Dibalik Pencapaian Unggul S1 Teknik Komputer, Keamanan Siber Jadi Kekhasan S1 Teknik Komputer

14 August 2026 | UMUM

Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta mengembangkan keamanan siber (cyber security) sebagai salah satu kekhasan pembelajaran. Fokus tersebut dipadukan dengan Internet of Things (IoT) untuk membekali mahasiswa menghadapi perkembangan perangkat terhubung, perlindungan data pribadi, otomatisasi, dan kebutuhan keamanan teknologi informasi. Kekhasan ini menjadi bagian dari penguatan mutu program studi yang meraih Akreditasi Unggul LAM INFOKOM pada 2026.

Ketua Program Studi Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Dr. Dony Ariyus, S.S., M.Kom., mengatakan bahwa arah tersebut dipilih dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Keamanan tidak lagi hanya berkaitan dengan komputer dan jaringan, tetapi juga perangkat IoT, sensor, robotika, serta berbagai layanan digital yang mengolah data masyarakat.

“Kekhasan S1 Teknik Komputer berada pada bidang keamanan siber dan IoT. Arah pembelajaran ini lebih terfokus dan sesuai dengan perkembangan zaman karena kebutuhan industri pada kedua bidang tersebut terus meningkat,” ujar Dony.

Kebutuhan Tenaga Keamanan Siber Masih Tinggi

Dony menilai kebutuhan tenaga keamanan siber masih tinggi dan menjadi peluang bagi lulusan yang memiliki kompetensi sesuai. Penilaian tersebut sejalan dengan Global Cybersecurity Outlook 2025 dari World Economic Forum, yang memperkirakan kekurangan tenaga keamanan siber global berada pada kisaran 2,8 juta hingga 4,8 juta orang. Laporan itu juga mencatat hanya 14 persen organisasi yang menyatakan memiliki tenaga dan keterampilan untuk memenuhi sasaran keamanan sibernya.

Di Indonesia, menurut Dony, kebutuhan tenaga keamanan siber semakin terlihat seiring meningkatnya penggunaan layanan digital dan tuntutan perlindungan data pribadi. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang memahami teknologi sekaligus mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Perusahaan dan lembaga tidak hanya membutuhkan perangkat keamanan, tetapi juga tenaga profesional yang mampu membaca risiko, mengidentifikasi kelemahan sistem, merespons insiden, dan menentukan tindakan yang sesuai. Karena itu, kemampuan teknis perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap situasi nyata serta pertimbangan hukum dan etika.

Terhubung dengan Perkembangan IoT

Keamanan siber memiliki hubungan erat dengan IoT. Perangkat yang terhubung melalui jaringan dapat mengumpulkan, mengirim, dan mengolah data secara terus-menerus. Tanpa pengamanan yang memadai, sensor, sistem kendali, dan perangkat otomatis dapat menjadi titik lemah dalam suatu jaringan.

Program Studi S1 Teknik Komputer menghubungkan pembelajaran keamanan siber dengan jaringan komputer dan IoT. Mahasiswa tidak hanya mempelajari cara membangun dan mengoperasikan sistem, tetapi juga memahami risiko serta cara melindunginya.

Fokus tersebut didukung laboratorium jaringan, keamanan siber, dan IoT. Mahasiswa menggunakan perangkat, sensor, serta komponen pendukung dalam kegiatan praktikum dan pengembangan produk. Program studi juga memanfaatkan laboratorium virtual untuk memperluas pengalaman pembelajaran.

Pembelajaran Mengarah pada Pengujian Keamanan

Pembelajaran keamanan siber mencakup sejumlah bidang yang dibutuhkan untuk memahami cara kerja serangan dan pertahanan sistem. Materi tersebut antara lain ethical hacking, simulasi red team dan blue team, ketahanan jaringan, analisis malware, serta pengujian keamanan sistem.

Salah satu arah profesi yang disiapkan adalah penetration tester, yaitu tenaga profesional yang menguji sistem untuk menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengujian tersebut memerlukan pemahaman terhadap teknologi sekaligus kemampuan menganalisis dampak dari setiap celah keamanan.

Program studi turut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi internasional dan kunjungan industri. Kegiatan tersebut membantu mahasiswa mengenali standar kompetensi serta praktik keamanan yang diterapkan dalam lingkungan kerja.

Profesi yang Tetap Membutuhkan Penilaian Manusia

Perkembangan kecerdasan buatan membuat sejumlah proses keamanan dapat dilakukan secara otomatis. AI dapat membantu mendeteksi pola, menganalisis data, atau memberikan peringatan ketika menemukan aktivitas yang mencurigakan. Namun, Dony menilai teknologi tersebut belum dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia.

“Profesi keamanan siber memiliki karakter yang relatif tahan terhadap otomatisasi AI. Teknologi dapat membantu prosesnya, tetapi keputusan tetap membutuhkan penilaian manusia berdasarkan kondisi nyata,” kata Dony.

Menurutnya, tenaga keamanan siber tetap dibutuhkan untuk melakukan analisis situasi, mengambil keputusan, dan mempertimbangkan aspek hukum serta etika. Karakter tersebut membedakan keamanan siber dari pekerjaan teknis dasar yang lebih mudah diotomatisasi.

AI juga dapat digunakan oleh pihak yang melakukan serangan sehingga tenaga keamanan harus terus memperbarui kemampuan. Mahasiswa perlu belajar menggunakan teknologi sebagai alat bantu sekaligus memahami keterbatasan dan risiko yang menyertainya.

Kekhasan yang Mendukung Akreditasi Unggul

Kejelasan arah pembelajaran menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam penilaian program studi. Saat asesmen lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM), asesor meninjau laboratorium serta produk mahasiswa yang berkaitan dengan jaringan dan IoT.

Asesor juga berdialog dengan mahasiswa untuk mengetahui hubungan antara produk, mata kuliah, dan kompetensi yang dikembangkan. Peninjauan tersebut membantu memastikan bahwa kekhasan program studi tidak hanya tertulis dalam dokumen, tetapi diterapkan melalui kurikulum, fasilitas, praktikum, dan karya mahasiswa.

Program Studi S1 Teknik Komputer kemudian meraih peringkat Akreditasi Unggul berdasarkan Keputusan LAM INFOKOM Nomor 056/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/VII/2026. Peringkat tersebut berlaku mulai 20 Juli 2026 hingga 20 Juli 2029.

Pencapaian tersebut diharapkan mendorong program studi untuk terus memperbarui pembelajaran keamanan siber dan IoT. Dengan perkembangan ancaman yang cepat, peningkatan kompetensi dosen, mahasiswa, fasilitas, dan kerja sama dengan industri perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Pertanyaan Umum tentang Keamanan Siber S1 Teknik Komputer

Apa kekhasan S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta?

Kekhasan utamanya adalah pembelajaran keamanan siber dan IoT. Mahasiswa mempelajari perlindungan jaringan, perangkat terhubung, pengujian keamanan, serta analisis risiko teknologi informasi.

Apa saja materi keamanan siber yang dipelajari?

Pembelajaran mencakup ethical hacking, simulasi red team dan blue team, ketahanan jaringan, analisis malware, serta pengujian keamanan sistem. Materi tersebut didukung kegiatan praktikum, laboratorium, proyek, dan sertifikasi.

Apa status akreditasi S1 Teknik Komputer?

Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta berstatus Akreditasi Unggul berdasarkan Keputusan LAM INFOKOM Nomor 056/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/VII/2026, berlaku pada 20 Juli 2026–20 Juli 2029.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Dony Ariyus, Jeki Kuswanto