
Peringkat Akreditasi Unggul yang diraih Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta tidak terlepas dari kerja bersama yang dimulai jauh sebelum asesmen lapangan berlangsung. Tim program studi telah mempersiapkan laporan, data, dan bukti pelaksanaan sejak 2025 dengan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, unit penjaminan mutu, serta sejumlah direktorat di lingkungan universitas. Kerja tersebut turut memastikan kekhasan pembelajaran keamanan siber (cyber security) dan Internet of Things (IoT) dapat dibuktikan melalui kurikulum, fasilitas, kompetensi dosen, serta produk mahasiswa.
Pencapaian tersebut ditetapkan melalui Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) Nomor 056/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/VII/2026 pada 20 Juli 2026. Sertifikat Akreditasi Unggul Program Studi S1 Teknik Komputer berlaku hingga 20 Juli 2029.
Sekretaris Program Studi Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Jeki Kuswanto, M.Kom., mengatakan bahwa hasil tersebut lahir dari proses panjang yang menuntut ketelitian, pembagian tugas, serta koordinasi lintas unit. Ia menyebut tim yang terlibat sebagai sebuah “super team”.
“Kami memang tidak memiliki tim inti yang besar, tetapi pembagian tugas dapat dilakukan secara merata. Semua bekerja sesuai bidangnya dan saling melengkapi,” ujar Jeki.
Belajar dari Pengalaman Program Studi Lain
Persiapan dimulai dengan mempelajari pengalaman beberapa program studi yang lebih dahulu menjalani akreditasi. Tim S1 Teknik Komputer menggali informasi mengenai tahapan penyusunan laporan, jenis data yang dibutuhkan, bukti pendukung, serta proses yang akan dihadapi saat asesmen lapangan.
Hasil pembelajaran tersebut digunakan untuk memetakan kebutuhan program studi. Tim kemudian menyusun daftar data yang harus dikumpulkan, mulai dari pendidikan dan kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, hingga penerapan budaya mutu.
Langkah awal ini membantu tim memahami bahwa akreditasi bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan menjelang visitasi. Setiap data harus memiliki sumber yang jelas, dapat ditelusuri, dan sesuai dengan pelaksanaan yang berlangsung selama periode penilaian.
Tujuh Orang Membagi Tanggung Jawab
Program studi membentuk tim inti beranggotakan tujuh orang. Setiap anggota memperoleh tanggung jawab sesuai dengan bidang yang dikuasai, seperti pendidikan, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, alumni, serta pengumpulan dan pengolahan data.
Pembagian tugas tidak berarti setiap anggota bekerja sendiri. Data pendidikan, penelitian, pengabdian, dan alumni tersebar pada berbagai unit sehingga tim harus berkoordinasi dengan banyak pihak. Setelah data diterima, tim memeriksa, mengolah, dan memasukkannya ke dalam laporan evaluasi diri.
Proses pengumpulan data berlangsung sejak sekitar Agustus 2025 hingga dokumen akreditasi diserahkan pada April atau Mei 2026. Selama periode tersebut, tim juga memastikan bahwa angka, grafik, laporan kegiatan, dan bukti pendukung dapat dibaca serta dijelaskan ketika ditanyakan oleh asesor.
“Kami membagi pekerjaan berdasarkan bidang. Ada yang menangani pendidikan dan kurikulum, penelitian dan pengabdian, alumni, serta bagian lain yang melengkapi data. Semua hasilnya kemudian dikumpulkan dalam laporan evaluasi diri,” jelas Jeki.
Kolaborasi Dosen, Tendik, dan Mahasiswa
Tim inti memperoleh dukungan dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Dosen membantu menyiapkan data pembelajaran, penelitian, hibah, pengabdian kepada masyarakat, dan luaran yang telah dihasilkan. Tenaga kependidikan dari berbagai unit mendukung penyediaan data administratif serta pengolahannya agar dapat disajikan secara jelas.
Mahasiswa juga terlibat dalam menyiapkan bukti kegiatan dan produk. Saat asesmen lapangan, mahasiswa bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer (Himtek) menampilkan karya yang berasal dari pembelajaran dan kegiatan pengembangan mahasiswa.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa persiapan akreditasi tidak berhenti pada penyusunan dokumen. Tim harus memastikan bahwa proses pendidikan, penelitian, pengabdian, prestasi, dan layanan akademik dapat dijelaskan oleh pihak yang menjalankannya secara langsung.
Menjaga Keselarasan Data dan Bukti
Salah satu tantangan dalam persiapan akreditasi adalah menjaga keselarasan antara data, narasi laporan, dan bukti pelaksanaan. Dokumen yang tersusun dengan baik tetap harus didukung kegiatan nyata, fasilitas, produk, serta manfaat yang dapat ditunjukkan kepada asesor.
“Akreditasi tidak hanya berkaitan dengan dokumen. Dokumen yang disampaikan harus sesuai dengan pelaksanaan dan memiliki bukti,” kata Jeki.
Tim memeriksa kembali data dari berbagai unit agar informasi yang disampaikan tetap konsisten. Mereka juga menyiapkan bukti penerapan hasil penelitian dan pengabdian, produk mahasiswa, data alumni, serta kegiatan yang mendukung pembelajaran.
Keselarasan tersebut kemudian diuji dalam asesmen lapangan oleh Prof. Dr. Indra Budi, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Indonesia dan Dr. Dede Kurniadi, S.Kom., M.Kom. dari Institut Teknologi Garut. Kedua asesor memeriksa dokumen, melakukan wawancara, serta meninjau fasilitas dan produk mahasiswa.
Unggul Menjadi Hasil Kerja Bersama
Jeki menilai setiap unsur memiliki peran dalam mendukung pencapaian Akreditasi Unggul. Kualitas pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kompetensi dosen, layanan tenaga kependidikan, keterlibatan mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta dukungan unit lain di lingkungan universitas.
“Untuk menjadi unggul dibutuhkan keselarasan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga direktorat yang menunjang pembelajaran, penelitian, pengabdian, dan prestasi mahasiswa,” ujarnya.
Pencapaian Akreditasi Unggul menjadi hasil dari kerja kolektif tersebut. Bagi Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, hasil akreditasi juga membawa tanggung jawab untuk menjaga konsistensi antara perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan peningkatan mutu.
Kolaborasi yang telah terbentuk diharapkan terus berlanjut setelah proses akreditasi selesai. Dengan kerja lintas unit yang terjaga, program studi dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya mutu, serta mengembangkan keamanan siber sebagai kompetensi yang relevan bagi mahasiswa dan masyarakat.
Pertanyaan Umum tentang Akreditasi S1 Teknik Komputer
Apakah S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta terakreditasi Unggul?
Ya. Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta meraih Akreditasi Unggul berdasarkan Keputusan LAM INFOKOM Nomor 056/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/VII/2026. Peringkat tersebut berlaku mulai 20 Juli 2026 hingga 20 Juli 2029.
Siapa yang terlibat dalam super team akreditasi?
Persiapan melibatkan tim inti tujuh orang, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, unit penjaminan mutu, dan sejumlah direktorat. Setiap unsur membantu menyiapkan serta membuktikan pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian, layanan akademik, dan prestasi mahasiswa.
Apa kaitan keamanan siber dengan pencapaian tersebut?
Keamanan siber bersama IoT menjadi kekhasan S1 Teknik Komputer. Kekhasan tersebut ditunjukkan melalui pembelajaran, laboratorium, keahlian dosen, kegiatan penelitian, dan produk mahasiswa yang diperiksa dalam proses akreditasi.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Dony Ariyus, Jeki Kuswanto




