
Sleman – Universitas AMIKOM Yogyakarta menerima kunjungan Kepala MAN 1 Yogyakarta beserta jajaran pengelola dan guru Kelas Internasional pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–11.45 WIB di Gedung Unit 7 Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membahas pengembangan layanan pendidikan dan penguatan penyelenggaraan Kelas Internasional di MAN 1 Yogyakarta.
Kunjungan ini menjadi ruang berbagi pengalaman antara kedua institusi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Pembahasan berfokus pada pengelolaan kelas internasional, peningkatan kualitas pelayanan kepada murid dan orang tua, serta pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Rombongan MAN 1 Yogyakarta dipimpin oleh Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. Turut hadir Kepala Unit Kelas Internasional MAN 1 Yogyakarta, Dra. Endang Sri Wahyuni, M.Pd., bersama jajaran guru Kelas Internasional.
Universitas AMIKOM Yogyakarta menyambut kunjungan tersebut melalui jajaran Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional serta pimpinan fakultas dan unit terkait. Hadir dalam kegiatan tersebut Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng., (Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Sosial sekaligus Direktur Kantor Urusan Internasional), Kusnawi., S.Kom., M.Eng, (Direktur Business Placement Center dan Alumni); Dr. Andi Sunyoto, S.Kom., M.Kom., (Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer); Lya Renita Ika Puteri, S.Kom, M.I.Kom. (Kasubdirektorat Urusan Internasional); Yohanes William Santoso, S.Hub.Int., M.Hub.Int., (
Dosen Hubungan Internasional dan staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional); serta Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom (staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional)

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga mempelajari pengalaman Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam membangun lingkungan pendidikan berwawasan internasional.
“Tujuan kami datang selain untuk silaturahmi, juga ingin belajar banyak tentang semangat Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam membangun Kelas Internasional. Kami ingin mengetahui bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada murid dan orang tua di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, serta bagaimana guru dapat mengajar di kelas internasional dengan cara yang joyful dan interesting,” ungkap Edi Triyanto.
Menurutnya, perubahan dalam dunia pendidikan menuntut sekolah untuk terus melakukan penyesuaian. Pengembangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kurikulum dan kompetensi akademik, tetapi juga dengan kemampuan sekolah dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Dalam sesi berbagi dan penguatan, Erik Hadi Saputra menekankan pentingnya membangun kesamaan persepsi antara guru dan murid. Menurutnya, proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif ketika kedua pihak memahami tujuan, proses, dan hasil yang ingin dicapai bersama.
“Guru dan murid harus memiliki persepsi yang sama terlebih dahulu. Ketika keduanya memahami tujuan yang sama dan berjalan ke arah yang sama, proses pembelajaran akan menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan bermakna. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga perlu memahami bagaimana siswa belajar dan apa yang mereka butuhkan,” jelas Erik.
Erik juga mengangkat kajian komunikasi dari perspektif psikologi melalui konsep Motivated Forgetting Theory. Konsep tersebut menjelaskan bahwa memori seseorang berkaitan erat dengan persepsi dan pengalaman, sehingga setiap pengalaman dapat meninggalkan jejak dalam pikiran.
Melalui konsep tersebut, Erik menjelaskan bahwa seseorang cenderung berusaha melupakan peristiwa yang dianggap buruk, negatif, tidak menyenangkan, atau menyakitkan. Sebaliknya, seseorang lebih mudah menerima dan mengingat pengalaman yang memberikan rasa aman serta kebahagiaan.
Dalam konteks pendidikan, penjelasan tersebut menunjukkan pentingnya menciptakan pengalaman belajar yang positif bagi murid. Cara guru berkomunikasi, menyampaikan materi, memberikan tanggapan, dan membangun suasana kelas dapat memengaruhi persepsi serta ingatan murid terhadap proses pembelajaran.
Karena itu, guru perlu membangun komunikasi yang terbuka dan hubungan yang baik dengan murid. Pembelajaran tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi perlu menjadi ruang kolaborasi yang mendorong murid untuk aktif, percaya diri, berani menyampaikan pendapat, dan memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kunjungan MAN 1 Yogyakarta ke Universitas AMIKOM Yogyakarta juga membuka kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai pelayanan Kelas Internasional. Pengelolaan program tersebut memerlukan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pimpinan, guru, tenaga kependidikan, murid, hingga orang tua agar tujuan pembelajaran dapat dipahami dan dicapai bersama.
Melalui kunjungan ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap komunikasi dan pertukaran pengalaman dengan MAN 1 Yogyakarta dapat terus terjalin. Wawasan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan mendukung pengembangan Kelas Internasional MAN 1 Yogyakarta secara berkelanjutan serta menghadirkan pembelajaran yang membekali murid dengan pengetahuan, keterampilan, wawasan global, dan karakter untuk menghadapi tantangan masa depan.

Foto dari Kiri-Kanan : Ms. Ismi, Mrs. Ika, Mrs. Endang (Co.), Mr. Erik, Mr. Edi (Headmaster), Dr. Andi, Mr. Rizal, Ms. Arief Rahman, Ms. Muthia
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




