
Program Beasiswa Sleman Pintar menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman bersama perguruan tinggi mitra, termasuk Universitas AMIKOM Yogyakarta, dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Program ini mengimplementasikan Pratu Kemis Sarjana atau Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan membuka peluang kerja yang lebih baik bagi generasi muda Sleman.
Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan tinggi kepada warga Sleman yang memiliki motivasi kuat untuk kuliah. Melalui proses pembelajaran, pendampingan karakter, dan pengembangan keterampilan, mahasiswa juga dipersiapkan agar mampu memasuki dunia kerja dan membangun kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan.
Tujuan tersebut tercermin dalam perjalanan Rehan Rachmansyah, mahasiswa penerima Beasiswa Sleman Pintar dari Program Studi D3 Teknik Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta. Rehan berhasil lolos seleksi karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta pada intake 16 Desember 2025, bahkan sebelum menyelesaikan studinya.
Mahasiswa dengan NIM 23.01.5074 tersebut merupakan lulusan SMK Negeri 1 Godean. Di tengah proses penyelesaian studinya, Rehan mampu mempertahankan prestasi akademik dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif sebesar 3,89. Ia kini menjalankan tugas sebagai Asisten Pengatur Perjalanan Kereta Api atau PPKA di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Sebelum bergabung dengan PT KAI, Rehan memanfaatkan kemampuan desain dan multimedia yang dimilikinya dengan membantu pekerjaan di percetakan serta menerima berbagai pekerjaan lepas. Aktivitas tersebut memberinya pengalaman untuk menerapkan keterampilan sekaligus melatih tanggung jawab dalam lingkungan kerja.
Ketua Program Studi D3 Teknik Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Barka Satya, M.Kom., menilai Rehan sebagai mahasiswa yang memiliki kemauan untuk terus berkembang. Rehan tidak berhenti pada kemampuan yang telah dimiliki, tetapi berani mencari tantangan baru untuk mengukur kapasitas dirinya.
“Mas Rehan merupakan contoh pribadi yang mau berkembang. Awalnya ia membantu pekerjaan desain di percetakan, kemudian ingin berubah dan mencoba tantangan yang lebih baik,” ujar Barka.
Ketika mengetahui adanya penerimaan karyawan PT KAI, Rehan meminta izin kepada tempatnya bekerja dan Program Studi D3 Teknik Informatika. Saat itu, ia masih berada di semester enam dengan mata kuliah teori yang telah selesai serta menyisakan tugas akhir dan kegiatan magang.
Barka sempat mengingatkan Rehan agar tetap menyelesaikan kewajiban akademiknya. Namun, melihat kesungguhan mahasiswa tersebut, program studi memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti seleksi dengan syarat tetap melanjutkan proses perkuliahan.
“Saya izinkan, tetapi kuliahnya jangan ditinggalkan. Saat itu mata kuliah teorinya sudah selesai dan tinggal menyelesaikan tugas akhir serta magang,” jelas Barka.
Rehan kemudian mengikuti proses seleksi yang diikuti lebih dari 12.000 peserta. Dari ribuan pendaftar tersebut, ia berhasil masuk dalam 22 peserta yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Proses seleksi kemudian menyisakan 18 calon karyawan terpilih, termasuk Rehan.
Barka menyampaikan bahwa keberanian Rehan untuk mengikuti seleksi sudah patut mendapat apresiasi. Menurutnya, mahasiswa perlu berani mengambil kesempatan karena setiap proses dapat memberikan pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman baru mengenai kebutuhan dunia kerja.
“Keinginannya untuk mencoba saja sudah saya apresiasi. Kalau diterima, tentu kami bersyukur. Kalau belum, ia tetap memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru,” ungkapnya.
Penguatan Keterampilan dan Kepercayaan Diri
Barka menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta tidak hanya memberikan pembelajaran yang berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat karakter dan kepercayaan diri mahasiswa agar mereka mampu menunjukkan kompetensi ketika menghadapi proses seleksi kerja.
Menurut Barka, banyak mahasiswa sebenarnya memiliki keterampilan yang memadai, tetapi belum percaya diri karena terbiasa bekerja di belakang layar. Oleh karena itu, program studi mendorong mahasiswa untuk mengenali kemampuan diri dan berani memanfaatkan peluang yang tersedia.
“Mahasiswa kami sebenarnya memiliki kemampuan. Program studi membantu mengembangkan kemampuan tersebut. Hal yang paling penting adalah melatih kepercayaan diri mereka,” kata Barka.
Penguatan kepercayaan diri juga dilakukan melalui mata kuliah Kepemimpinan, Lingkungan Bisnis, serta pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan karakter. Ketua program studi terlibat langsung dalam proses tersebut untuk mendorong mahasiswa agar tidak merasa rendah diri terhadap latar belakang maupun jenjang pendidikan yang ditempuh.
Dalam proses seleksi PT KAI, kemampuan desain dan multimedia menjadi salah satu nilai tambah yang dimiliki Rehan. Kompetensi tersebut melengkapi pengetahuan teknologi informasi yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Barka menegaskan bahwa lulusan D3 Teknik Informatika tidak harus seluruhnya bekerja sebagai programmer. Mahasiswa dapat memilih beragam jalur karier, baik sebagai tenaga profesional di perusahaan maupun sebagai pelaku usaha. Hal yang terpenting adalah kompetensi mahasiswa dapat diterapkan dan diterima oleh dunia industri.
Pencapaian Rehan menunjukkan bahwa dampak Beasiswa Sleman Pintar tidak berhenti pada terbukanya akses untuk mengikuti perkuliahan. Program tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, memperoleh pengalaman, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman dan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Program Beasiswa Sleman Pintar diharapkan terus membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan secara berkualitas dan membangun kemandirian. Perjalanan Rehan dapat menjadi salah satu gambaran bahwa akses pendidikan yang disertai pendampingan dan keberanian memanfaatkan peluang mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Barka Satya




