
Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, Senin, 27 Juli 2026. Penandatanganan berlangsung di Ruang Meeting Unit 2 Lantai 2 (Lab Hubungan Internasional AMIKOM ) sebagai landasan pengembangan kerja sama kelembagaan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.
MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., dan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Dr. Ir. H. Zuhdi Yahya, M.P. Kesepakatan bersama ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani serta dapat diperpanjang atau diperbarui setelah kedua pihak melakukan evaluasi bersama.
MoU ini bertujuan membangun sinergi antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Kesepakatan tersebut membuka peluang pelaksanaan berbagai program bersama, seperti pertukaran pengetahuan dan praktik baik, peningkatan kapasitas dosen, pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, serta program pengabdian kepada masyarakat.
Diskusi Penguatan Akreditasi Unggul dan Implementasi OBE
Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Dr. Ir. Tukimun, S.T., M.T., menyampaikan bahwa agenda ini merupakan kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai langkah-langkah pengembangan perguruan tinggi. Ia ingin memperoleh gambaran mengenai proses yang perlu disiapkan untuk menuju akreditasi unggul, baik pada tingkat institusi maupun program studi.
Dr. Tukimun menilai pencapaian akreditasi berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia menanyakan strategi Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam mendorong dosen melanjutkan pendidikan doktoral, memperoleh beasiswa, meningkatkan jabatan akademik, serta menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah.
Selain itu beliau juga menyoroti pentingnya penerapan OBE dalam sistem akademik. Menurutnya, OBE memiliki hubungan penting dengan upaya program studi mencapai akreditasi unggul. Kurikulum tidak hanya harus disusun, tetapi juga perlu diterapkan, diukur, dievaluasi, dan diperbaiki berdasarkan capaian pembelajaran mahasiswa.
“OBE merupakan salah satu kunci menuju akreditasi unggul. Karena itu, kami ingin terus belajar dan memperkuat pemahaman, baik mengenai konsep maupun penerapannya di tingkat program studi,” ujarnya

Dalam pembahasan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Kusrini, M.Kom., membagikan pengalaman mengenai proses penjaminan mutu dan persiapan akreditasi. Ia menjelaskan bahwa peningkatan akreditasi membutuhkan proses yang berkelanjutan, mulai dari penetapan target, pelaksanaan program, evaluasi, pengendalian, hingga peningkatan.
Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. juga menekankan pentingnya evaluasi diri untuk membantu perguruan tinggi memetakan kondisi institusi dan program studi. Melalui evaluasi tersebut, setiap perguruan tinggi dapat menentukan aspek yang perlu diperkuat sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Anggit Dwi Hartanto, M.Kom., yang menjelaskan pengalaman penerapan OBE dalam pengelolaan kurikulum. Menurutnya, pelaksanaan OBE tidak hanya berkaitan dengan penyusunan dokumen, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang sama dari program studi, dosen, dan mahasiswa.
“Tantangan dalam OBE bukan hanya menyusun kurikulumnya, tetapi bagaimana menerapkannya secara konsisten,” jelasnya

Penguatan Kolaborasi Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., menjelaskan bahwa pengembangan institusi memerlukan peta jalan dan target yang jelas. Setiap program perlu dilaksanakan secara bertahap, dievaluasi secara berkala, dan dikembangkan sesuai dengan hasil yang telah dicapai. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam memperkuat pendidikan, penelitian, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai mitra.
“Kita mengembangkan konsep _fourth-generation university_ atau universitas generasi keempat,” ujar Prof. Dr. M. Suyanto, M.M.
Beliau juga membuka ruang bagi kedua universitas untuk saling bertukar pengalaman dalam pengembangan inovasi, ekonomi kreatif, teknologi informasi, penelitian, dan kewirausahaan. Melalui kerja sama tersebut, program yang dimiliki masing-masing institusi diharapkan dapat saling melengkapi dan dikembangkan sesuai kebutuhan bersama.

Sementara itu, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Dr. Ir. H. Zuhdi Yahya, M.P., menyampaikan apresiasi atas sambutan, kesempatan berdiskusi, dan penandatanganan MoU bersama Universitas AMIKOM Yogyakarta. Menurutnya, pembahasan yang disampaikan dalam forum tersebut telah memberikan wawasan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan institusinya.
“Alhamdulillah, kami sudah mendapat pencerahan. Jika masih ada hal yang perlu diperjelas, tentu kami akan berkomunikasi kembali,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan terima kasih atas terlaksananya penandatanganan MoU. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi awal bagi komunikasi dan pelaksanaan kerja sama yang berkelanjutan antara kedua perguruan tinggi.
Hasil diskusi selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama oleh unit terkait di lingkungan kedua universitas. Program kerja dapat dikembangkan dalam bidang penguatan penjaminan mutu, penerapan OBE, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan teknologi informasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui penandatanganan MoU dan diskusi tersebut, Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda berharap dapat membangun kolaborasi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan institusi, sivitas akademika, dan masyarakat.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Rumini




