UNUGIRI Dalami Riset dan Pendidikan Pascasarjana Informatika

2 August 2026 | Berita Utama

Sebanyak 51 mahasiswa Program Studi Teknik Informatika bersama pimpinan dan dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI), Bojonegoro, mengikuti kunjungan akademik di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Jumat, 31 Juli 2026. Melalui pemaparan dan diskusi, kegiatan tersebut membahas pendidikan pascasarjana informatika, pembelajaran jarak jauh, pengembangan riset, keterlibatan industri, dan peluang kolaborasi tridarma perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNUGIRI, Muhammad Jauhar Vikri, S.Kom., M.Kom, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperluas pengalaman mahasiswa dan dosen mengenai perkembangan teknologi.

“Kami ingin bersilaturahmi dan menambah pengalaman melalui berbagi keilmuan serta pengalaman tentang dunia teknologi. Mudah-mudahan mahasiswa dan dosen kami ke depan dapat terus menjalin silaturahmi dalam kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Jauhar.

Ia berharap kunjungan tersebut membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara kedua perguruan tinggi. Kolaborasi dapat dikembangkan melalui kegiatan akademik dan tridarma berdasarkan kebutuhan serta bidang keilmuan yang dimiliki masing-masing institusi.

Sekretaris Program Studi Pendidikan Jarak Jauh Magister Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, I Made Artha Agastya, S.T., M.Eng., Ph.D., kemudian memperkenalkan pendidikan pascasarjana informatika melalui program reguler dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Artha menjelaskan bahwa Magister Informatika memiliki bidang pembelajaran yang mencakup big data dan analitik prediktif, transformasi digital, serta teknologi multimedia cerdas. Bidang tersebut membahas pemanfaatan kecerdasan buatan, ilmu komputer, pengolahan data, realitas virtual, realitas tertambah, dan produksi animasi.

Program reguler dapat menjadi pilihan bagi lulusan yang ingin langsung melanjutkan pendidikan. Sementara itu, program PJJ menawarkan pembelajaran daring yang lebih fleksibel bagi mahasiswa dari berbagai daerah maupun tenaga profesional yang telah bekerja.

“Pembelajaran S2 PJJ Informatika lebih fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari daerah masing-masing melalui sistem pembelajaran daring,” jelas Artha.

Proses pembelajaran PJJ didukung sistem manajemen pembelajaran yang menyediakan materi, video, kuis, forum diskusi, dan ruang pengumpulan tugas. Pertemuan tatap muka dilaksanakan secara daring agar mahasiswa tetap dapat berdiskusi, mempresentasikan gagasan, dan berinteraksi dengan dosen.

Artha turut menjelaskan kesempatan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian, publikasi ilmiah, seminar, dan kegiatan internasional. Keterlibatan tersebut dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan menyusun penelitian sekaligus memperluas jejaring akademik.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Kusrini, M.Kom., selanjutnya menyampaikan materi mengenai pengembangan pendidikan, riset terapan, dan hubungan perguruan tinggi dengan industri serta masyarakat.

Kusrini menjelaskan bahwa Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta memiliki sembilan program studi dari jenjang diploma hingga doktor. Setiap jenjang pendidikan diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Model perkuliahan di Universitas AMIKOM Yogyakarta tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Pembelajaran juga dihubungkan dengan penelitian dan industri agar hasilnya dapat diterapkan serta diuji di lapangan,” jelas Kusrini.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah penelitian untuk membantu peternak sapi di Sumbawa. Tim peneliti mengembangkan perangkat pemantauan berbasis sensor dan teknologi komunikasi untuk mengetahui lokasi serta aktivitas ternak pada lahan yang luas.

Pengembangan tersebut melibatkan perguruan tinggi mitra, mahasiswa, industri, dan masyarakat setempat. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga terlibat dalam pemodelan, pengembangan perangkat, pengujian lapangan, dan penyampaian hasil kepada pemangku kepentingan.

Menurut Kusrini, persoalan yang ditemukan dalam masyarakat dapat diolah menjadi topik penelitian di kampus. Hasil penelitian kemudian dikembangkan bersama mahasiswa, dipublikasikan, dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk solusi maupun kegiatan pengabdian.

Ia juga memperkenalkan peluang keterlibatan mahasiswa dalam konferensi, proyek penelitian internasional, joint supervision, program gelar ganda, dan beasiswa. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa membangun kemampuan akademik, komunikasi, dan kolaborasi lintas negara.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa UNUGIRI mengajukan pertanyaan mengenai pengembangan penelitian untuk penanganan sampah laut, prospek bidang kecerdasan buatan, serta penggunaan layanan komputasi awan. Artha menjelaskan bahwa penelitian yang telah dipublikasikan dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut dengan tetap memperhatikan sumber, etika akademik, serta komunikasi dengan tim peneliti.

Pembahasan mengenai kecerdasan buatan menyoroti besarnya peluang pada bidang big data dan analitik prediktif. Namun, mahasiswa tetap perlu memahami kebutuhan pengguna, perkembangan industri, dan bidang penerapan teknologi agar dapat menentukan fokus keilmuan yang sesuai.

Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan tur kampus untuk mengenal fasilitas serta industri di lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kunjungan tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa UNUGIRI dan membuka peluang kegiatan akademik bersama pada masa mendatang.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional