BPC AMIKOM Dampingi Alumni Sleman Pintar Siap Kerja

10 June 2026 | Berita Utama

Yogyakarta, 5 Juni 2026 — Universitas AMIKOM Yogyakarta menggelar sosialisasi program pendampingan 6 bulan bagi alumni Sleman Pintar di lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kegiatan ini ditujukan bagi alumni Sleman Pintar yang telah lulus, belum bekerja, ingin memperoleh penghasilan, atau ingin mengembangkan karier melalui jalur magang, kerja, wirausaha digital, maupun freelance. Melalui pemaparan program, sesi berbagi pengalaman, coaching, dan wawancara personal, kegiatan ini diarahkan untuk memetakan kesiapan peserta sebelum memasuki dunia kerja dan industri.

Program pendampingan ini menjadi salah satu upaya Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk membantu alumni Sleman Pintar menghadapi tantangan setelah lulus. Dalam sesi utama, Prof. Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D., Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Universitas AMIKOM Yogyakarta, menyoroti sejumlah persoalan yang kerap dialami lulusan baru, seperti CV yang masih minim pengalaman, portofolio yang belum kuat, keterampilan yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan industri, serta kurangnya kepercayaan diri saat mengikuti wawancara kerja.

Prof. Arief menyampaikan bahwa keberhasilan tidak lahir dari kondisi tanpa kegagalan, melainkan dari keberanian untuk terus mencoba dan memperbaiki diri. Ia mengajak peserta untuk jujur mengenali kemampuan diri agar proses pendampingan dapat berjalan sesuai kebutuhan.

“Orang yang berhasil itu bukan orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang begitu gagal dia bisa bangkit lagi,” ujar Prof. Arief dalam sesi sosialisasi.

Ia menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar berbentuk pelatihan, tetapi dirancang sebagai pendampingan terarah. Peserta akan dibantu melihat kesenjangan antara kemampuan yang dimiliki saat ini dengan kebutuhan dunia kerja. Jika peserta ingin melamar sebagai programmer web, misalnya, tetapi belum memiliki portofolio yang relevan, maka proses pendampingan akan diarahkan untuk membantu peserta membangun kemampuan dan bukti kerja yang dapat ditampilkan dalam CV.

“Program 6 bulan ini dirancang khusus untuk membuat alumni Sleman Pintar lebih siap kerja, siap punya usaha, siap memasuki dunia industri, ataupun mulai memperoleh penghasilan yang nyata,” jelas Prof. Arief.

Dalam pemaparannya, Prof. Arief juga menekankan pentingnya kejujuran saat asesmen. Menurutnya, asesmen tidak dilakukan untuk membandingkan peserta satu dengan yang lain, melainkan untuk mengetahui posisi kemampuan masing-masing peserta. Dengan demikian, pendampingan dapat disusun sesuai kebutuhan, baik melalui pelatihan teknis, simulasi wawancara, perbaikan CV, penguatan portofolio, maupun penempatan pada peluang kerja yang relevan.

Program pendampingan ini menawarkan empat jalur utama. Jalur pertama adalah magang kerja berbayar, yang memungkinkan peserta mendapat pengalaman kerja di mitra atau lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta dengan harapan dapat berlanjut menjadi hubungan kerja. Jalur kedua adalah wirausaha digital, yang ditujukan bagi peserta yang berminat membangun usaha berbasis digital secara berkelompok. Jalur ketiga adalah penyaluran kerja dan career coaching, yang menghubungkan peserta dengan lowongan yang telah dikurasi. Jalur keempat adalah digital freelance, yang membantu peserta mengembangkan jasa digital seperti desain, manajemen konten media sosial, affiliate, dan video editing.

Setelah sesi utama, Ferian Fauzi Abdullah, S.Kom., M.Kom. memimpin sesi lanjutan untuk menjelaskan teknis pemilihan jalur program. Ia menyampaikan bahwa program ini disiapkan bagi alumni Sleman Pintar yang belum bekerja atau yang sudah bekerja tetapi merasa pekerjaannya belum sesuai dengan minat dan arah karier yang diinginkan.

“Program ini memang untuk alumni Sleman Pintar yang belum bekerja atau sudah bekerja tetapi belum sesuai passion, kemudian ingin pivot. Kami menyediakan empat career option yang bisa diambil,” terang Ferian.

Pada sesi coaching, peserta mendapat penjelasan lebih rinci mengenai karakter setiap jalur pendampingan. Tim menjelaskan bahwa jalur wirausaha digital membutuhkan minat berusaha dan gambaran awal bidang usaha yang ingin dikembangkan. Bagi peserta yang sudah mulai merintis usaha, pendampingan akan diarahkan untuk memetakan kendala dan menghubungkan peserta dengan pihak yang dapat membantu pengembangan usaha.

Sesi coaching juga membahas peluang digital freelance yang berkaitan dengan pengelolaan media sosial, pembuatan konten, pemanfaatan kecerdasan artifisial, dan monetisasi kanal digital. Peserta diajak memahami bahwa keterampilan digital tidak hanya perlu dikuasai secara teknis, tetapi juga perlu diarahkan agar dapat menghasilkan nilai ekonomi.

Untuk jalur magang berbayar dan penyaluran kerja, peserta mendapat gambaran mengenai proses penempatan, kebutuhan mitra, serta pentingnya kecocokan antara kemampuan peserta dan persyaratan dunia kerja. Tim juga menjelaskan bahwa peluang magang dapat menjadi pintu masuk untuk memperoleh pengalaman profesional, sekaligus memperkuat CV dan portofolio peserta.

Selain pemaparan jalur, kegiatan ini juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari peserta yang pernah mengikuti magang. Beberapa peserta menceritakan pengalaman mereka saat mengerjakan tugas di instansi maupun perusahaan, termasuk ketika diberi tanggung jawab membuat sistem website atau sistem pengolahan data karyawan. Cerita tersebut menjadi contoh bahwa dunia kerja sering menuntut kemampuan adaptasi, kemauan belajar, dan kesiapan mengerjakan kebutuhan nyata di lapangan.

Setelah sesi coaching, peserta diarahkan mengikuti wawancara satu per satu. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui kondisi peserta secara lebih personal, termasuk status pekerjaan saat ini, minat karier, kesiapan mengikuti program, dan jalur yang paling sesuai. Peserta yang berkomitmen mengikuti program juga diminta mengisi pakta integritas sebagai bentuk kesanggupan mengikuti proses pendampingan.

Melalui program pendampingan 6 bulan ini, peserta ditargetkan memiliki CV dan portofolio yang siap dikirim ke perusahaan, pengalaman nyata melalui magang atau proyek digital, kemampuan wawancara yang lebih baik, serta peluang untuk mulai memperoleh penghasilan. Program ini juga memberi ruang bagi peserta untuk memilih arah karier yang paling sesuai, baik sebagai pekerja, peserta magang, wirausahawan digital, maupun freelancer.

Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mendampingi alumni Sleman Pintar memasuki dunia kerja dan industri digital. Dengan pendampingan yang terarah, peserta diharapkan mampu mengenali potensi diri, menutup kesenjangan keterampilan, membangun portofolio, dan mengambil peluang kerja maupun usaha secara lebih percaya diri.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional