Amikom Business Park menggelar Top Rank Competition 2026 sebagai ajang kompetisi talenta digital di bidang coding dan UI/UX. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti sekitar 280 peserta dari kalangan mahasiswa serta siswa SMA/SMK sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Inkubator Amikom Business Park, Drs. Asro Nasiri, M.Kom. menyampaikan bahwa Top Rank Competition ini merupakan bagian dari program kerja Amikom Business Park. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa dan pelajar untuk terlibat dalam aktivitas yang inovatif, kreatif, sekaligus memiliki potensi menghasilkan nilai ekonomi.
Menurutnya, keterlibatan peserta dalam kompetisi semacam ini menjadi pengalaman penting, terutama karena mereka tidak hanya dituntut untuk menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga menghadapi tantangan nyata dalam waktu yang terbatas. Melalui kompetisi, peserta dilatih untuk berpikir cepat, bekerja terarah, dan menyelesaikan persoalan dengan kemampuan yang mereka miliki.

Top Rank Competition 2026 dirancang sebagai kompetisi individu yang menguji kemampuan peserta dalam menyelesaikan tantangan digital. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya bersaing untuk meraih juara, tetapi juga menunjukkan kompetensi personal dalam bidang pemrograman, pengembangan solusi digital, serta perancangan antarmuka dan pengalaman pengguna.
Dalam pelaksanaannya, Top Rank Competition 2026 menghadirkan beberapa kategori lomba, di antaranya UI/UX Life Challenge, Logic Code Life Challenge, dan Logic Development Life Challenge. Kategori tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan teknis sesuai bidangnya masing-masing, baik dari jenjang mahasiswa maupun siswa SMA/SMK sederajat.
Manajer ABP Inkubator, Donni Prabowo, M.Kom., MBA., menjelaskan bahwa Top Rank Competition 2026 lahir dari kebutuhan Amikom Business Park dalam memetakan talenta digital yang memiliki kompetensi terukur. Menurutnya, ABP kerap berinteraksi dengan mitra industri yang membutuhkan rekomendasi talenta, seperti UI designer, UX designer, maupun programmer.
“Problemnya, ketika ingin merekomendasikan talenta, kita perlu tahu dulu kompetensinya. Melalui Top Rank, kita bisa melakukan assessment coding dan UI/UX, lalu mengetahui peta potensi peserta,” ujar Donni.
Donni menambahkan, kompetisi ini menjadi cara yang lebih terstruktur untuk melihat kemampuan peserta. Melalui asesmen di bidang coding dan UI/UX, ABP dapat mengetahui potensi setiap peserta, termasuk tingkat kesiapan mereka untuk dihubungkan dengan kebutuhan industri.
Menurut Donni, hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan talent matching dengan mitra industri. Ketika industri membutuhkan programmer, UI designer, UX designer, atau talenta digital lain, ABP dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai peserta yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
“Outcome-nya bisa bekerja, magang berbayar, atau project freelance,” jelas Donni.
Dua Hari Kompetisi, Tiga Kategori Talenta Digital
Kompetisi ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 1–2 Juli 2026. Pada hari pertama, peserta mengikuti dua sesi utama untuk track Logic dan UI/UX. Sesi pertama berfokus pada Basic Logic & Problem Solving serta Mobile UI Design, sedangkan sesi kedua berlanjut pada Data Processing, Algorithm & Simple Data Structure serta Website UI Design. Seluruh sesi tersebut menjadi bagian dari proses penilaian langsung oleh dewan juri untuk melihat kemampuan peserta dalam memahami masalah, menyusun solusi, dan menghasilkan karya sesuai bidang kompetisi.
Pada hari kedua, kompetisi berlanjut melalui Logic Code Live Challenge. Peserta mengikuti tiga tahapan tantangan, yaitu Basic Logic Challenge, Fundamental Coding Challenge, dan Intermediate Coding Challenge. Tahapan ini dirancang untuk menguji kemampuan peserta secara bertingkat, mulai dari pemahaman logika dasar hingga penyelesaian tantangan coding yang lebih kompleks.
Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda awarding sebagai sesi apresiasi bagi peserta. Dalam agenda ini, panitia mengumumkan para pemenang dari setiap kategori, sekaligus memberikan penghargaan kepada peserta yang berhasil memperoleh hasil terbaik setelah melewati proses kompetisi selama dua hari.
Berikut ini hasil dari Top Rank Competition 2026:
Kategori UI/UX — Tingkat Mahasiswa
Juara 1 : Qaisy Al Qatthan
Juara 2 : Khairil Fadilah
Juara 3 : Yudith Risdani
Kategori Logic Code — Tingkat SMA/SMK
Juara 1 : Abid Muhammad Rasyid (SMKN 1 Bantul)
Juara 2 : Joshua Matthew Karuniawan (SMAK St. Louis 1 Surabaya)
Juara 3 : Keisya Destiyani (SMA Negeri 12 Kota Tangerang)
Kategori Logic Development — Tingkat Mahasiswa
Juara 1 : Raekhandi Yoga Gusmawan
Juara 2 : Rahmat
Juara 3 : Alif Eka Syahputra
Kompetisi Jadi Ruang Tumbuh Talenta Digital
Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari proses pembentukan mental, kemampuan, dan daya tahan peserta dalam menghadapi tantangan.
Prof. Arief menekankan bahwa tidak semua peserta yang meraih juara akan langsung berhasil membangun produk, bisnis, atau karier besar. Sebaliknya, peserta yang belum menjadi juara juga tetap memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Ia mengajak peserta untuk melihat kompetisi sebagai ruang belajar, bukan sekadar hasil akhir.
“Yang penting prosesnya. Yang menang adalah yang sudah pernah jatuh, kemudian bangun lagi,” pesan Prof. Arief.
Melalui pesan tersebut, peserta Top Rank Competition 2026 diharapkan tidak berhenti pada capaian kompetisi. Pengalaman selama dua hari mengikuti tantangan coding dan UI/UX dapat menjadi bekal untuk terus mengasah kemampuan, membangun portofolio, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri digital.

Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., turut menegaskan pentingnya ekosistem kampus dalam mendorong lahirnya talenta kreatif dan digital. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memiliki visi untuk menjadi perguruan tinggi unggulan dunia dalam bidang ekonomi kreatif berbasis entrepreneurship yang menebar kebaikan.
Prof. Suyanto juga menekankan bahwa mahasiswa dan generasi muda perlu memiliki ruang untuk berkembang sebagai profesional, scientist, entrepreneur, maupun pelaku kreatif. Melalui ekosistem pendidikan, inkubasi bisnis, dan jejaring industri, Universitas AMIKOM Yogyakarta terus mendorong lahirnya karya, inovasi, serta talenta yang mampu memberi nilai bagi masyarakat.

Dengan pelaksanaan Top Rank Competition 2026, Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap kompetisi ini dapat menjadi ruang berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem talenta digital dan industri kreatif. Kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman kompetitif bagi peserta, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi dalam perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Donni Prabowo, Ari Wijaya










