Penguatan Dosen sebagai Fondasi Akreditasi Unggul Universitas AMIKOM Yogyakarta

30 January 2026 | UMUM

Universitas AMIKOM Yogyakarta menegaskan bahwa penguatan kualitas dosen menjadi fondasi utama dalam pencapaian Akreditasi Unggul yang diraih pada akhir tahun 2025. Upaya peningkatan sumber daya manusia, khususnya dosen, dipandang sebagai strategi jangka panjang yang menentukan mutu akademik dan keberlanjutan kualitas institusi.

Hal tersebut disampaikan dalam talkshow RBTV Obrolan Pagi oleh M. Rudyanto Arief, S.T., M.T., Direktur Badan Perencanaan dan Jaminan Mutu, bersama Ibnu Hadi Purwanto, M.Kom., Sekretaris Direktur Badan Perencanaan dan Jaminan Mutu Universitas AMIKOM Yogyakarta. Keduanya menekankan bahwa kualitas dosen memiliki dampak langsung terhadap luaran tridarma perguruan tinggi yang menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi.

Dosen sebagai Variabel Strategis Mutu Universitas

Menurut Rudi, dosen merupakan variabel strategis yang tidak dapat dibangun secara instan. Berbeda dengan sarana prasarana yang dapat ditingkatkan dalam waktu relatif singkat, penguatan dosen memerlukan proses panjang, mulai dari peningkatan kualifikasi akademik, penguatan kompetensi profesional, hingga pembentukan budaya akademik yang produktif.

“Ketika kualitas dosen meningkat, dampaknya akan langsung terasa pada pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga reputasi institusi,” ujarnya. Oleh karena itu, penguatan dosen ditempatkan sebagai prioritas utama dalam strategi mutu Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Peningkatan Kualifikasi dan Produktivitas Akademik

Dalam beberapa tahun terakhir, AMIKOM secara konsisten mendorong peningkatan kualifikasi dosen hingga jenjang doktoral (S3). Langkah ini diiringi dengan penguatan produktivitas dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ibnu menjelaskan bahwa peningkatan kualitas dosen berkontribusi signifikan terhadap luaran institusi, seperti publikasi ilmiah, inovasi, serta kerja sama akademik dengan berbagai mitra. Luaran inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor penentu dalam pencapaian akreditasi unggul.

Dalam sistem penilaian BAN-PT, luaran memiliki bobot nilai yang tinggi. Rudi menegaskan bahwa penguatan dosen memberikan efek domino terhadap capaian luaran, baik pada level mahasiswa maupun institusi.

Mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang lebih berkualitas, berbasis riset dan praktik, sementara institusi mampu menunjukkan kinerja akademik yang terukur dan berkelanjutan. Kondisi ini memperkuat posisi Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam proses akreditasi.

Penguatan Dosen sebagai Strategi Berkelanjutan

Ibnu menambahkan bahwa penguatan dosen tidak berhenti pada pencapaian akreditasi unggul. Justru, pasca diraihnya predikat tersebut, AMIKOM menetapkan standar yang lebih tinggi untuk menjaga konsistensi kualitas dosen dan kinerja akademik.

Pengembangan kompetensi dosen, perluasan jejaring nasional dan internasional, serta peningkatan profesionalisme menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam menjaga mutu universitas.

Dengan dosen sebagai fondasi utama mutu akademik, Universitas AMIKOM Yogyakarta optimistis dapat mempertahankan predikat unggul sekaligus meningkatkan reputasi di tingkat nasional dan internasional. Penguatan dosen dipandang sebagai investasi jangka panjang yang memastikan universitas tetap relevan, adaptif, dan kompetitif di tengah dinamika pendidikan tinggi.

Feature News By Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional