JOGLO Media Web Development Raih Pendanaan P2MW 2026 Tahapan Bertumbuh

2 June 2026 | Berita Utama

Yogyakarta, 22 Mei 2026 — JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT, usaha mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta yang diketuai oleh Nandana Zada Abiproya, berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha atau P2MW 2026 pada Tahapan Bertumbuh. Proposal berjudul “JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT: Transformasi Digital Jasa Pembuatan Landing Page dengan Inovasi Chatbot Editor” lolos dalam kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan, setelah melalui proses seleksi P2MW 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pencapaian ini menjadi kelanjutan dari perjalanan JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT yang pada tahun sebelumnya telah meraih pendanaan P2MW 2025 pada Tahapan Awal. Saat itu, usaha ini hadir sebagai layanan pembuatan website berbasis Laravel untuk membantu pelaku UMKM memiliki situs web resmi yang aman, mudah, dan terjangkau. Kini, pada P2MW 2026, JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT melanjutkan pengembangannya dengan fokus yang lebih spesifik, yaitu layanan pembuatan landing page dengan inovasi chatbot editor.

Lima Tim Universitas AMIKOM Yogyakarta Lolos Pendanaan P2MW 2026

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang kerap dihadapi pelaku UMKM dan UKM dalam mengelola website. Banyak pelaku usaha kecil membutuhkan media digital untuk memperkenalkan produk dan layanan, tetapi belum terbiasa menggunakan sistem pengelolaan website yang memiliki banyak menu, pengaturan teknis, dan istilah yang sulit dipahami. Melihat persoalan itu, JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT merancang sistem pengelolaan landing page yang lebih sederhana dan ramah bagi pengguna nonteknis.

Zada menjelaskan bahwa keunggulan utama JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT terletak pada upaya menyederhanakan pengalaman pengguna. Dalam sistem yang sedang dikembangkan, pengguna tidak lagi diarahkan untuk mengelola banyak menu seperti pada dashboard website pada umumnya. Sebaliknya, pengguna cukup memberi perintah melalui chatbot editor, misalnya untuk mengganti logo, mengubah gambar, menambah elemen, atau memperbarui bagian tertentu pada landing page.

“UMKM atau UKM yang tidak terlalu mengerti teknologi biasanya merasa pengelolaan website itu ribet. Dengan inovasi sekarang, kami membuat tampilan seminimalis mungkin. Pengguna cukup memberi perintah, misalnya mengganti logo atau mengubah bagian tertentu, lalu sistem akan memprosesnya,” jelas Zada.

Pendekatan tersebut membuat JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT tidak hanya menjual jasa pembuatan landing page, tetapi juga menawarkan kemudahan dalam pengelolaannya. Bagi pelaku UMKM, hal ini menjadi nilai penting karena website tidak hanya harus dibuat, tetapi juga perlu diperbarui secara berkala sesuai kebutuhan promosi, perubahan produk, atau identitas visual usaha. Dengan sistem yang lebih sederhana, pelaku usaha dapat lebih mandiri dalam mengelola halaman digitalnya.

Secara teknis, JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT tetap menggunakan Laravel sebagai basis pengembangan. Namun, pada pengembangan terbaru, tim mulai menambahkan pemanfaatan Python dan dataset berbasis Word2Vec untuk membantu sistem mengenali kata kunci dari perintah pengguna. Sistem tersebut diarahkan untuk membaca instruksi seperti “ubah”, “tambahkan”, “hapus”, atau “ganti”, kemudian memprosesnya dalam pengelolaan tampilan landing page.

Meski membawa unsur teknologi, Zada menekankan bahwa arah pengembangan produk tetap berangkat dari kebutuhan pengguna. Ia tidak ingin fitur yang dikembangkan justru membuat pengguna semakin kesulitan. Karena itu, konsep chatbot editor dirancang sebagai jembatan antara kebutuhan digitalisasi UMKM dan keterbatasan pemahaman teknis yang masih banyak ditemui di lapangan.

Keunggulan lain yang ditawarkan JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT adalah layanan yang tetap terjangkau bagi pelaku usaha kecil. Menurut Zada, layanan digital dengan sistem pengelolaan yang lebih canggih sering kali memiliki harga tinggi, sehingga sulit dijangkau oleh UMKM. JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT mencoba menghadirkan alternatif yang lebih relevan bagi segmen tersebut, yaitu layanan landing page yang membantu, mudah digunakan, dan tetap mempertimbangkan kemampuan biaya pengguna.

“Dengan harga yang tidak terlalu mahal, layanan ini sudah bisa sangat membantu. Jarang saya lihat orang yang punya landing page, dashboard-nya bisa dikelola seperti itu,” ujar Zada.

Informasi Lebih lanjut bisa diakses di https://joglomediaweb.com
atau Melalui Instagram https://www.instagram.com/joglomediaweb.dev?igsh=MXIwZ3VvNTlrbjQxNg==

Perjalanan Joglo Media Web Development, Dari Tahapan Awal Menuju Tahapan Bertumbuh

Perjalanan JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT juga menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat tumbuh melalui proses bertahap. Pada P2MW 2025, tim ini memulai dari Tahapan Awal dengan fokus pada jasa pembuatan website untuk UMKM. Pada 2026, usaha tersebut naik ke Tahapan Bertumbuh dengan penguatan fitur, pengalaman pengguna, dan arah produk yang lebih spesifik. Bagi Zada, pengalaman mengikuti P2MW sebelumnya menjadi bekal penting untuk mematangkan ide dan menyiapkan pengembangan usaha pada tahun ini.

“Tahap awal menurut saya lebih susah dibandingkan tahap kedua. Di tahap kedua ini, pengalaman yang sudah saya dapatkan sebelumnya sangat membantu, mulai dari menyusun proposal sampai mematangkan ide,” ungkap Zada.

Selama sekitar satu tahun berjalan, JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT juga telah menangani hampir 20 proyek. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa layanan yang dikembangkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi telah mulai digunakan dan diuji melalui kebutuhan klien. Dari proses tersebut, tim memperoleh pengalaman dalam memahami kebutuhan pasar, mengelola permintaan pengguna, serta memperkuat arah pengembangan produk.

Bagi Zada, inovasi produk tetap harus diikuti dengan pengelolaan tim yang baik. Ia menilai bahwa membangun usaha teknologi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Komunikasi, komitmen, dan inisiatif tim menjadi bagian penting agar layanan dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan pengguna.

“Menurut saya, yang paling penting dalam bisnis, apalagi tim, itu komunikasi. Tim perlu punya inisiatif dan tidak hanya menunggu instruksi,” jelasnya.

Ke depan, JOGLO MEDIA WEB DEVELOPMENT menargetkan penguatan layanan, penambahan klien, dan pengembangan fitur yang lebih matang. Zada juga berharap pendanaan P2MW 2026 dapat membantu tim memperkuat arah bisnis, terutama dalam menyempurnakan produk dan mempersiapkan diri menuju tahapan seleksi berikutnya. Dalam rangkaian P2MW 2026, pelaporan dan penilaian kemajuan menjadi bagian dari proses pemantauan serta salah satu media seleksi menuju Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia atau KMI Expo XVII 2026.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Nandana Zada Abiproya