Universitas AMIKOM Yogyakarta Teken PKS Sumbawa Digital Ranch

26 May 2026 | Berita Utama

Sumbawa, 19 Mei 2026 — Universitas AMIKOM Yogyakarta menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa untuk mendukung pelaksanaan penelitian Sumbawa Digital Ranch, sebuah program riset peternakan sapi umbaran berbasis Artificial Intelligence dan Internet of Things (AI-IoT) yang terintegrasi dengan marketplace, investasi ternak digital, dan smart livestock tourism.

PKS tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Sumbawa Digital Ranch: Sistem Peternakan Sapi Umbaran Berbasis AI-IoT dengan Integrasi Marketplace Investasi Ternak Digital dan Smart Livestock Tourism Tahun 2026–2028. Kerja sama ini memperkuat posisi Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai ketua konsorsium dalam riset Sumbawa Digital Ranch. Konsorsium tersebut melibatkan Universitas Teknologi Sumbawa dan ITB STIKOM Bali, dengan dukungan mitra dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa serta CV Mataram Karya.

Prof. Dr. Kusrini, M.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta sekaligus ketua konsorsium riset, menjelaskan bahwa PKS tersebut menjadi dasar penting agar penelitian dapat berjalan sesuai kebutuhan lapangan. Menurutnya, pengembangan Sumbawa Digital Ranch tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga diarahkan untuk membantu peternak, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Teknologi yang baik bukan hanya teknologi yang canggih, tetapi teknologi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan di lapangan,” jelas Prof. Kusrini.

Melalui PKS ini, ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan penelitian, penyediaan lahan, penyediaan sapi atau ternak sebagai objek penelitian, pendampingan peternak dan penyuluh oleh tim teknis, hingga pengujian serta validasi prototipe. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa juga akan memfasilitasi koordinasi antara tim peneliti, peternak lokal, perangkat desa, dan pemangku kepentingan terkait.

Salah satu fokus penting dalam kerja sama ini adalah pengembangan dashboard pemerintah untuk pemantauan data ternak secara real time. Sistem tersebut dirancang agar dapat terintegrasi dengan aplikasi SiJinak, yaitu sistem pendataan ternak yang telah dimiliki Pemerintah Daerah Sumbawa.

Dalam implementasinya, Sumbawa Digital Ranch akan memanfaatkan teknologi smart collar yang dipasang pada sapi. Perangkat ini dirancang untuk membaca lokasi ternak melalui GPS, memantau suhu tubuh, melihat pola gerak sapi, serta mendukung deteksi dini ketika ternak keluar dari kelompok, tidak bergerak dalam waktu tertentu, berpotensi sakit, atau berada di luar area aman.

Data dari perangkat tersebut akan dikirim melalui teknologi komunikasi jarak jauh seperti LoRa, kemudian ditampilkan dalam dashboard yang dapat digunakan oleh peternak, dinas, calon pembeli, hingga investor. Dengan sistem ini, pengelolaan sapi umbaran di Sumbawa diharapkan dapat dilakukan secara lebih modern, terukur, dan berbasis data.

Selain aspek pemantauan ternak, kerja sama ini juga membuka ruang pengembangan marketplace ternak digital, investasi ternak, dan livestock tourism. Melalui marketplace, peternak diharapkan dapat memiliki akses pasar yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada rantai distribusi konvensional. Sementara konsep livestock tourism diarahkan untuk menghadirkan wisata edukatif berbasis peternakan khas Sumbawa.

Prof. Kusrini menegaskan bahwa riset ini tidak membawa program pembagian sapi, melainkan menghadirkan teknologi yang akan diterapkan pada sapi milik peternak. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dan dinas teknis menjadi sangat penting agar teknologi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan karakter peternakan sapi umbaran di Sumbawa.

Melalui penandatanganan PKS ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sumbawa Digital Ranch diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan peternak dalam mendukung modernisasi peternakan rakyat serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Kusrini