiga dosen penerima BPDDI pada 2026 menjadi langkah awal bagi Program Studi S3 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam memperluas jejaring mahasiswa doktoral secara nasional. Program studi berkomitmen menjaga kualitas akademik, riset, dan pendampingan mahasiswa agar kepercayaan sebagai salah satu tujuan studi BPDDI dapat terus dipertahankan pada periode berikutnya.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Alva Hendi Muhammad




