
Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta menjalani asesmen lapangan secara luring pada 7–9 Juli 2026 sebagai salah satu tahapan penting dalam proses akreditasi. Melalui pemeriksaan dokumen, konfirmasi data, wawancara, dan verifikasi pelaksanaan program studi, proses tersebut mengantarkan S1 Teknologi Informasi meraih peringkat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM).
Peringkat Akreditasi Unggul ditetapkan melalui Keputusan LAM INFOKOM Nomor 054/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/VII/2026. Sertifikat tersebut berlaku mulai 20 Juli 2026 hingga 20 Juli 2029 dan menjadi pengakuan terhadap mutu penyelenggaraan pendidikan Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Dua Asesor Memverifikasi Pelaksanaan Program Studi
Berdasarkan Surat Tugas LAM INFOKOM Nomor 120/ST/DE/LAM-INFOKOM/VI/2026, asesmen lapangan melibatkan Cecilia Esti Nugraheni, Dr.rer.nat., S.T., M.T. dari Universitas Katolik Parahyangan dan Windra Swastika, Ph.D. dari Universitas Ma Chung.
Kedua asesor memverifikasi kesesuaian antara data dalam dokumen akreditasi dan pelaksanaannya di program studi. Pemeriksaan mencakup kurikulum, pembelajaran, sumber daya manusia, keuangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, fasilitas, luaran mahasiswa, alumni, serta keterkaitan kompetensi lulusan dengan dunia kerja.
Ketua Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Agus Purwanto, M.Kom., menjelaskan bahwa akreditasi bukan sekadar kegiatan melengkapi dokumen. Program studi harus dapat menunjukkan bukti bahwa setiap kegiatan benar-benar berjalan dan memberikan hasil yang dapat ditelusuri.
“Akreditasi sebenarnya merupakan proses menangkap berbagai kegiatan yang telah dilakukan program studi. Tantangannya adalah mencari dan menyiapkan kembali data, bukti, serta laporan yang dibutuhkan dalam penilaian,” jelas Agus.
Kerja Lintas Unit Menjadi Bagian Penting
Persiapan asesmen lapangan melibatkan pengelola program studi, fakultas, unit penjaminan mutu, direktorat, pengelola sumber daya manusia, keuangan, laboratorium, serta sarana dan prasarana. Setiap unit membantu menyiapkan data sesuai dengan bidangnya agar asesor memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penyelenggaraan program studi.
Menurut Agus, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pencapaian Akreditasi Unggul. Program studi tidak dapat bekerja sendiri karena penilaian mutu juga mencakup dukungan sistem dan layanan pada tingkat universitas.
“Pencapaian ini tidak hanya merupakan hasil kerja program studi. Saya mengapresiasi dan bangga kepada seluruh tim internal, fakultas, penjaminan mutu, serta direktorat yang telah membantu proses akreditasi,” ujar Agus.
Asesor Mendalami Kekhasan Creative Digital
Asesmen juga menjadi ruang bagi program studi untuk menjelaskan kekhasan Creative Digital dalam rumpun teknologi informasi. Bidang tersebut mencakup animasi, animasi 3D, game, efek visual, sinematografi berbasis teknologi, dan produk visual digital lainnya.
Asesor mendalami bidang pekerjaan alumni dan keterkaitannya dengan kompetensi teknologi informasi. Ketika program studi menjelaskan adanya alumni yang bekerja sebagai animator maupun pengembang produk Creative Digital, asesor menilai pekerjaan tersebut tetap berada dalam lingkup teknologi informasi dan ilmu komputer.
Penilaian itu memperkuat posisi Creative Digital sebagai kekhasan S1 Teknologi Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta. Teknologi tidak hanya digunakan untuk membangun aplikasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam proses produksi animasi, game, film, efek visual, serta produk kreatif berbasis komputer.
Asesor turut memeriksa mata kuliah Gelar Karya yang berfungsi sebagai Capstone Project. Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa bekerja dalam tim untuk menghasilkan produk sekaligus mempelajari manajemen produksi, kekayaan intelektual, dan pemasaran.
Proses asesmen lapangan menunjukkan bahwa Akreditasi Unggul S1 Teknologi Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta lahir dari pelaksanaan program yang terukur, bukti yang dapat diverifikasi, dan kerja bersama lintas unit. Pencapaian tersebut diharapkan mendorong program studi untuk memperkuat budaya dokumentasi, menjaga mutu pembelajaran, dan terus mengembangkan ekosistem Creative Digital yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Agus Purwanto




