Dibalik Pencapaian Unggul S1 Teknik Komputer, Asesor Verifikasi Mutu S1 Teknik Komputer

14 August 2026 | UMUM

Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta menjalani asesmen lapangan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) sebagai bagian dari proses penilaian akreditasi. Selama dua hari, asesor memeriksa dokumen, mewawancarai berbagai pemangku kepentingan, serta meninjau fasilitas dan pelaksanaan kegiatan akademik untuk memastikan kesesuaiannya dengan data yang telah disampaikan program studi.

Asesmen lapangan dilakukan oleh Prof. Dr. Indra Budi, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Indonesia dan Dr. Dede Kurniadi, S.Kom., M.Kom. dari Institut Teknologi Garut. Keduanya melakukan verifikasi secara langsung terhadap pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan akademik, sumber daya manusia, fasilitas pembelajaran, hingga luaran mahasiswa dan dosen.

Proses tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam penetapan peringkat Akreditasi Unggul bagi Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta. Peringkat tersebut ditetapkan melalui Keputusan LAM INFOKOM Nomor 056/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/VII/2026 pada 20 Juli 2026 dan berlaku hingga 20 Juli 2029.

Memastikan Kesesuaian Dokumen dan Pelaksanaan

Sekretaris Program Studi Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Jeki Kuswanto, M.Kom., menjelaskan bahwa asesmen lapangan tidak hanya berfungsi untuk memeriksa kelengkapan administrasi. Tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada asesor untuk memastikan bahwa data dalam laporan evaluasi diri memiliki bukti dan sesuai dengan pelaksanaan di lapangan.

“Akreditasi tidak hanya berkaitan dengan dokumen. Dokumen yang disampaikan harus sesuai dengan pelaksanaan dan memiliki bukti,” ujar Jeki.

Program studi bersama unit terkait telah menyiapkan dokumen mengenai kebijakan, standar mutu, kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan. Selama asesmen, data tersebut diperiksa dan dikonfirmasi melalui dokumen pendukung, wawancara, presentasi, serta observasi langsung.

Menurut Jeki, keselarasan antara laporan dan kondisi nyata menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Dokumen yang tersusun dengan baik harus dapat ditunjukkan penerapannya melalui kegiatan, fasilitas, hasil pembelajaran, produk, dan manfaat yang diterima oleh mitra.

Wawancara dengan Pemangku Kepentingan

Untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh, asesor mewawancarai mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan pengguna lulusan. Setiap kelompok memberikan keterangan berdasarkan peran dan pengalamannya dalam penyelenggaraan maupun pemanfaatan hasil pendidikan Program Studi S1 Teknik Komputer.

Mahasiswa menjelaskan pengalaman selama mengikuti pembelajaran, praktikum, pengembangan produk, dan kegiatan akademik. Dosen menyampaikan pelaksanaan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta keterlibatan mahasiswa dalam tridarma perguruan tinggi. Tenaga kependidikan memberikan informasi mengenai layanan dan dukungan administrasi bagi proses akademik.

Sementara itu, alumni dan pengguna lulusan memberikan gambaran mengenai kompetensi lulusan, pengalaman setelah menyelesaikan studi, serta kesesuaian kemampuan yang diperoleh dengan kebutuhan dunia kerja. Keterangan dari berbagai pihak tersebut digunakan asesor untuk mengonfirmasi data yang sebelumnya disampaikan program studi.

Meninjau Ruang Kelas dan Laboratorium

Selain memeriksa dokumen dan melakukan wawancara, asesor meninjau fasilitas yang digunakan dalam proses pendidikan. Peninjauan mencakup fasilitas administrasi akademik, ruang kelas, serta laboratorium yang mendukung pembelajaran Program Studi S1 Teknik Komputer.

Asesor melihat laboratorium yang digunakan untuk pembelajaran jaringan komputer, keamanan siber, dan Internet of Things (IoT). Di laboratorium IoT, asesor memeriksa perangkat, sensor, dan komponen yang digunakan mahasiswa dalam praktikum serta pengembangan produk. Tim program studi juga mendemonstrasikan laboratorium virtual sebagai salah satu fasilitas pendukung pembelajaran.

Peninjauan tersebut memungkinkan asesor melihat secara langsung bagaimana sarana yang tercantum dalam dokumen dimanfaatkan dalam kegiatan akademik. Pemeriksaan tidak berhenti pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga mencakup penggunaannya untuk mendukung kompetensi mahasiswa pada bidang keamanan siber, jaringan komputer, dan IoT.

Asesor Berdialog dengan Mahasiswa

Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer (Himtek) turut terlibat dalam asesmen lapangan dengan mengoordinasikan mahasiswa untuk memamerkan sejumlah produk dan inovasi. Produk yang ditampilkan berasal dari kegiatan pembelajaran, pengembangan mahasiswa, serta kolaborasi antara dosen dan mahasiswa.

Sejumlah karya tersebut dikembangkan melalui mata kuliah *Capstone Project*. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa mengintegrasikan berbagai kompetensi yang telah dipelajari untuk menghasilkan produk yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut.

Asesor berdialog langsung dengan mahasiswa mengenai fungsi produk, proses pembuatan, mata kuliah yang mendasarinya, serta kemungkinan penerapannya. Beberapa produk juga dicoba secara langsung untuk melihat cara kerja dan hasil pengembangannya.

“Asesor tidak hanya melihat produk yang dipamerkan, tetapi juga mencoba beberapa karya mahasiswa. Mereka menanyakan proses pembuatan, mata kuliah yang mendasarinya, dan penerapan produk tersebut,” jelas Jeki.

Kegiatan tersebut menunjukkan keterkaitan antara kurikulum, proses pembelajaran, dan luaran mahasiswa. Produk tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi juga diarahkan agar dapat dikembangkan untuk kompetisi, penerapan di masyarakat, maupun rintisan usaha.

Budaya Mutu dan Kualitas Dosen Turut Dinilai

Asesor turut mendalami penerapan budaya mutu di lingkungan program studi dan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Pemeriksaan mencakup kebijakan, standar, pelaksanaan, evaluasi, serta tindak lanjut yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Pada kriteria pendidikan, asesor memeriksa kualifikasi dosen, kesesuaian bidang keahlian dengan mata kuliah yang diajarkan, serta aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jeki menyampaikan bahwa sekitar 48 persen dosen yang mengajar di Program Studi S1 Teknik Komputer telah berkualifikasi doktor.

Para dosen mengajar sesuai bidang keahlian, termasuk keamanan siber, IoT, jaringan komputer, dan kecerdasan buatan. Mereka juga aktif menjalankan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan mahasiswa. Beberapa hasil kegiatan tersebut telah diterapkan dan dimanfaatkan oleh mitra sehingga dapat ditunjukkan sebagai bukti pelaksanaan tridarma.

Asesor memeriksa apakah penelitian dan pengabdian hanya tercatat sebagai kegiatan atau telah menghasilkan luaran dan manfaat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa, perolehan hibah, produk penelitian, serta penerapan hasil kegiatan menjadi bagian dari data yang dikonfirmasi selama asesmen.

Visitasi Didukung Kerja Lintas Unit

Persiapan akreditasi telah dimulai sejak 2025. Program studi membentuk tim inti beranggotakan tujuh orang yang bertanggung jawab pada bidang pendidikan, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, alumni, serta pengumpulan dan pengolahan data.

Persiapan tersebut tidak hanya melibatkan pengelola program studi. Dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, unit penjaminan mutu, dan sejumlah direktorat di lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta ikut menyiapkan data serta bukti pendukung sesuai dengan bidang masing-masing.

Jeki menyebut kolaborasi tersebut sebagai kerja sebuah “super team”. Meskipun tim inti program studi tidak berjumlah besar, pembagian tugas dilakukan secara merata dan melibatkan unit terkait agar kebutuhan asesmen dapat dipenuhi secara lengkap.

“Untuk menjadi unggul dibutuhkan keselarasan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga direktorat yang menunjang pembelajaran, penelitian, pengabdian, dan prestasi mahasiswa,” kata Jeki.

Proses asesmen lapangan menunjukkan bahwa penilaian akreditasi tidak hanya bertumpu pada laporan tertulis. Asesor menghubungkan dokumen dengan keterangan pemangku kepentingan, kondisi fasilitas, proses pembelajaran, produk mahasiswa, serta hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Peringkat Akreditasi Unggul yang diraih diharapkan mendorong Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk terus menjaga keselarasan tersebut. Program studi juga diharapkan terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memastikan setiap program memberikan manfaat bagi mahasiswa, mitra, masyarakat, serta dunia kerja.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Dony Ariyus, Jeki Kuswanto