
Universitas AMIKOM Yogyakarta melantik dan melakukan serah terima jabatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) periode 2026–2028 pada 8 April 2026 di Ruang Citra, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Pelantikan dan serah terima jabatan ini dilaksanakan untuk memastikan keberlanjutan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus melalui kepengurusan baru yang akan bekerja selama dua tahun ke depan.
Satgas PPKPT merupakan satuan tugas yang dibentuk perguruan tinggi untuk menjalankan upaya pencegahan, pendampingan, dan penanganan terhadap berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus. Keberadaan satgas ini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang aman, sehat, dan saling menghormati. Ruang lingkup satgas kini tidak hanya berfokus pada kekerasan seksual, tetapi telah diperluas untuk menangani seluruh bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Perluasan ini membuat peran satgas menjadi semakin strategis, tidak hanya dalam menerima dan menindaklanjuti laporan, tetapi juga dalam membangun lingkungan akademik yang aman, sehat, dan saling menghormati.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta, Dr. Achmad Fauzi, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan satgas merupakan amanah regulasi yang wajib dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa proses pembentukan Satgas PPKPT periode 2026–2028 berlangsung cukup panjang, dimulai pada Oktober 2025 dan berakhir pada Maret 2026.
Menurut Achmad Fauzi, menjadi bagian dari satgas berarti siap bekerja dalam semangat kerelawanan. Ia menilai tugas tersebut tidak mudah karena anggota satgas harus berhadapan dengan persoalan yang menuntut kesiapan mental, fisik, dan emosi.
Meski demikian, beliau juga menekankan bahwa upaya pencegahan kekerasan tidak hanya menjadi beban satgas sebagai pelaksana teknis. Ia mengingatkan bahwa dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan unsur lain di lingkungan kampus tetap memiliki tanggung jawab moral yang sama. “Pencegahan ini tetap bapak ibu sekalian, kita punya tanggung jawab untuk melakukan ini, bukan berarti yang bukan satgas maka tidak punya tanggung jawab moral,” tegasnya.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta tentang Satgas PPKPT periode 2026–2028. Berikut ini susunan satgas yang terpilih:
Ketua: Yola Andesta Valenty, S.E., M.Ak., (Dosen)
Anggota :
– Sheila Lestari Giza Pudrianisa, S.I.Kom., M.I.Kom. (Dosen)
– Yohanes William Santoso, S.Hub.Int., M.Hub.Int. (Dosen)
– Nurizka Fidali, S.T., M.Sc. (Dosen)
– Nadea Cipta Laksmita, M.Kom(Dosen)
– Norma Kurniasih, S.Kom(Tendik)
– Nayla Putri Fairuz (Mahasiswa)
– Marselina Maboro (Mahasiswa)
– Fadhilah Panji Satria Buana(Mahasiswa)

Perluasan Peran Satgas dan Komitmen Kepengurusan Baru
Ketua satgas periode sebelumnya, Andreas Tri Pamungkas, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa keberadaan satgas berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Menurutnya, isu kekerasan di lingkungan kampus harus ditangani secara serius karena respons kampus terhadap kasus akan memengaruhi rasa aman mahasiswa dan kepercayaan orang tua. Andreas menegaskan bahwa ruang lingkup kerja satgas kini menjadi lebih luas karena tidak lagi terbatas pada kekerasan seksual, tetapi juga mencakup diskriminasi, perundungan, kekerasan fisik, dan kekerasan verbal.
Berdasarkan pengalamannya, Andreas menjelaskan bahwa penanganan kasus sering kali memerlukan dukungan yang lebih besar daripada yang terlihat dari jumlah laporan. Ia mencontohkan bahwa satu kasus dapat membutuhkan pendampingan berlapis, termasuk pemeriksaan tambahan dan rekomendasi psikologis. Karena itu, ia menilai kolaborasi perlu diperkuat agar jalur pelaporan menjadi jelas dan penanganan dapat dilakukan secara tepat.
“Kolaborasi itu kemungkinan yang nantinya perlu dimasifkan lagi,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa pengurus lama tetap terbuka untuk membantu pengurus baru, terutama dalam penyamaan persepsi dan pendampingan terhadap kasus yang masih berjalan.
Ketua Satgas PPKPT Universitas AMIKOM Yogyakarta periode 2026–2028, Yola Andesta Valenty, S.E., M.Ak., menyampaikan komitmennya untuk mengemban amanah tersebut sebaik mungkin. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya dan tim, serta berharap kepengurusan baru mampu menjalankan tugas secara maksimal selama dua tahun ke depan. Yola menegaskan bahwa fokus utama tim adalah memperkuat langkah pencegahan agar kasus tidak terjadi. “Pencegahannya harus kita maksimalkan,” ujarnya.
Yola juga menekankan bahwa amanah sebagai anggota satgas merupakan bentuk kepedulian sebagai relawan. Ia memandang tugas ini tidak hanya penting bagi kampus, tetapi juga relevan dengan harapan orang tua yang ingin anak-anaknya belajar di lingkungan yang aman. Ia mengakui bahwa tim baru masih membutuhkan dukungan dari pengurus sebelumnya, terutama untuk memahami kasus-kasus yang masih berjalan dan menjaga kesinambungan kerja satgas ke depan.

Arahan Rektor untuk Kepengurusan Baru
Menutup rangkaian acara, Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. M. Suyanto, M.M. menyampaikan apresiasi kepada pengurus satgas lama sekaligus pesan kepada kepengurusan baru agar menjalankan amanah dengan matang, bijak, dan penuh tanggung jawab.
Beliau menyampaikan tiga pesan utama, yakni kemampuan menyikapi dinamika kehidupan dengan bijak, menjalankan ilmu dalam tindakan nyata, dan menumbuhkan kebijaksanaan dalam setiap keputusan. Menurutnya, tugas satgas tidak cukup dijalankan dengan pengetahuan saja, tetapi juga memerlukan hati dan kematangan sikap. “Kita punya smart, tapi juga ada wisdom,” ujar Prof. Suyanto.
Pelantikan dan serah terima jabatan ini menandai keberlanjutan komitmen Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam membangun lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan. Dengan kepengurusan baru, dukungan pengurus sebelumnya, serta arahan pimpinan universitas, Satgas PPKPT diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan, memperjelas pola kolaborasi, dan menjaga kepercayaan sivitas akademika terhadap sistem perlindungan di lingkungan perguruan tinggi.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Puji Ariningsih




