Universitas AMIKOM Yogyakarta Terpilih sebagai Mitra Nasional Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026

5 June 2026 | Berita Utama

Universitas AMIKOM Yogyakarta terpilih sebagai salah satu mitra nasional Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Dalam program ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta mendapat amanah menyelenggarakan pelatihan bidang Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Karakter bagi 40 siswa SMA/SMK/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia pada Juli 2026.

BTI 2026 merupakan program pembinaan talenta murid dan pemandu talenta di bidang STEM, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Karakter. Program ini dirancang untuk mengembangkan potensi murid secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan talenta nasional. Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan murid berprestasi yang telah melalui proses seleksi oleh Puspresnas.

Sekretaris Panitia BTI 2026 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Ria Andriani, M.Kom., menjelaskan bahwa keterlibatan Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam BTI 2026 diawali dari proses pengajuan sebagai mitra. Setelah melalui seleksi administrasi, wawancara substansi program, hingga pembahasan pendanaan, Universitas AMIKOM Yogyakarta ditetapkan sebagai salah satu perguruan tinggi mitra nasional.

“BTI ini program pembinaan talenta. Peserta yang ikut sudah diseleksi oleh Puspresnas, sehingga perguruan tinggi mitra menerima siswa yang memang siap untuk dibina. Universitas AMIKOM Yogyakarta mendapat amanah untuk bidang Kecerdasan Artifisial dan Karakter bagi peserta murid,” jelas Ria.

Proses Universitas AMIKOM Yogyakarta Terpilih Mitra BTI 2026

Dalam pelaksanaan tahun ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta akan membina 40 siswa di bidang Kecerdasan artifisial dan karakter pada tingkat dasar. Peserta tersebut berasal dari SMA/SMK/MA dan sederajat dari berbagai daerah di Indonesia dan akan mengikuti pelatihan intensif selama satu minggu. Program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi AI, tetapi juga pada penguatan karakter, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Ketua Panitia BTI 2026 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Melwin Syafrizal, S.Kom., M.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya Puspresnas untuk mendorong sekolah menghasilkan talenta muda yang mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kegiatan ini merupakan agenda Kemendikdasmen melalui Puspresnas untuk mendorong sekolah-sekolah menghasilkan talenta, baik dari guru maupun murid, agar mampu bersaing secara internasional,” ujar Melwin.

Melwin menambahkan, Universitas AMIKOM Yogyakarta dipercaya menangani bidang Kecerdasan Artifisial karena memiliki dosen, fasilitas, dan lingkungan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pelatihan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar AI, pemanfaatan AI untuk menyelesaikan masalah sederhana, pemrograman Python dasar, hingga penggunaan perangkat AI untuk menghasilkan aplikasi sederhana.

“Kami berharap peserta mendapat gambaran bagaimana teknologi AI dapat diterapkan. Selain itu, kami ingin mereka tumbuh keberaniannya untuk berkompetisi, menyampaikan ide, dan mengembangkan gagasan melalui karya yang mereka buat,” tambah Melwin.

Dari Pelatihan AI hingga Pendampingan Berkelanjutan

Berdasarkan rancangan pembelajaran, kegiatan BTI 2026 di Universitas AMIKOM Yogyakarta mengusung tema “Introduction to Artificial Intelligence for the Creative and Innovative Digital Generation.” Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 8–14 Juli 2026, dimulai dari kedatangan dan orientasi, pengenalan dasar AI, pembelajaran AI dalam dunia industri, dasar data science dan Python, penggunaan perangkat pengembangan AI, hingga evaluasi melalui hackathon dan pameran produk.

Pada akhir program, peserta akan ditantang menghasilkan prototype atau demonstrasi solusi AI sederhana. Karya tersebut akan dipresentasikan dalam kegiatan hackathon dan pameran produk, kemudian dinilai oleh juri untuk memperoleh masukan pengembangan lebih lanjut. Selain itu, peserta juga akan diperkenalkan dengan lingkungan Dunia Usaha dan Dunia Industri yang berada di ekosistem Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Melwin menyebutkan bahwa kunjungan industri menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan. Peserta akan melihat bagaimana teknologi, termasuk AI, digunakan dalam lingkungan kerja dan pengembangan produk digital. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat penerapan AI dalam kebutuhan organisasi dan industri.

Selain aspek teknis, Universitas AMIKOM Yogyakarta juga menekankan pembinaan karakter. Peserta akan diarahkan untuk membangun disiplin, kebiasaan positif, keberanian berbicara, kerja sama tim, dan kemampuan menyampaikan ide secara terstruktur. Pendekatan ini selaras dengan tujuan BTI 2026 yang tidak hanya menyiapkan murid berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk talenta muda yang adaptif dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Setelah pelatihan selesai, Universitas AMIKOM Yogyakarta juga membuka ruang pendampingan lanjutan melalui grup konsultasi antara peserta, instruktur, dan pengelola. Langkah ini diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan ilmu yang diperoleh, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, sekolah, dan peserta dari berbagai daerah.

Melalui keterlibatan sebagai mitra nasional BTI 2026, Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap dapat berkontribusi dalam penguatan talenta digital Indonesia, khususnya pada bidang Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Karakter. Program ini juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memberi pengalaman bermakna bagi peserta untuk mengenal teknologi, membangun karya, serta menyiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan dan industri masa depan.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Melwin Syafrizal & Ria Andriani