Mengenal 10 Inovasi AI Peserta BTI 2026

13 July 2026 | UMUM

ogyakarta — Peserta Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 bidang Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Karakter di Universitas AMIKOM Yogyakarta menghasilkan 10 inovasi berbasis AI dalam agenda hackathon dan pameran karya. Karya-karya tersebut menjadi hasil akhir dari rangkaian pelatihan yang diikuti 40 siswa SMA/SMK/MA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia setelah mempelajari dasar kecerdasan artifisial, data science, Python, computer vision, hingga pengembangan prototype sederhana.

Agenda pameran karya menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, setiap kelompok juga diminta menjelaskan latar belakang masalah, solusi yang ditawarkan, teknologi yang digunakan, manfaat, serta peluang pengembangan karya.

Berikut 10 inovasi yang dikembangkan peserta BTI 2026 di Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Pantau Cakrawala AI

Pantau Cakrawala AI merupakan sistem deteksi jenis awan dan prediksi cuaca berbasis kecerdasan artifisial. Karya ini berangkat dari persoalan cuaca yang semakin sulit diprediksi, sementara identifikasi awan secara manual membutuhkan waktu dan keahlian khusus.

Melalui sistem ini, AI digunakan untuk mengenali jenis awan secara otomatis dan membantu memberikan prediksi cuaca secara lebih cepat. Dalam poster karya, peserta menampilkan sejumlah contoh klasifikasi awan, seperti Altocumulus, Altostratus, Cumulonimbus, Cirrocumulus, Cirrus, Cirrostratus, Contrail, Cumulus, Nimbostratus, Stratocumulus, dan Stratus.

Inovasi ini memiliki potensi pemanfaatan di bidang pendidikan, riset, pertanian, kelautan, pemerintahan, hingga transportasi. Peserta juga menekankan bahwa awan dapat menjadi salah satu indikator perubahan cuaca, sehingga identifikasi berbasis AI dapat membantu aktivitas yang bergantung pada kondisi cuaca.

Smart Polite Translator

Smart Polite Translator adalah asisten AI yang membantu pengguna menemukan alternatif kata atau frasa yang lebih sopan tanpa mengubah makna asli. Inovasi ini ditujukan untuk mendukung komunikasi yang lebih santun, terutama di ruang digital.

Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kata atau frasa yang berpotensi menyinggung, kemudian memberikan rekomendasi kata yang lebih tepat. Dengan pendekatan tersebut, Smart Polite Translator dapat membantu pengguna menjaga etika berkomunikasi di media sosial, ruang percakapan daring, maupun lingkungan pendidikan.

Karya ini menarik karena peserta tidak hanya melihat AI sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai pendukung budaya komunikasi yang lebih baik.

Quant.AI

Quant.AI merupakan platform analisis dan rekomendasi saham berbasis machine learning dan analisis teknikal. Karya ini dikembangkan untuk membantu pengguna membaca pola pergerakan saham berdasarkan data historis.

Dalam rancangan sistemnya, Quant.AI mengambil data historis saham, melakukan ekstraksi fitur, melatih model machine learning, lalu menghasilkan rekomendasi dan pola analisis. Poster karya ini menampilkan penggunaan pendekatan seperti Random Forest Classifier untuk membantu prediksi peluang keuntungan saham.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana peserta mencoba menghubungkan AI dengan kebutuhan pengambilan keputusan berbasis data, khususnya di bidang finansial. Meski masih berupa prototype, Quant.AI memperlihatkan pemahaman peserta tentang pentingnya data, model, dan analisis dalam sistem rekomendasi.

FitMe

FitMe adalah aplikasi AI personal trainer yang menggabungkan pengaturan pola makan, penjadwalan latihan, dan evaluasi gerakan olahraga. Karya ini memanfaatkan teknologi kamera berbasis AI untuk mendeteksi dan mengevaluasi gerakan pengguna saat berolahraga.

Dalam poster karya, FitMe menawarkan beberapa fitur utama, yaitu perbaikan olahraga dan diet, personalisasi jadwal, serta perlindungan data pengguna. Peserta juga mencantumkan pemanfaatan teknologi seperti MediaPipe dan FatSecret sebagai pendukung sistem.

Inovasi ini diarahkan untuk membantu pengguna berolahraga secara lebih terarah. Dengan dukungan kamera dan AI, sistem dapat membantu mendeteksi gerakan, memberikan evaluasi, serta mendukung kebiasaan hidup sehat.

EcoScans

EcoScans mengangkat persoalan lingkungan melalui sistem AI untuk membantu memilah sampah. Karya ini menggunakan deteksi visual untuk mengenali jenis sampah, sehingga proses pemilahan dapat dilakukan secara lebih cepat, mudah, dan akurat.

Dalam poster, peserta menjelaskan bahwa EcoScans memanfaatkan deep learning dengan pendekatan Convolutional Neural Network (CNN) dan MobileNetV2. Teknologi ini digunakan untuk mengenali pola visual berbagai jenis sampah melalui kamera.

Manfaat utama dari EcoScans adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, mengurangi pencemaran lingkungan, mendukung proses daur ulang, serta menjadi media edukasi berbasis teknologi bagi pelajar dan masyarakat.

Aksaraku

Aksaraku merupakan sistem berbasis deep learning untuk deteksi dan transliterasi aksara Jawa ke huruf Latin. Karya ini berangkat dari persoalan banyaknya monumen, prasasti, papan nama jalan, dan situs budaya di Yogyakarta yang menggunakan aksara Jawa, tetapi tidak semua masyarakat mampu membacanya.

Sistem ini dikembangkan untuk membantu pengguna mengenali aksara Jawa dan mengubahnya menjadi huruf Latin. Dalam poster, peserta menampilkan alur kerja mulai dari identifikasi masalah, pencarian dataset, pelatihan AI, implementasi web, hingga evaluasi performa.

Aksaraku juga mencantumkan hasil akurasi AI sebesar 99,4 persen pada poster proyek. Karya ini menjadi contoh pemanfaatan AI untuk pelestarian budaya, terutama dalam membantu generasi muda mengenal kembali aksara daerah.

Ring Master

Ring Master adalah game tinju berbasis motion tracking AI. Inovasi ini memungkinkan pengguna mengontrol permainan melalui gerakan tubuh tanpa membutuhkan perangkat kontrol tambahan yang mahal.

Dalam proyek ini, peserta menggunakan rekaman dataset video gerakan pukulan tinju dari berbagai sudut. Data tersebut kemudian digunakan untuk membaca gerakan pemain, seperti jab, straight, hook, dan uppercut. Sistem dikembangkan agar gerakan tubuh dapat dikenali secara real-time dan diterjemahkan menjadi input game.

Ring Master menggabungkan AI, computer vision, pose estimation, dan pengembangan game. Karya ini menunjukkan bahwa AI juga dapat digunakan untuk membangun pengalaman bermain yang interaktif dan lebih terjangkau.

Lontar AI

Lontar AI merupakan inovasi untuk revitalisasi aksara lontar melalui kecerdasan buatan. Karya ini mengangkat tantangan naskah lontar yang sulit dibaca dan dipahami, sehingga membutuhkan teknologi yang dapat membantu proses deteksi, rekognisi, dan penerjemahan.

Dalam poster, peserta menampilkan alur solusi AI mulai dari deteksi aksara, rekognisi, hingga penerjemahan. Teknologi deep learning seperti CNN dan LSTM disebut sebagai pendekatan yang digunakan untuk membantu sistem mengenali aksara.

Lontar AI memiliki manfaat dalam bidang pelestarian budaya, aksesibilitas, dan pendidikan. Karya ini memperlihatkan bahwa AI tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan industri modern, tetapi juga dapat membantu menjaga warisan budaya.

NutriSnap

NutriSnap adalah aplikasi mobile berbasis AI untuk mengklasifikasikan minuman kemasan berdasarkan kandungan gula. Sistem ini menggunakan analisis citra kemasan untuk membantu masyarakat memahami kategori kandungan gula melalui standar Nutri-Level dari Kementerian Kesehatan.

Dalam poster, peserta menjelaskan bahwa NutriSnap dirancang dengan alur kerja sederhana: pengguna mengambil foto kemasan, sistem menyesuaikan dengan data yang dimiliki, lalu menampilkan hasil klasifikasi dengan label tingkat keyakinan tertentu. Teknologi yang digunakan mencakup image classifier, computer vision, dan machine learning.

Klasifikasi Nutri-Level dibagi menjadi Level A sampai D, dari sangat rendah gula hingga tinggi gula. Inovasi ini bertujuan meningkatkan literasi gizi, mendorong pola konsumsi sehat, serta membantu pencegahan diabetes dan obesitas, khususnya pada anak.

CheckLoo – Gender Guard AI

CheckLoo – Gender Guard AI merupakan sistem pemantauan akses toilet berbasis AI secara real-time. Karya ini dirancang untuk membantu meningkatkan keamanan fasilitas umum melalui analisis visual pada area pintu masuk.

Sistem bekerja dengan membaca visual dari kamera, memvalidasi akses berdasarkan aturan tertentu, lalu mengirimkan peringatan jika terdeteksi potensi ketidaksesuaian. Teknologi yang digunakan mengarah pada pemanfaatan Python, OpenCV, model deep learning, serta deteksi visual secara real-time.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana peserta mencoba menggunakan AI untuk mendukung keamanan ruang publik. Meski masih berupa prototype, CheckLoo memberi gambaran bahwa AI dapat membantu sistem pengawasan yang lebih cepat dan responsif.

Dari Prototype Menuju Pembelajaran Nyata

Sepuluh inovasi tersebut menunjukkan keluasan ide peserta BTI 2026 dalam memanfaatkan AI. Mereka tidak hanya mengembangkan karya yang berorientasi teknologi, tetapi juga mengaitkannya dengan masalah nyata di bidang lingkungan, kesehatan, budaya, pendidikan, komunikasi, finansial, cuaca, keamanan, dan hiburan digital.

Melalui hackathon dan pameran karya, peserta belajar bahwa pengembangan AI membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Mereka harus memahami masalah, mengolah data, memilih metode, membangun prototype, bekerja dalam tim, serta menjelaskan manfaat karya kepada orang lain.

Karya-karya ini menjadi bukti proses belajar peserta selama mengikuti BTI 2026 di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Harapannya, prototype yang dihasilkan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan, memperbaiki karya, dan membawa pengalaman tersebut ke sekolah serta daerah masing-masing.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Melwin Syafrizal & Ria Andriani