
Siswa kelas XI SMK Dharma Karya Jakarta mengikuti kunjungan industri di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membahas pengembangan ekonomi kreatif, keberanian mengeksekusi gagasan, pemanfaatan teknologi, pengalaman industri, serta produksi film animasi.
Rombongan didampingi Kepala Sekolah SMK Dharma Karya Jakarta, Siti Afrida Sutriana, M.Pd., bersama wakil kepala sekolah dan para guru. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan sebelum menjalani pembelajaran di kelas XII dan memasuki lingkungan industri.
Siti menjelaskan bahwa pengalaman belajar tidak harus terbatas pada lingkungan sekolah maupun wilayah Jakarta. Siswa dapat memanfaatkan kesempatan magang dan kegiatan industri di berbagai daerah untuk mengenal budaya kerja, mengembangkan keterampilan, serta membangun kemandirian.
“Magang tidak harus di Jakarta. Kalian dapat belajar di mana pun, bahkan ke luar negeri. Hal tersebut diharapkan dapat membuka wawasan kalian,” ujar Siti.
Ia berharap para siswa berani menjajaki lingkungan baru dan tidak membatasi pilihan masa depan. Pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan dapat digunakan untuk mempersiapkan pendidikan lanjut, pekerjaan, maupun kegiatan usaha.
Siti turut menyampaikan apresiasi atas penerimaan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Ia berharap hubungan silaturahmi antara kedua institusi dapat terus terjaga melalui kegiatan pendidikan yang memberikan manfaat bagi peserta didik.
Direktur Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional sekaligus Wakil Dekan II Bidang Nonakademik Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas AMIKOM Yogyakarta, Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng., kemudian menyampaikan materi motivasi mengenai ekonomi kreatif dan pengembangan karya digital.
Erik menjelaskan bahwa keberhasilan individu maupun institusi tidak hanya ditentukan oleh sumber daya dan banyaknya gagasan. Kemampuan menjalankan rencana menjadi faktor penting agar sebuah ide dapat berkembang menjadi produk, layanan, dan peluang usaha.
“Banyak orang mempunyai ide, tetapi hanya berhenti pada wacana. Hal yang membedakan adalah keberanian mengeksekusi gagasan tersebut,” jelas Erik.
Menurut Erik, perkembangan ekonomi digital membuka peluang pekerjaan yang dapat dilakukan dari berbagai tempat. Namun, peluang tersebut perlu diikuti kemampuan membaca kebutuhan, mengembangkan kreativitas, memanfaatkan teknologi, dan mengambil tindakan secara cepat serta terukur.
Ia memberikan contoh pemanfaatan lorong sepanjang 25 meter yang dikembangkan menjadi wahana video imersif. Ruang tersebut diolah melalui perpaduan perangkat digital, konten visual, kreativitas, dan perencanaan bisnis sehingga dapat memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa gagasan usaha dapat berawal dari ruang maupun permasalahan yang sederhana. Nilai sebuah produk tidak hanya berasal dari teknologi yang digunakan, tetapi juga kemampuan menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Peserta turut memperoleh pengenalan mengenai tiga fakultas, program studi, dan fasilitas pembelajaran di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Tayangan pengenalan akademik memberikan gambaran mengenai bidang ilmu komputer, ekonomi dan sosial, serta sains dan teknologi yang memadukan keilmuan dengan pemanfaatan teknologi digital.
Fasilitas laboratorium juga diperkenalkan sebagai pendukung kegiatan pemrograman, pengembangan aplikasi, produksi animasi, pembuatan permainan digital, simulasi, dan pengolahan konten multimedia. Mahasiswa dapat menggunakannya untuk melaksanakan praktikum sekaligus membangun karya dan portofolio.
Pembahasan kemudian berlanjut pada industri film animasi. Erik memperkenalkan proses pengembangan Battle of Surabaya sebagai contoh perjalanan sebuah karya dari tahap produksi, penayangan di Indonesia, hingga pengembangan untuk pasar internasional.
Produksi tersebut melibatkan berbagai kemampuan, seperti penulisan cerita, penyutradaraan, animasi, efek visual, tata suara, pengelolaan proyek, dan pemasaran. Maudy Ayunda dan Reza Rahadian turut terlibat sebagai pengisi suara dalam versi Indonesia.
Erik menjelaskan bahwa perluasan pasar membutuhkan penyesuaian berdasarkan karakter audiens. Battle of Surabaya kemudian dikembangkan dalam versi berbahasa Inggris dan menggunakan judul November 10 agar lebih mudah dikenali oleh penonton internasional.
Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya memahami perilaku penonton, bahasa, pola distribusi, dan kebutuhan pasar. Sebuah karya kreatif tidak cukup hanya selesai diproduksi, tetapi juga perlu dikomunikasikan serta didistribusikan melalui strategi yang sesuai.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai keterlibatan sejumlah alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo. Sebagian dari mereka telah membangun pengalaman melalui produksi Battle of Surabaya sekitar satu dekade sebelumnya.
Menurut Erik, pengalaman mengerjakan proyek membantu seseorang meningkatkan kemampuan teknis, membangun jejaring, dan memperoleh kepercayaan dalam industri. Proses belajar yang dilakukan secara konsisten dapat membuka kesempatan untuk terlibat dalam proyek yang lebih besar.
“Pengalaman membuat seseorang lebih siap. Karya yang pernah dikembangkan dapat menjadi bekal ketika kesempatan baru datang,” ujar Erik.
Erik turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan dalam industri kreatif. Teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas dan efisiensi pekerjaan, tetapi pengguna tetap perlu mempunyai kemampuan, sumber daya, serta dasar karya yang kuat.
Ia mengajak siswa memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Kreativitas perlu diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan, menyampaikan nilai, dan memberikan dampak positif kepada masyarakat.
“Buatlah karya yang memberikan manfaat. Teknologi dapat membantu, tetapi kemampuan, proses belajar, dan keberanian untuk berkarya tetap harus dibangun,” jelas Erik.
Kegiatan dilanjutkan dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama antara Universitas AMIKOM Yogyakarta dan SMK Dharma Karya Jakarta. Para peserta kemudian mengikuti pemutaran film Battle of Surabaya sebagai bahan pembelajaran mengenai produksi animasi dan penyampaian cerita melalui media audiovisual.
Kunjungan tersebut diharapkan membantu siswa SMK Dharma Karya Jakarta memahami hubungan antara teknologi, kreativitas, pengalaman industri, dan pengembangan bisnis sekaligus mendorong mereka berani mengeksekusi gagasan serta mempersiapkan pilihan setelah lulus.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




